Garut Mendapatkan Program “Kota Tanpa Kumuh” 2017

0
263 views
Agus Setiawan Tunjukan Transparansi Alokasi Anggaran dan Jenis Pekerjaan . Sehingga Bisa langsung Diawasi Masyarakat.

“Diperlukan Dana Pendamping Pemkab Setempat”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 06/10 – 2017 ).

Agus Setiawan Tunjukan Transparansi Alokasi Anggaran dan Jenis Pekerjaan . Sehingga Bisa langsung Diawasi Masyarakat.

Lima Kelurahan dan Desa pada dua wilayah kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapatkan program “Kota Tanpa Kumuh” (Kotaku) tahun 2017 ini.

Dengan total nilai pendanaannya mencapai Rp2,5 miliar atau masing-masing Rp500 juta pada setiap kelurahan/desa, yang berdasar regulasinya juga memerlukan dana pendamping dari Pemkab setempat sebesar lima persen dari total keseluruhan pendanaan bersumber APBN tersebut.

Yudhi Mauludin Bersama Tim Survey Produk Kegiatan Program Kotaku di Kelurahan Pakuwon.

Asisten Koordinator Kota program itu, Yudhi Mauludin katakan, realisasi program Kotaku tersebar di wilayah Kecamatan Garut Kota terdiri Kelurahan Pakuwon, Kota Wetan, Sukamentri, dan Kelurahan Ciwalen. Sedangkan di Kecamatan Tarogong Kidul dilaksanakan di Desa Haurpanggung.

Sedangkan keseluruhan cakupannya hingga 2019 mendatang mencapai 71 desa/kelurahan sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan, yang kini terjamah lima kelurahan/desa.

Sehingga sisanya 66 kelurahan/desa sebagai upaya pencegahan degradasi lingkungan, juga merupakan tuntutan kebijakan Pemkab Garut agar program tersebut bisa menyetuh kelurahan/desa lain, Katanya kepada Garut News, Jum’at (06/10-2017), di Kelurahan Pakuwon.

“Kelurahan Pakuwon”

Di Kelurahan Pakuwon pelaksanaannya hingga kini mencapai lebih 60 persen selesai, terdiri jenis pekerjaan “Saluran Pembuangan Air Limbah” (SPAL) dengan penanggungjawab “Kelompok Swadaya Masyarakat” (KSM) Perintis 2 yang berlokasi di RT 7/RW 1, bervolume pekerjaan sepanjang 82 meter bersumber dana APBN Rp74.822.000,- serta rencana swadaya bernilai Rp2.315.000,- atau total keseluruhannya Rp77.137.000,- selama 90 hari kalender waktu pelaksanaannya.

Ketua RW. 11 Kelurahan Pakuwon, Sobarnas. Telisik Informasi Kegiatan Program Kotaku di Wilayahnya.

Masih di Kelurahan Pakuwon berupa pekerjaan jalan hotmix sepanjang 261 meter selebar 1,25 meter berlokasi di RT. 4 dan 6/RW. 01 dan 11, bersumber dana APBN Rp116.187.000,- serta rencana swadaya Rp4.025.000 atau keseluruhannya Rp120.212.000,- selama 90 hari kalender waktu pelaksanaannya, penanggungjawab KSM Sindangwargi.

Serta jenis pekerjaan “SPAL” penanggungjawab KSM Babakan Anyar berlokasi di RT. 2 dan 4/RW. 11 bervolume pekerjaan sepanjang 128 meter, bersumber dana APBN Rp39.820.000,- serta rencana swadaya Rp1.744.000 atau keseluruhannya Rp41.594.000,- juga berlangsung selama 90 hari kalender waktu pelaksanaannya.

Jalanj Lingkungan Segera Berkonstruksi Hotmix.

Anggota “Badan Keswadayaan Masyarakat” (BKM), Agus Setiawan mengemukakan realisasi program Kotaku itu dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, lantaran menghilangkan kekumuhan lingkungan, menjadi lancarnya saluran drainase, serta menjadikan kondisi jalan lingkungan tertata rapih.

Dikatakan, dari alokasi pagu anggaran Rp500 juta, tahap pertama bisa merealisasikan pekerjaan bernilai Rp350 juta (70 persen realisasi anggaran), disusul kemudian pencairan pagu anggaran berikutnya Rp150 juta (30 persen), sedangkan BOP BKM bernilai Rp5 juta.

 

**********