Garut Darurat Miras Oplosan Tewaskan Sepuluh Korban

0
80 views

Garut News ( Rabu, 03/12 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Korban tragis menenggak “minuman keras” (miras) oplosan di Garut bertambah dua menjadi 13. Dua korban baru tersebut Den(22) asal Cibatu dan Fir(20) asal Kampung Cinunuk Wanaraja.

Den meregang nyawa sekitar 30 menit setiba di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU dr Slamet Garut, Selasa (02/12-2014) sekitar pukul 18.00 WIB.

Sedangkan Fir masuk IGD pada Rabu (03/12-2014) sekitar pukul 13.30 WIB, hingga kini masih dirawat intensif lantaran berkondisi kritis.

Tewasnya Den, korban meninggal akibat menenggak miras oplosan menjadi 10. Korban tewas sebelumnya An(19) penduduk Kampung Ciateul Tarogong Kaler, Er(20) asal Jalan Guntur Garut Kota, Dan(23) Kampung Sindangheula Garut Kota, Bud(24) Kampung Margawati Garut Kota, Sob(25) Garut Kota, As(18) Sirnajaya Tarogong Kidul, Yan(24) Bayongbong, Rip(18) Bayongbong, dan Sud(15) asal Sukaregang Garut Kota.

Sedangkan dua korban lain sebelumnya kritis dan dirawat di IGD, kakak beradik Ron(22) dan Rom(17) dipindahkan di ruang perawatan kamar 3 Jamrud sebab kondisinya mulai membaik, kendati masih lemas.

Bagian Hubungan Masyarakat RSU dr Slamet Garut Ade Sunarya katakan, jenazah Den langsung dibawa kembali pihak keluarga dilakukan pengurusan dan tak dilakukan otopsi.

Sebelumnya dia menduga para korban ini menengggak miras oplosan bersama-sama satu kelompok. Belakangan diketahui masing-masing korban berpesta miras oplosan terpisah dan tak saling berhubungan.

Bahkan kakak beradik Rom, dan Ron juga tak saling mengetahui apabila masing-masing dirinya mengonsumsi miras oplosan.

Rom menenggak miras oplosan di rumahnya, sedangkan Ron mengonsumsi miras oplosan tersebut di suatu tempat pinggir jalan.

“Kakak beradik ini juga bahkan tak tahu jika ada yang tewas akibat minum miras oplosan seperti mereka minum,” ungkap Ade.

Namun Ade menduga dari pernyataan korban selamat dan rekannya, miras oplosan dikonsumsi para korban berasal dari sumber pedagang sama sekitar lingkungan Terminal Guntur Ciawitali Garut.

Miras oplosan itu populer dengan sebutan minuman paket cherrybell. Harga per plastik setara satu liternya bervariasi bergantung jenis oplosan, mulai Rp10.000, Rp15.000, hingga Rp20.000 per plastik.

“Warna cherrybell ini mirip air teh, dan dipaket per plastik. Biasa beli di sana apabila mau acara mabuk-mabukan. Tetapi memang katanya rasanya waktu malam Minggu kejadian itu agak lain dari biasa. Begitu diminum, tak lama kemudian badan terasa panas, lalu mual-mual, dan pusing. Mata pun jadi rabun. Padahal biasanya setelah minum minuman itu badan dan pikiran terasa enjoy,” kata salah seorang teman korban selamat, menolak disebutkan identitasnya.

Dia katakan tak mengetahui jenis-jenis bahan campuran miras tak bermerek itu. Hanya keberadaan pedagang miras bersangkutan dikenal sejak lama.

Bahkan di sejumlah kota kecamatan pun dengan mudah diperoleh miras sejenis lantaran para pedagangnya biasanya saling mengenal, dan terkadang seorang pedagang memiliki sejumlah kios di beberapa lokasi terpisah.

“Kalau melihat seperti ini kejadiannya, saya juga jadi ngeri. Kapok lah,” katanya.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here