Fitrah Tauhid

0
11 views
Ilustrasi.

Rabu , 24 May 2017, 17:20 WIB

Red: Agung Sasongko

Oleh: Wisnu Tanggap Prabowo

Fotografer : John Doddy Hidayat

Ilustrasi.
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menyembah Allah, yakni Tuhan Yang Esa bukan saja menjadi dasar NKRI yang pertama, melainkan juga adalah fitrah bawaan seluruh manusia. Allah berfirman, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [QS [30]: 30].

Termaktub di dalam Alquran informasi tentang sejarah agama umat manusia, sekaligus meluruskan anggapan bahwa agama purba yang dianut manusia dahulu kala adalah politeisme, animisme, atau dinamisme. Allah mengabarkan, seluruh umat manusia pada awalnya berada di atas akidah yang lurus ini. “Manusia dahulunya hanyalah satu umat.” (QS Yunus: 19).

Ibnu Katsir terkait ayat ini berkata bahwa kemusyrikan adalah hal yang baru muncul belakangan (Tafsir Ibnu Katsir). Sahabat Ibnu Abbas mengatakan, “Antara Adam dan Nuh terdapat jarak 10 abad, semuanya Islam [tauhid].” (Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam Tafsir, 29/99].

Seorang peneliti sejarah agama dan misionaris, Don Richardson, menulis dalam bukunya The Eternity in Their Hearts bahwa 90 persen agama tradisional dunia adalah monoteisme, tetapi Allah telah menegaskan bahwa 100 persen seluruh agama adalah tauhid. Setelah banjir besar, ketiga putra Nabi Nuh yang beriman sebagaimana bapaknya, yaitu Yafith, Sam, dan Ham berpencar dan melahirkan bangsa-bangsa.

Yafith adalah nenek moyang bangsa Eropa hingga Turki, Sedangkan Sam melahirkan bangsa Ibrani, Persia, Yaman, dan India. Adapun Ham adalah bapak dari bangsa Mesir, Hijaz, dan Afrika. (Sami bin Abdullah Al Maghluts, Atlas Siratul Anbiya’ war Rusul).

Tauhid inilah dakwah utama dan pertama seluruh Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat: ‘Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut’.” (QS an-Nahl: 36).

Dari keumuman ayat ini, umat manusia di benua Amerika, Asia, Afrika, Australia adalah manusia juga sebagaimana di Timur Tengah. Allah berfirman, “Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” [QS Fathir: 24]. Oleh sebab itulah, Allah mengutus ratusan ribu Nabi. Rasulullah berkata, “Jumlah para Nabi 124 ribu orang, 315 di antara mereka adalah Rasul.” [HR Ahmad no. 22288].

Seluruh Nabi dan Rasul dan Kitab-Kitab yang diturunkan, semuanya menyeru pada fitrah manusia, dahulu manusia bersatu di atasnya. “Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS al-Anbiya: 92).

Tauhid adalah sebaik-baiknya amal saleh sebagaimana syirik adalah seburuk-buruknya kezaliman. Tauhid adalah keabadian Surga, sedangkan syirik adalah kekekalan Neraka. Ia adalah fondasi shalat, puasa, haji, sedekah, dan berjihad dibangun di atasnya.

Apabila fondasi itu lemah atau hilang, apa pun yang didirikan akan roboh sia-sia. “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS al-An’am: 88). n

********

Republika.co.id