Garut Darurat Narkoba, Penanganan Penyalahguna Dinilai Rancu

0
53 views

“Kinerja BNN Garut Juga Dinilai Belum Maksimal”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 28/04 – 2016 ).

Ilustrasi. 55 Warga Binaan Pemasyarakatan Narkoba Banceuy Bandung Dipindahkan ke Lapas Garut, Rabu (27/04-2016).
Ilustrasi. 55 Warga Binaan Pemasyarakatan Narkoba Banceuy Bandung Dipindahkan ke Lapas Garut, Rabu (27/04-2016).

Penanganan para penyalahguna narkotika di Garut masih rancu.

Para pecandunya yang merupakan korban “disinyalir” banyak divonis penjara, kemudian ditempatkan pada “Lembaga Pemasyarakatan” (Lapas).

Mereka “terindikasi” pula disatukan dengan para bandar, sindikat, dan pengedar gelap narkoba.

Padahal fakta empiris tegas menunjukan peredaran narkotika di dalam Lapas juga “kuat diindikasikan” merebak-marak.

Demikian antara lain lantang disuarakan kalangan Pengurus Cabang “Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia” (PMII) kabupaten setempat, pada rangkaian aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima kemudian mereka bergerak mendatangi gedung DPRD Garut, Kamis (28/04-2016).

Narapidana Narkotika Dikawal Ektra Ketat.
Ilustrasi. Narapidana Narkotika Dikawal Ektra Ketat.

Para pengunjuk rasa dengan “Koordinator Lapangan” atawa Korlap Ajat Sudrajat bergantian berorasi; berdasar Inpres Nomor. 11/2011 Tentang Pelaksanaan Kegiatan dan Strategi Nasional P4GN, mengintruksikan seluruh aparat dan masyarakat Indonesia untuk “Memberantas Narkoba dan Memerangi Narkoba” harus didukung semua pihak.

Salah satunya BNN Kabupaten Garut, namun kenyataannya BNN kabupaten setempat dinilai masih belum bekerja maksimal dalam memerangi Narkoba.

Padahal berdasar hasil survei BNN Provinsi Jabar, Garut mendapatkan peringkat ke-2 sebagai sarang narkoba, sedangkan Garut sebagai “Kota Santri”, ironisnya kini berubah menjadi “Garut Darurat Narkoba”.

Bahkan diperparah “diduga kuat” terdapat beberapa anggota DPRD kabupaten ini, terindikasi menikmati barang haram tersebut.

Ilustrasi. 55 Warga Binaa Pemasyarakatan Narkotika Banceuy Menjadi WBP Lapas Garut.
Ilustrasi. 55 Warga Binaan Pemasyarakatan Narkotika Banceuy Menjadi WBP Lapas Garut.

“Tentunya kami menolak, dan menginginkan agar BNN segera mengusut tuntas anggota DPRD, serta beberapa pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab/Setda setempat,” tandas para pengunjuk rasa.

PMII juga mendesak tuntutannya, agar BNN Kabupaten Garut segera melaksanakan tes urine dan/atau tes rambut para anggota DPRD, lantaran sejak berdirinya BNN di Garut dinilai “tak punya nyali” melakukan test urine ke DPRD, “padahal di depan mata”.

Kemudian transparansi hasil test urine tahun-tahun sebelumnya kepada publik, agar ada kejelasan terkait penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Pemkab Garut.

Disusul mendesak optimalisasi strategi P4GN, segera bangun fasilitas rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan Narkoba sebagai upaya meminimalisir pecandu narkoba.

Ilustrasi. Lapas Kelas II B Garut.
Ilustrasi. Lapas Kelas II B Garut.

Sedangkan Polres, agar menangani kasus penyalahgunaan Narkoba diharapkan memerhatikan dan jeli dalam menjerat penyalahguna, sehingga sesuai dengan Undang-undang Narkotika Nomor 35/2009.

Segera berkoordinasi dengan pihak BNN dalam rangka melakukan P4GN.

Kemudian Bupati Garut, diharapkan melakukan sanksi, baik berupa teguran maupuyn pemecatan jika ada PNS terbukti menikmati Narkoba.

Diharapkan menginstruksikan Satpol-PP, BPMPT agar mengawasi apotek, klinik, berkaitan penjualan obat mengandung unsur Narkoba.

Juga diharapkan menginstruksikan Dinas Sosial menangani pelaku “ngelem”, serta membuat sarana rehabilitasi pengguna Narkoba.

Demikian desakan tuntutan PMII, supaya segera direalisasikan segera, tandas Ajat Sudrajat pula.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here