FOKSI Apresiasi Positip Taman Satwa Cikembulan Garut

by

“Ada Komodo Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jabar”

Garut News ( Selasa, 18/02 – 2014 ).

Inilah "Si Burung Merak" Cikembulan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Inilah “Si Burung Merak” Cikembulan. (Foto: John Doddy Hidayat).
“Forum Komunikasi Satwa Indonesia” (FOKSI) apresiasi positip terhadap pengelolaan Taman Satwa Cikembulan selama ini di Kadungora, Garut.

Lantaran taman satwa hingga kini masih satu-satunya di Provinsi Jawa Barat tersebut, dinilai berhasil membudidayakan hewan dilindungi Undang-Undang RI.

Berupa Kelahiran Macan Tutul (Panthera Pardus) betina, sekaligus merupakan kado khusus ulang tahun ke-201 Garut, Ahad, 16 Februari 2014.

Manager Taman Satwa itu, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Selasa (18/02-2014), katakan jajaran FOKSI sebagian besar kalangan jurnalis termasuk wartawan senior Rudi Badil, Senin (17/02-2014), menyempatkan pula melihat langsung kondisi Taman Satwa Cikembulan.

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.
Peninjauan langsung ini, juga terkait kegiatan “workshop” khusus mengenai Macan Tutul Jawa di Taman Safari Bogor pada Januari lalu.

Perhelatan itu penyelenggara kepanitiaanya dari Jajaran Keluarga Besar FOKSI.

FOKSI juga sangat “care” terhadap satwa liar dilindungi Undang-Undang RI, bahkan mereka memberikan motivasi meningkatkan kualitas kepedulian juga cinta terhadap satwa.

Rudi Badil kepada Garut News mengemukakan, Macan Tutul itu selain satwa khas Pulau Jawa, juga sebarannya hampir terdapat pada seluruh kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

Sehingga bisa dijuluki “Harimau Tatar Priangan”, katanya di Cikembulan, Senin (18/02-2014).

Sedangkan Harimau Jawa, kemungkinan kini punah, ungkap Rudi Badil juga dikemukakan rekan lainnya dari FOKSI.

Patung Komodo di Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).
Patung Komodo di Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).
Menyusul sepasang macan tutul disatu kandangkan sejak Nopember 2011, ternyata pada 28 Desember 2013 pukul 05.00 membuahkan keturunan di Taman Satwa Cikembulan.

Terlahir seberat 500 gram, panjangnya 30 cm, berketinggian 10 cm, berkondisi sehat atawa prima.

Induknya berusia empat tahun, diperoleh dari kawasan Gunung Cikuray pada Oktober 2011, kemudian diselamatkan dan dipelihara lembaga konservasi Taman Satwa Cikembulan, diberilah nama Si Kuray.

Sedangkan jantannya atawa Si Kupa berusia enam tahun, diselamatkan dan dipelihara, sebelumnya diperoleh dari Gunung Sawal di Desa Cikupa Kabupaten Ciamis, pada September 2009.

Sehingga kini koleksi satwanya bisa menjadi 113 spisies, dengan 532 populasi.

Terdiri AVIS 376 populasi, Reptil 24 populasi, serta beragam jenis mamalia 132 populasi.

Mereka menghuni areal taman satwa seluas empat hektare, dikelola 24 personil lembaga konservasi ini.

Selama 2013 dikunjungi sekurangnya 150 ribu pengunjung, dari pelbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat pula wisatawan asal luar negeri.

******

John.