Garut Dijadikan “WATSAN” Federasi Internasional Palang Merah

0
18 views
Agus Heryanto Bersama Delegasi Asal Nepal.

“Delegasi Negara Asia-Pasifik Bermarkas di Kecamatan Samarang”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 02/08 – 2016 ).

Agus Heryanto Bersama Delegasi Asal Nepal.
Agus Heryanto Bersama Delegasi Asal Nepal.

Tujuh delegasi Negara Asia-Pasifik dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah difasilitasi PMI Pusat, dan PMI Kabupaten Garut. Menjadikan kabupaten setempat sebagai titik lokasi simulasi “Water Sanitation” (Watsan).

Rangkaian helatan selama tiga hari sejak, Senin (01/08-2016), di Desa Sukakarya wilayah Kecamatan Samarang tersebut. Berlangsung di Arboretum, SDN Tanjung Karya 3, serta bantuan MCK bagi penduduk desa itu.

Agus Heryanto, Agus Lestyawan Bersama Delegasi Asal New Zaeland.
Agus Heryanto, Agus Lestyawan Bersama Delegasi Asal New Zealand.

Kepala Markas PMI Kabupaten Garut, Agus Heryanto, S.Sos, M.Si katakan, ketujuh delegasi ini masing-masing berasal dari Filipina, Nepal, Myanmar, Maladewa, Adelaide Australia, Afghanistan, serta dari Negara Bangladesh.

Mereka antara lain didampingi fasilitator, dari Malaysia dan News Zealand, juga Tim Leader Garut dari Nepal Samista, serta dipandu Senior Water, Sanitation and Hygiene Officer, Agus Lestyawan.

Selama di Garut, menyelenggarakan simulasi terjadinya bencana alam. Kemudian mengemas pemenuhan kebutuhan air bersih beserta sanitasi untuk para pengungsi, maupun korban bencana.

Simulasi Kerap Diawali Diskusi Sengit.
Simulasi Kerap Diawali Diskusi Sengit.

Meski sekalipun sumber air yang diperolehnya tidak bersih, atau kotor bahkan berbau. Namun terlebih dahulu diolah menjadi jernih dan hygiene kemudian disalurkan melalui jaringan sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan.

Sedangkan dipilihnya Kabupaten Garut sebagai titik lokasi penyelenggaraan simulasi Watsan, di antaranya lantaran kabupaten tersebut dinilai rawan terjadinya bencana alam letusan gunungapi, tanah longsor, tanah bergerak, gempa bumi hingga bencana tsunami, ungkap Agus Lestyawan.

Selain kegiatan simulasi, juga menggelar advokasi pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat bagi kalangan generasi penerus maupun pelajar SDN Tanjung Karya 3, serta bantuan perbaikan serta pembangunan MCK di Desa Sukakarya.

Penampungan Air Bersih.
Penampungan Air Bersih.

Fasilitator asal New Zealand Anna Zarkovic kepada Garut News antara lain katakan, sangat senang menyelenggarakan kegiatannya di Garut, selain panorama dan udara alamnya sangat nyaman, juga penduduknya pun ramah-tamah.

“Sepertinya saya berada di kampung halaman sendiri,” ungkap Anna Zarkovic dan menyatakan, ragam pengetahuan sosial budaya masyarakat serta pengalamannya di Garut, bakal dijadikan kajian serius untuk kegiatan serupa di negara lain, bahkan di negaranya sendiri.

Ungkapan senada juga dikemukakan Tim Leader Garut asal Nepal, Samista, juga delegasi lainnya termasuk Isabel Besinib dari Filipina, yang ditemui Garut News secara terpisah.

Di antara Piranti Simulasi.
Di antara Piranti Simulasi.

Agus Heryanto menambahkan pula, sedikitnya delapan personil “Korps Suka Relawan” (KSR) PMI Kabupaten Garut juga diikutsertakan pada setiap seluruh rangkaian penmyelenggaraan simulasi Watsan itu.

Dengan dibantu sejumlah personil PMI kabupaten setempat.

Agung Lestyawan menjelaskan, total delegasi mencapai 21 berasal dari 14 Negara Asia Pasifik. Mereka masing-masing tujuh delegasi menyelenggarakan kegiatan serupa untuk pertama kalinya di Kabupaten Garut, Jatinagor, serta di Semarang Jawa Tengah. Sebelumnya berlangsung pula di Jepang, Perancis, dan Inggris.

Delegasi Asal Philipina.
Delegasi Asal Filipina.
Delegasi Asal Nepal Juga Kagumi Gunungapi di Garut.
Delegasi Asal Nepal Juga Kagumi Gunungapi di Garut.

Agus Heryanto juga Dosen Universitas Garut, dijadwalkan Rabu (03/08-2016), bersama sekitar 84 dosen pembimbing lainnya, mendampingi kuliah kerja nyata 928 mahasiswa universitas ini, pada 42 desa di enam wilayah kecamatan Selatan Garut.

Para mahasiswa semester tujuh tersebut, berasal dari seluruh tujuh fakultas, menyelenggarakan kuliah kerja nyata selama 35 hari, berakhir pada 5 September 2016 mendatang.

 

*******