Fungsi Utama Kawasan Garut Belum Dipedulikan/Ditabrak

by
Kondisi Lintasan DAS Cimanuk Kian Sarat Ragam Jenis Bangunan.

“Makin Sangat Rawan Bencana Meteorologi dan Klimatologi”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 08/10 – 2017 ).

Kondisi Lintasan DAS Cimanuk Kian Sarat Ragam Jenis Bangunan.

Masih belum dipedulikan bahkan Ditabraknya fungsi utama kawasan pada konsepsi tata ruang wilayah berbasis konservasi dan mitigasi, menjadikan Kabupaten Garut, Jawa Barat, sangat rawan bencana meteorologi dan klimatologi.

Bantaran DAS Cimanuk Juga Sarat Dijadikan Areal Pertanian.

Sehingga bupati setempat sebagai penanggungjawab koordinator pembuatan tata ruang wilayah, patut secara menyeluruh bisa menyerap ragam kontribusi solusi dari pelbagai komponen dan elemen masyarakat.

Sedangkan masih ditabraknya fungsi utama kawasan tersebut, juga sebagai indikasi kuat terjadinya degradasi moral selama ini, juga sekaligus sebagai akar utama permasalahan lingkungan selama ini.

Kian Berkondisi Kritis.

Demikian salah satu simpulan pandangan mengenai kondisi lingkungan,. yang dihimpun dari beragam sumber Garut News, termasuk dikemukakan pemerhati tata ruang wilayah, Haryono, Ahad (08/10-2017).

Kondisi selama ini, juga diperparah masih gagalnya membebaskan nyaris seluruh lintasan bantaran “Daerah Aliran Sungai‘ (DAS) Cimanuk dari pemukiman penduduk, termasuk dari bangunan milik pemerintah.

Antara lain komplek bangunan RSU dr Slamet, yang bagian belakangnya relatif rapat dengan bantaran Sungai Cimanuk.

Makin Rawan Bencana.

Padahal meteorologi memiliki makna Meteoros : benda yang ada di dalam udara kemudian Logos : ilmu/kajian. Sehingga Meteorologi ilmu yang mempelajari proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi di lapisan atmosfer (troposfer).

Sedangkan Klimatologi berasal dari kata : klima: kemiringan bumi (lintang tempat) dan
logos: ilmu. Karena itu klimatologi, ilmu yang mencari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa berbeda, keterkaitan degan aktivitas manusia.

 

********