G2W Desak Tim Verifikasi CPNS-TKK-K2 Transparan

Garut News ( Selasa, 13/05 – 2014 ).

Asep Sulaeman Farouq. (Foto: John Doddy Hidayat).
Asep Sulaeman Farouq. (Foto: John Doddy Hidayat).

“Garut Governance Watch” (G2W) mendesak Tim Verifikasi CPNS kalangan “Tenaga Kerja Kontrak Katagori 2″ (TKK-K2) Pemkab setempat bersikap transparan.

Sekjen G2W Dedi Rosadi kaatakan, tim verifikasi kudu bertindak tegas, terkait kabar mereka menemukan 100 TKK-K2 mengundurkan diri lantaran berkasnya tak lengkap.

Masih kata Dedi, para CPNS itu terbukti melakukan pemalsuan data.

“Sebutkan namanya, dan instansi mana terjadi tindakan pemalsuan data TKK-K2 itu,” tegas Dedi, Senin (12/05-2014).

Menyusul, lanjut Dedi, tindakan pemalsuan data itu masuk ranah pidana korupsi, seperti diatur pada UU No 31/1999 jo pasal 9 UU No 20/2001.

Diingatkan, tim tersebut jangan hanya melakukan verifikasi dan validasi, melainkan juga menuntut mereka melakukan pemalsuan data, dan diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

“Jangan hanya lantaran diperintahkan BKN, melainkan serius demi kepentingan masyarakat banyak. Ini bukan saja masalah pidana, melainkan juga berurusan dengan ribuan orang haknya direnggut,” tandas Dedi.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Verifikasi CPNS TKK-K2, Asep Sulaeman Farouq mengakui, terdapat seratus lebih CPNS TKK-K2 gagal diangkat menjadi PNS, sebab tak bisa memenuhi berkas persyaratan seperti ditentukan BKN.

Asep juga Kepala Badan Kepegawaian dan Dikat (BKD) itu, mengakui pula kemungkinan jumlah CPNS TKK-K2 gagal diangkat bisa lebih banyak lagi.

Ini lantaran proses verifikasi faktual CPNS TKK-K2 masih terus berlangsung hingga 31 Mei mendatang, katanya.

Seperti diberitakan, sebanyak 1.285 TKK-K2 di lingkungan Pemkab Garut dinyatakan lulus seleksi CPNS TKK-K2/2013.

Namun belakangan, banyak di antara mereka dinilai tak berhak dan tak layak lolos CPNS.

Disinyalir terjadi kecurangan, dan manipulasi data TKK-K2.

*******

Noel, JDH.

Related posts