Garut Dihebohkan Postingan Medsos, Wahyudijaya Bersama Bupati Meradang

0
69 views

“Aya-aya Wae …. Bro. He..he”

Ilustrasi Repro Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 21/12 – 2016 ).

aa190Menyusul dihebohkannya banyak kalangan termasuk para pejabat di lingkungan Pemkab Garut, lantaran beredarnya postingan “media sosial” (medsos) Facebook (FB) adanya tudingan “monohok ulu hati” berupa praktik jual beli jabatan pada pengisian jabatan Perangkat Daerah baru kabupaten setempat kini sedang diproses.

Menjadikan Wahyudijaya (W) bersama Bupati Rudy Gunawan “meradang”, bahkan dikabarkan mereka menempuh jalur hukum, katanya. (Aya-aya wae…… He..he/red).

Pada postingan FB muncul, Senin (19/12-2016) malam sekitar pukul 19.00 WIB kemudian disadur serta beredar melalui WhatsApp (WA) tersebut, ada dialog antara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut Wahyudijaya (W) dengan seseorang perempuan bernama Novianti Nila Mazna (N) asal Klari Karawang Kota.

Selain dari nada percakapan kedua nama itu cukup akrab, juga isi percakapannya pun seputar situasi dan kondisi mutasi pejabat Pemkab Garut, yang bakal diumumkan akhir Desember ini.

Namun yang menjadi “runyam”, dalam percakapan ini terkesan ada praktik jual beli jabatan pada pengisian jabatan Perangkat Daerah baru Kabupaten Garut dengan menyeret nama Bupati Garut.

Berikut isi percakapan cukup “sensitif dan berdampak sistemik” yang beredar melalui medsos tersebut:
(W) : kabar baik cantik !
(N) : waduh tersanjung, gimana situasi mutasi di Garut kang ?
(W) : Ya begitu lah duit yang tetap berbicara
(N) : Kok garut masih gitu yah ? memang bupatinya gak takut KPK ?
(W) : Kayanya cuman kambing yang gak suka duit
(N) : Kok gitu yah, berarti Rudy Omdo dong ?
(W) : kan dia butuh biaya. cost politiknya kan gede….apalagi nanti tahun 2018
(N) : Wah rakyat lagi-lagi jadi korban…..jeblosin aja kang ?
(W) : Mainkan !
Tetapi Wahyudijaya membantah keras dirinya bercakap-cakap dalam FB atau WA itu. Dia menyatakan akunnya dibajak pihak lain.

Dia menegaskan tak pernah melakukan dialog seperti itu dengan siapapun. Dia juga mengatakan tak mengenal akun Novianti Nila Mazna yang mengupload percakapan mengenai kebijakan mutasi di Garut diwarnai praktik politik uang itu.

Maka merasa dicemarkan nama baiknya, Wahyudijaya kemudian melaporkan pihak dinilainya mencatut nama dan foto dirinya serta memposting percakapan soal mutasi itu ke Polres Garut.

“Setelah ada persetujuan Pak Bupati, akun itu saya laporkan, dan nama-nama ditandai juga dicatat untuk ikut dimintai keterangan,” ungkap Wahyudijaya, Selasa (20/12-2016) sore.

Ungkapan senada Wahyudijaya, dikemukakan Bupati Rudy Gunawan yang menyatakan dirinya merasa dicemarkan nama baiknya atas beredarnya percakapan soal mutasi di medsos tersebut.

“Akan dilaporkan. Supaya ada suatu penegakan hukum dalam masalah ini. Saya ingin tahu. Nanti, Pak Wahyu harus lapor, nanti itu akan terlacak. Apabila diketahui siapa pelakunya, saya akan pidanakan itu. Karena pencemaran nama baik ke kita,” katanya.

Dia juga membantah adanya soal praktik jual beli jabatan atau politik uang maupun suap menyuap berkaitan pengangkatan pejabat atau pengisian jabatan seperti diperbincangkan dalam medsos mengatasnamakan Wahyudijaya dengan seseorang di WA itu.

“Tak ada permainan uang untuk memuluskan rotasi-mutasi atau lelang jabatan di lingkungan Pemkab Garut,” katanya pula.

*********

(nz, jdh).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here