Garut Datangkan Pemenuhan Hewan Qurban dari Luar

by

Garut News, ( Kamis, 19/09 ).

Ilustrasi. (Ist).
Ilustrasi. (Ist).

Meski populasi hewan ternak besar di Kabupaten Garut, cukup banyak, bahkan menempati urutan kedua di Provinsi Jawa Barat.

Namun Kabupaten Garut masih kudu mendatangkan pasokan hewan kurban dari luar daerah.

Lantaran, ketersediaan hewan ternak besar siap digunakan pemenuhan keperluan ibadah qurban jumlahnya terbatas dibandingkan kebutuhan.

Demikian dikemukakan Kabid Bina Usaha Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) kabupaten setempat, Dida Kardiana Endang, Rabu (18/09).

Dikemukakan, hasil pendataan dan pencacahan BPS 2013 menunjukkan, total populasi hewan ternak besar di Kabupaten Garut mencapai 58.473 ekor.

Terdiri jenis sapi potong, sapi perah, dan kerbau.

Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Garut sebagai daerah berpopulasi ternak besar kedua terbanyak di Jabar, katanya.

Sedangkan posisi pertama ditempati Kabupaten Bogor, memiliki total populasi ternak besar 63.383 ekor.

Disusul posisi ketiga terbanyak, Kabupaten Tasikmalaya mencapai 54.846 ekor.

“Sekalipun populasinya banyak, tetapi berapa siap dipakai qurban? Belum lagi, kebanyakan peternak memelihara sapi atawa kerbau itu sebagai tabungan. Maka, tetap pemenuhan kebutuhan qurban itu, Garut masih mendatangkannya dari luar daerah. Terutama dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkap Dida.

Kebutuhan hewan qurban di Kabupaten Garut ini, diperkirakan meningkat sekitar 5-10% dibandingkan tahun lalu.

Tahun lalu, kebutuhan hewan qurban di Kabupaten Garut berjenis sapi mencapai berkisar 2.000-2.500 ekor, domba 5.000-7.000 ekor, dan kambing 1.000-2.000 ekor.

Dalam pada itu, penyediaan sapi berkisar 800-1.000 ekor, domba 7.000-10.000 ekor, dan kambing 2.000-2.500 ekor.

Sedangkan rencana pemasukan ternak sapi 1.500 ekor, domba 5.000-6.000 ekor, dan kambing 1.000-1.500 ekor.

Kendati terdapat kecenderungan kenaikan permintaan hewan qurban, Dida mengaku pun tak bisa memprediksi apakah meningkat itu kebutuhan hewan jenis ternak besar (sapi, kerbau) atawa domba, dean kambing.

Itu terkait mahalnya harga sapi saat ini, diikuti kenaikan harga domba.

Saat ini, sapi jenis peranakan onggol/putih bernilai sekitar Rp48.000-Rp49.000 per kilogram timbang hidup, dan sapi perah jantan seharga Rp45.000 per kilogram timbang hidup.

Maupun, harga seekor sapi rata-rata berkisar Rp11 juta-Rp15 juta.

Sedangkan domba untuk qurban dihargai berkisar Rp2 juta-Rp2,5 juta per ekor.

“Pada satu sisi, mahalnya harga sapi memungkinkan sapi lokal seperti dari Kecamatan Pameungpeuk harganya cukup murah, berkisar Rp11 juta-Rp12 juta menjadi alternatif. Bahkan sapi dari Madura juga harganya berkisar Rp10 juta-Rp12 juta per ekor, mulai memasuki di Garut. Tetapi apakah masyarakat tetap memilih sapi untuk qurbannya atawa beralih ke domba? Kita belum bisa memprediksi,” kata Dida.

***** Zainul, Jdh.