Fenomena Mobilitas Sayuran Lereng Kaki Gunungapi Papandayan

by

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 08/11 – 2015 ).

Sepeda motor sarat angkutan sayur-mayur turun gunung memenuhi kebutuhan pasar-pasar tradisional.
Sepeda motor sarat angkutan sayur-mayur turun gunung memenuhi kebutuhan pasar-pasar tradisional.

Fenomena denyut nadi mobilitas transfortasi produk sayur-mayur asal lereng kaki Gunungapi Papandayan di wilayah Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat.

Selain diangkut dengan truk serta jenis kendaraan bermotor roda empat lainnya.

Juga kerap diangkut menggunakan sepeda motor, yang selama ini banyak dimodivikasi sebagai sepeda motor gunung.

Setiap hari melintasi liukar jalan setapak menyisir lereng dan perbukitan, dari dan ke kebun penduduk.

Meluncur Turun Melesat Cukup Kencang.
Meluncur Turun Melesat Cukup Kencang.

Ragam sepeda motor gunung tersebut, selain acap dimanfaatkan mengangkut produk pelbagai jenis sayur-mayur.

Sekaligus sering pula dimanfaatkan sebagai moda angkutan rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Bahkan jika kondisi jalanan setapak pada lintasan lereng kaki gunungapi itu, licin berlumpur tebal lantaran diguyur hujan terus-menerus.

Banyak disikapi pengendaranya dengan memasang rante pada kedua roda sepeda motornya.

Sedangkan produk pertanian sayuran ini, selain dipasarkan di wilayah Kecamatan Cisurupan, dan Bayongbong.

Moda Angkutan Delman.
Moda Angkutan Delman, Sarat Membawa Barang Termasuk Sayur-mayur.

Banyak terdapat pula yang langsung dipasarkan di Pasar Ciawitali Guntur.

Dalam pada itu, kalangan konsumen Pasar Ciawitali Guntur, terutama kalangan pedagang eceran pada hampir pemilik kios di pemukiman penduduk, membawa sayur-mayurnya banyak menggunakan jenis moda angkutan delman.

Sehingga kerap disaksikan angkutan bertenaga kuda tersebut, sangat sarat dengan muatan belanjaan termasuk sayur-mayur.

********