Garut Dilintasi Mobil “Heubeul”, Simlim Banjir “Cileuncang”

by

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 21/05 – 2016 ).

Kerap Dilintasi Mobil Heubeul.
Kerap Dilintasi Mobil Heubeul.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (21/05-2016).                                                   Memotret lintasan Kota Garut dan sekitarnya.

Ternyata selama ini kerap dilintasi mobil “heubeul” atawa jadul (jaman dulu).

Namun ironisnya, sepanjang tahun  saban diguyur hujan kondisi Bundaran “Simpang Lima” (Simlim), acap dibanjiri “cileuncang” maupun luapan air kotor berasal dari drainase di sekitarnya yang selama ini pula tak berfungsi maksimal.

Bundaran Simlim Acvap Dibanjiri Cileuncang.
Bundaran Simlim Acap Dibanjiri Cileuncang.

Padahal kawasan Bundaran Simlim tersebut, merupakan teras atau wajah memasuki pusat Kota Garut.

Sejak dahulu dikenal dengan sebutan “Swis van Java”.

Tetapi kondisi drainase di sekitarnya, acap sarat tersumbat ragam jenis sampah.

Selain menghambat arus lalu lintas beragam jenis kendaraan bermotor, juga bisa membahayakan para pengguna jasa jalan.

Kian heubeul, semakin antik.
Kian heubeul, semakin antik.

Lantaran, lintasan memutar titik lokasi genangan cileuncang itu pun, apabila diguyur hujan deras, menjadi berarus cukup deras dengan ketinggian mencapai puluhan centimeter.

Dalam pada itu, upaya pembersihan jaringan drainasenya meski kerap dilaksanakan Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga kabupaten setempat, namun bisa bebas banjir Cileuncang tak berlangsung lama. 

Sedangkan akar permasalahannya,  tingkat kesadaran masyarakat khususnya penduduk Kota Garut dan sekitarnya untuk membuang sampah pada tempatnya, ternyata hingga kini pun masih pula sangat rendah.

Menyulitkan Para pengguna Jasa Jalan.
Menyulitkan Para pengguna Jasa Jalan.

Sangat rendahnya kesadaran tersebut, di antaranya mengakibatkan lintasan ruas badan jalan pada Bundaran Simpang Lima tergenang luapan air got, lantaran jaringan drainase di seputarnya tersumbat banyak ragam tumpukan sampah.

Sehingga jajaran Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga kabupaten setempat “turun gunung” membersihkan serta membenahinya, pada sepanjang Sabtu (07/11-2015) lalu.

Menyusul tumpukan sampah bersumber dari perilaku membuang sampah sembarangan sangat mengganggu lintasan ruas badan jalan.

Bernostalgia di Garut Dengan Mobil Antik.
Bernostalgia di Garut Dengan Mobil Antik.

“Bahkan bisa menimbulkan pelbagai jenis penyakit membahayakan kesehatan”

Demikian antara lain dikemukakan Kepala Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga tersebut, Efendi di lapangan bersama Kepala UPTD Wilayah II Tarogong, A’us Wahyudin.

Jajaran Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga itu, juga sejak beberapa hari sebelumnya semakin meningkatkan intensitas monitoring lapangan.

Agar bisa melaksanakan tanggap darurat perbaikan drainase sepanjang kiri dan kanan ruas lintasan badan jalan, jika ternyata mengalami banyak gangguan sumbatan tumpukan sampah, yang bisa menyebabkan luapan air pada badan jalan raya.

Nyaris Menyerupai Balong.
Nyaris Menyerupai Balong.
Masih Bisa Kinclong.
Masih Bisa Kinclong.

Efendi menyerukan, agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya.

Sebab saluran drainase jalan bukan tempat pembuangan sampah, imbuhnya pula.

Tumpukan Sampah Bukan Pada Tempatnya Sangat Memprihatinkan.

Juga diingatkan membuang sampah sembarangan bisa menyusahkan masyarakat pula, imbuhnya.

 

 

*******