Garut Darurat/Epidemis HIV/AIDS Bupati Bantah Terdapat Korban PNS

0
21 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 27/12 – 2015 ).

Bupati Rudy Gunawan antara lain didampingi Pengelola Program “Komisi Penanggulangan AIDS” (KPA) kabupaten setempat, Gunturyana Hidayat, SE . membantah keras Ada PNS Pemkab Garut Didera HIV/AIDS.
Bupati Rudy Gunawan antara lain didampingi Pengelola Program “Komisi Penanggulangan AIDS” (KPA) kabupaten setempat, Gunturyana Hidayat, SE . Membantah keras Ada PNS Pemkab Garut Didera HIV/AIDS.

Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini berkondisi “darurat” atawa epidemis HIV/AIDS.

Tetapi bupati setempat Rudy Gunawan membantah keras ada PNS di lingkungannya terinfeksi.

Atawa menjadi korban jenis penyakit mematikan tersebut.

 “Tak ada PNS kena HIV/AIDS, sedangkan yang darurat HIV/AIDS itu tak hanya Garut. Melainkan seluruhnya darurat HIV/AIDS,” katanya ketika didesak pertanyaan Garut News di Lapangan Merdeka, Ahad (27/12-2015).

Gunturyana Hidayat Jelaskan Kepada Bupati Mengenai HIV/AIDS Menurut Faktor Resiko di Kabupaten Garut.
Gunturyana Hidayat Jelaskan Kepada Bupati Mengenai HIV/AIDS Menurut Faktor Resiko di Kabupaten Garut.

Kembali didesak pertanyaan jika ternyata terdapat atawa banyak PNS menjadi korban HIV/AIDS…? Rudy Gunawan antara lain katakan, ragam upaya penanggulangan selama ini pun semakin gencar dilakukan.

Bahkan, permasalahan HIV/AIDS ini, harus dibuka selebar-lebarnya agar seluruh komponen dan elemen masyarakat bisa bersama-sama ikut serta mencegah, serta menanggulangi, katanya pula pada Peringatan Hari AIDS se Dunia tingkat Kabupaten Garut.

Sebelumnya Garut News memberitakan, indikasi kuat  “darurat” atawa epidemis HIV/AIDS, sekarang semakin mengepung ragam kalangan termasuk PNS di kabupaten tersebut.

Diakui Garut Darurat HIV/AIDS.
Diakui Garut Darurat HIV/AIDS.

Dari kisaran 435 hingga 437 kasus jenis penyakit mematikan itu, antara lain 340 kasus di antaranya mendera kelompok usia 25 hingga 39 tahun, serta 26 kasus melanda kelompok usia 10 hingga 24 tahun, dengan akar permasalahannya faktor geografis, dan sosial, ungkap Denden Supresiana.

Direktur Eksekutif “Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia” (PKBI) kabupaten setempat itu, katakan dari 148 kasus HIV/AIDS akibat penasun (jarum suntik narkoba) terindikasi kuat terdapat korban dari kalangan PNS.

Juga dari 56 kasus kategori “High Risk Man” (HRM/Pria Berisiko Tinggi) juga disinyalemen terdapat kalangan PNS, sehingga sedikitnya dua PNS di Garut didera HIV/AIDS.

Sedangkan 24 kasus lantaran Laki Seks Laki (LSL), 14 waria, dua kasus Wanita Penjaja Seks (WPS), 129 kasus pasangan Ristri, 15 kasus anak, serta lima kasus tak terdeteksi.

Merenung Garut Semakin Dikepung HIV/AIDS.
Merenung Garut Semakin Dikepung HIV/AIDS.

Totalitas 435 kasus ini, terdiri 128 HIV, dan 307 AIDS, terdapat 161 penderita di antaranya meninggal dunia.

Kabupaten Garut juga berposisi atawa peringkat kesepuluh dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, namun ragam upaya penanggulangannya terus-menerus kian gencar dilaksanakan, katanya.

“Lantaran ‘Perilaku’ Menyimpang Garut Dikepung 437 Kasus HIV/AIDS”

Lantaran kian merebak-maraknya penyimpangan perilaku selama ini. Menjadikan Kabupaten Garut, hingga akhir Nopember 2015 dikepung 437 kasus HIV/AIDS.

Inilah Fakta Fenomena Gunung Es....
Inilah Fakta Fenomena Gunung Es….

Mereka pengindap virus mematikan tersebut, tersebar pada 29 dari 42 wilayah kecamatan.

Bahkan tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Garut Kota mencapai 111 kasus AIDS, serta 34 kasus HIV.

Sekretaris Harian pada “Komisi Penanggulangan AIDS” (KPA) kabupaten setempat, Dede Rohmansyah, M.Kes antara lain mengemukakan “perilaku” bermasalah itu, merupakan akar masalah atawa penyebab utama terjadinya kasus HIV/AIDS.

Sehingga pada rangkaian helatan peringatan Hari AIDS Sedunia 2015 ini, mengusung tematik “Perilaku Sehat”, maka sangat diperlukan kesadaran masyarakat, terutama penderita HIV/AIDS senantiasa mencari solusi dan berkonsultasi, agar bisa mendapat pemahaman baik, dan benar mengenai perilaku sehat tersebut.

HIV/AIDS Rambah Ragam Kalangan di Garut, Jawa Barat.
HIV/AIDS Rambah Ragam Kalangan di Garut, Jawa Barat.

Menyusul para pengindap jenis penyakit itu, kini mendera ragam kalangan masyarakat, ungkap Dede Romansyah.

Didesak pertanyaan semakin terindikasi kuat kian merebak-maraknya titik lokasi serta aktivitas transaksi badani, menjadikan salah satu penyebab terdapatnya 129 suami dan istri di kabupaten itu, didera serangan HIV/AIDS……?

Rohmansyah menyatakan KPA konsisten dengan komitmen mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS.

Karenanya beragam kegiatan lain pun, di antaranya konsultasi dan advokasi termasuk sosialisasi upaya penanggulangan senantiasa diselenggarakan, katanya.

Perkembangan HIV/AIDS Garut, Misiris Bahkan Memilukan.
Perkembangan HIV/AIDS Garut, Sangat Miris Bahkan Memilukan.

Sebelumnya pula dilaporkan Garut News.

Terindikasi kuat kian merebak-maraknya titik lokasi serta aktivitas transaksi badani di Kabupaten Garut.

Menjadikan salah satu penyebab.

Terdapatnya 129 suami, dan istri di kabupaten setempat.

“Didera serangan virus mematikan”

Mereka terdiri 91 suami-istri penderita AIDS, serta 38 suami-istri didera HIV.

Tersebar pada 12 wilayah kecamatan.

Dari 129 suami-istri penderita HIV/AIDS itu pun, 40 persen di antaranya tertular dari istri.

Didominasi Wilayah Kecamatan Garut Kota.
Didominasi Wilayah Kecamatan Garut Kota.

Sedangkan 60 persen lainnya ditularkan dari suami.

Masing-masing terdapat di wilayah Kecamatan Malangbong, Kersamanah, Balubur Limbangan.

Kemudian Kadungora, Leles, Banyuresmi, Karangpawitan, Pameungpeuk, Garut Kota, Cikajang, Tarogong Kidul, serta pada wilayah Kecamatan Tarogong Kaler.

Kondisi data base sangat memprihatinkan 129 suami-istri pengindap jenis penyakit ini, yang tercatat hingga akhir Nopember 2015.

Sampai sekarang masih “intens” dilakukan upaya serius penanggulangannya.

Seluruh penderita 437 kasus HIV/AIDS hingga akhir Nopember 2015 di Kabupaten Garut tersebut.

Terdapat 184 kasus di antaranya akibat penasun atawa pengunaan jarum suntik narkoba tak steril.

Mereka terdiri 136 penderita AIDS, dan 48 didera HIV.

Fenomena Resmi yang Tercatat.
Fenomena Resmi yang Tercatat.

Disusul antara lain 26 kasus “lelaki seks lelaki” (LSL) meliputi sembilan AIDS, serta 17 HIV.

Selanjutnya mendera 14 waria yang didera 10 kasus AIDS, dan empat penderita HIV, terdapat pula dua kasus AIDS diderita wanita penjaja seksual.

Kemudia HRM maupun kalangan pelanggan seksual terdapat 56 kasus terdiri 40 AIDS dan 16 HIV.

Sedangkan 15 kasus pada anak di Kabupaten Garut ini.

Terdiri 10 didera AIDS, dan lima penderita HIV.

Penyebaran Aktivitas Transaksi Badani.
Penyebaran Aktivitas Transaksi Badani.
Puncak Peringatan Hari AIDS se Dunia di Kabupaten Garut.
Puncak Peringatan Hari AIDS se Dunia di Kabupaten Garut.

Hingga kini total yang meninggal dunia tercatat 161 penderita.

“Sehingga masih menyisakan sekitar 276 kasus HIV/AIDS,” katanya.

 

 

********