Foto Pekan Ini “Berikan Aku Bunga Perbankan”

Penyusun Esay/ Foto : John Doddy Hidayat, Perintis Pendirian “Lembaga Kantor Berita Nasional” (LKBN) ANTARA Manokwari, Papua Barat.

Garut News ( Sabtu, 25/01 -2014 ).

Mawar Berduri.
Mawar Berduri.

Meski “barangkali” kini, banyak kaum perempuan bertutur “berikan aku bunga perbankan”.

Namun, pesona vegetasi bunga sebenarnya pun, umumnya masih mereka kagumi.

Bahkan banyak di antara kaum “hawa” itu, selama ini tetap “concern” memelihara, merawat, juga menjaga beragam jenis bunga di halaman rumah, termasuk di dalam rumahnya.

Kecuali mungkin “bunga bangkai”, kendati dilindungi Undang-Undang RI.

bunga7“Tempo doeloe, bunga itoe paling banyak dijadikan wahana atawa sarana menyampaikan “cinta” dari seorang pria pada kekasih, atawa calon istrinya”

Bahkan hingga kini, maknanya masih relatif sama.

Kendati mungkin, paling efektif memberikan “bunga perbankan”, dipastikan juga barangkali kekasih atawa calon istri itu, hatinya bisa menjadi lebih “berbunga-bunga”.

bunga8Dibandingkan jika hanya diberi bunga mawar, maupun anggrek hitam langka dari Papua, sekalipun.

Atawa idealnya diberi keduanya, bunga perbankan sekaligus bunga mawar atawa anggrek bunga langka Papua.

Itulah fenomena bunga, amat-sangat lekat dengan nuansa keindahan memesona, enak dipandang.

bunga9Semerbak harum mewangi, kecuali tadi itu “bunga bangkai”, hanya elok dipandang, bukan untuk dicium.

Kecuali penasaran mencoba menciumnya.

Indah memesona bunga, antara lain bisa dijumpai pada Taman Pustaka Bunga.

Menyerupai “oase” di tengah Kota Bandung, selama ini sarat kemacetan arus lalu lintas.

bunga10Letaknya berhadapan hadapan dengan Taman Lansia di Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat.

Dilintasi kanal atawa selokan permanen, juga dilengkapi jembatan penyeberangan di dalam kedua taman tersebut.

Indahnya kemekaran kelopak bunga, juga bisa ditemui di tengah rimba hutan papua sekalipun.

bunga11Bahkan di Papua juga terdapat jenis “bunga abadi”, di wilayah Ransiki.

Mengingatkan kita pada satu warisan Wallace hingga kini abadi di Indonesia, garis Wallace membelah kawasan Nusantara.

Garis ini membentang dari Selat Lombok hingga ke utara menembus Selat Makassar.

bunga12Garis membagi ciri khas beragam jenis satwa, dan fauna termasuk bunga, pada habitatnya di belahan Barat dengan tengah atawa Timur Indonesia.

Melewati pengamatan bertahun-tahun, dari Ternate pada 9 Maret 1858, Alfred Russel Wallace menulis “On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from the Original Type.”

bunga1Dalam kegesaan, makalah ringkas itu dia tulis selama dua malam, setelah lebih dari sepuluh tahun dia berspekulasi, dan melakukan penelitian cermat.

Tulisan itu dikirim via pos dengan kapal Belanda, tepat setahun sebelum Charles Darwin merilis karyanya yang terkenal: ‘On the Origin of Species’.

Pada 2008 lalu, melalui ‘International Conference on Alfred Russel Wallace and The Wallacea’ di Makassar, peristiwa Ternate itu diperingati sebagai peristiwa akbar berulang tahun ke-150.

Tahun ini, tepat seratus tahun wafatnya Wallace pada 7 November 1913 dirayakan Wallace100 di seluruh dunia.

Di Indonesia, Wallace100 dirayakan dengan The Second International Conference on Alfred Russel Wallace and the Wallacea, dengan tagline “Defining Wallacea”, di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 10 – 13 November lalu.

bunga2Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Sangkot Marzuki menuturkan seluruh dunia merayakan Wallace100.

“Ada seminar, pameran di Singapura, Sarawak, India, Cina dan Inggris,” ungkap Sangkot di Wakatobi.

Kenangan bagi Wallace digelar di pelbagai kota di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Brazil, India, Sarawak, Singapura, dan kepulauan Nusantara.

Sangkot mengemukakan, karya unggul Wallace lahir dari perjalanan di Indonesia.

“Memang ada ditulis di Serawak, tetapi karya sejatinya ditulis di Ternate,” tuturnya merujuk pada naskah Wallace tentang evolusi.

Selain karya tulis tentang teori evolusi itu, satu warisan Wallace hingga kini abadi di Indonesia, garis Wallace membelah kawasan Nusantara.

Garis ini membentang dari Selat Lombok hingga ke utara menembus Selat Makassar.

Itulah, membedakan konferensi di Wakatobi dengan perhelatan lain di dunia.

bunga3“Konferensi lain masih membahas siapa lebih dahulu menemukan teori evolusi, Charles Darwin ataukah Wallace. Murni mengingat yang lama. Itu penting, lantaran kita kudu mengenang jasa pendahulu. Tetapi kita unik, sebab punya Wallacea,” Sangkot menjelaskan.

“Tak mungkin Singapura, Sarawak, atawa negara lain mengangkat tentang Wallacea.”

Wallacea mencakup Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara sebagai zona transisi terkurung dari Asia ataupun Australia oleh laut dalam.

Dengan demikian, warisan Wallace dunia itu berada di Indonesia.

Kawasan Wallacea dikenal bergelimang keanekaragaman hayati, baik di darat atawa perairan.

Tak mengherankan, perayaan dihadiri para pakar ini membahas masa depan Wallacea sebagai warisan masyarakat dunia.

Kondisi geografi unik, dengan pulau-pulau hasil pergulatan geologi jutaan tahun silam, mensyaratkan keseimbangan pembangunan dan konservasi.

bunga4“Fokusnya tak hanya daratan, namun juga kudu menyangkut perairan,” imbuh Sangkot.

Pesan itulah, ingin digemakan konferensi Wallace100 di Wakatobi kali ini.

“Kalau di tingkat daerah, di Ternate, Wakatobi, Makassar, mengerti nilai penting kawasan Wallacea,” bebernya.

“Kita ingin menyentuh para pengambil kebijakan di Jakarta.”

Bisa, dan maukah, kita hidup hari ini, memiliki komitmen serta konsisten bisa secerdas ilmuwan tersebut.

Atawa memelihara alam beserta isinya pun tak bisa.

Malahan merusak atawa menjarahnya demi kepentingan sesaat, hanya demi kepentingan pribadi.

Jawabnya, barangkali ; “Walaualam bi Sawab”

Meski Indonesia ini, memiliki beragam potensi berlimpah ruah.

bunga5Berikut tesis cerdas “Peter Drackers” dengan kesimpulan, sebenarnya di dunia ini, tak ada negara terbelakang, tetapi yang ada hanyalah negara yang salah urus.

Sedangkan tesis Enrique Penalosa, Walikota Bogota, Kolombia Amerika Latin, periode 1998-2001 menyebutkan, Kota yang hebat, bukanlah Kota yang banyak jalan Tolnya, melainkan kota yang anak kecilnya bisa bermain sepeda dengan nyaman, dan aman.

bungaokeDan inilah, mungkin selama ini bisa menjadi predator pesona beragam jenis bunga.

 

 

******

 

 

Esay dari Pelbagai Sumber.

Related posts

Leave a Comment