Fenomena Memilukan Dinamika Anak Jalanan Tatar Garut

Garut News ( Jum’at, 18/04 – 2014 ).

Anjal di Terminal Guntur, Garut, Jawa Barat.
Anjal di Terminal Guntur, Garut, Jawa Barat.

Inilah barangkali, fenomena memilukan menyaksikan bahkan jika menelisik dinamika kehidupan “Anak Jalanan” (Anjal) di Tatar Kota Garut, Jawa Barat.

Betapa tidak, selain mereka terjerat zat adiktif, lem aica-aibon sangat menyengat penciuman itu.

Miris, Bahkan Amat-Sangat Memilukan.
Miris, Bahkan Amat-Sangat Memilukan.

Juga berada pada komunitas terminal, atawa pasar tradisional.

Dengan beragam kekumuhannya.

Namun kehidupan di dunia jalanan tersebut, mereka tapaki setiap hari dan entah hingga kapan berakhir.

Sejak mentari terbit hingga kembali tenggelam di telan malam, rutinitas ritme kehidupan mereka, ngamen atawa memburu rejeki hanya bisa sekedar menyambung hidup.

Berebut Bermain Layangan.
Berebut Bermain Layangan.

Terutama bisa terpenuhinya pembelian zat adiktif melumpuhkan syaraf motorik otak ini, jika terus-menerus dihirup, serta diisap sedalam-dalamnya.

Meski beberapa di antaranya, masih bisa bermain layang-layang menjelang senja.

Lokasinya, bukan di pematang atawa lapang terbuka hijau.

Melainkan pada lingkungan terminal non bis.

Terminal Guntur, Garut, Jawa Barat.

"Ngelem", Jalan Terus.
“Ngelem”, Jalan Terus.

Mereka kini jumlahnya mencapai ribuan.

Tersebar pada pelbagai lokasi sudut kota, termasuk di Alun-Alun atawa jantung Kota Garut.

Ternyata, dunia pendidikan menjadikan manusia arif dan bijak, masih belum berpaling pada dinamika kehidupan mereka itu.

Barangkali, selama ini pula.

Masing-Masing Dengan Dunianya.
Masing-Masing Dengan Dunianya.

Ada yang salah dari kita semua ….?

Kesalahan permanen tak disadari.

Atawa terlampau sibuk membela diri.

Sibuk dengan diri sendiri, memerebutkan pengaruh serta kekuasaan, semu.

Atawa bahkan mungkin terlampau sibuk, lantaran ingin jadi “presiden”.

Presiden siapa……?

Tak Peduli Lagi Lingkungan Sekitarnya.
Tak Peduli Lagi Lingkungan Sekitarnya.

Padahal Anjal, juga aset bangsa di negeri Bernama Indonesia ini.

Aset tercampakan, dan nyaris terlupakan sepanjang jaman.

Masihkah ada yang melirik mereka….?

Jawabnya…… barangkali pula, Walauhualam bi sawab.

 

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts