Fals Berpenampilan Tak Segarang-Tak Seliar Dahulu

0
76 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 06/06 – 2015 ).

Berpenampilan Bijak.
Berpenampilan Bijak.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (06/06-2015), menyajikan sosok pemusik atawa vokalis Iwan Fals, kini tampil sederhana bahkan kian rapih. Tak Segarang dan Tak Seliar Dahulu.

Dibandingkan pada awal memulai debut kariernya sebagai pencipta lagu, serta penyanyi yang banyak dikagumi atawa digemari kaula muda, dan mereka yang berhati muda.

Selama ini lagu-lagunya, ‘memotret’ kondisi sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 70’an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri.

Masih Tetap Memikat.
Masih Tetap Memikat.

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian di Jeddah, Arab Saudi, selama delapan bulan. Bakat musiknya makin terasah di usianya ke-13 tahun, saat Iwan banyak menghabiskan waktu mengamen di Bandung.

Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda, bahkan ia mengamen melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris paduan suara sekolah.

Kemudian, datang ajakan mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master.

Berkharisma.
Berkharisma.

Sedangkan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi Bahfen, dan Bambang Bule tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi pengamen.

Namun album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.

Setelah menjuarai festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip, serta diproduksi ABC Records.

Tetapi juga gagal, dan hanya dikonsumsi kalangan tertentu. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan rekaman sekitar 4-5 album.

Tetap Dipuja.
Tetap Dipuja.

Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani Willy Soemantri.

Iwan tetap menjalani profesi pengamen. Ia mengamen mendatangi rumah-rumah satu demi satu, kerap di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati, dan Iwan mulai mendapatkan beragam tawaran bernyanyi.

Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan TVRI.

Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.

Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan dilarang dan dibatalkan aparat pemerintah, lantaran lirik-lirik lagunya dinilai bisa memancing kerusuhan.

Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu bertema kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman memayungi Iwan Fals enggan atawa lebih tepatnya tak berani memasukkan lagu-lagu tersebut pada album untuk dijual bebas.

Jeda Sejenak.
Jeda Sejenak.

Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tak tertarik memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.

Rekaman lagu-lagu tak dipasarkan tersebut, kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang tak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, mengakibatkan dia berulang kali kudu berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.

Beberapa konser musiknya pada tahun 80’an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik.  Bahkan pernah juga dibubarkan paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu menyindir penguasa saat itu.

Bersama Para Pemusik Pengiringnya.
Bersama Para Pemusik Pengiringnya.

Pada April 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama dua pekan, sebab menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru.

Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror. Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi sangat berharga.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal.

Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 didukung penuh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Berkonser di Garut.
Berkonser di Garut.

Setelah kontrak dengan SWAMI menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo dikerjakan bersama sebagian mantan personel SWAMI.

Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals memiliki kelompok musisi pengiring tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser.

Menariknya, dalam seluruh alat musik digunakan, baik oleh Iwan fals maupun band-nya pada setiap penampilan di depan publik tak pernah terlihat merek maupun logo.

Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung menjadi dunianya, Iwan Fals tak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.

Keluarga

Histeria Ribuan Penonton.
Histeria Ribuan Penonton.

Iwan lahir dari pasangan Lies Suudijah asal Tasikmalaya (ibu) dan (alm) Kolonel Anumerta Sucipto asal Jawa merupakan anak petinggi di pabrik Gula Kalibagor, Jawa Tengah. (ayah).

Iwan menikahi Rosana akrab disapa “Mbak Yos” pada 1980, hasil dari pernikahannya Iwan memiliki tiga anak, (alm) Galang Rambu Anarki (1 Januari 1982April 1997), Annisa Cikal Rambu Bassae (1985), dan Raya Rambu Rabbani (22 Januari 2003).

Galang mengikuti jejak ayahnya menerjuni bidang musik. Meski, musik ia bawakan beda dengan trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok BUNGA, sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya 1997.

Setelah Meninggalnya Galang Rambu Anarki lalu Iwan Fals Mendirikan Sebuah Ormas Berbentuk Fans OI (Orang Indonesia)

Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, Galang Rambu Anarki pada album Opini, bercerita kegelisahan orangtua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM awal 1982 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1982).

Memotret Fals.
Memotret Fals.

Nama Cikal sebagai putri kedua diabadikan judul album dan judul lagu Iwan Fals terbit 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anisa pada 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan.

Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.

Galang Rambu Anarki meninggal April 1997 secara mendadak membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Kp. Leuwinanggung No. 19 Tapos, Depok Jawa Barat.

Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.

Pada 1999, Iwan berkolaborasi dengan Farid Bento. Pada 2002, Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri.

Iwan Fals pada cover majalah Rolling Stone Mei 2007/ Ist.
Iwan Fals pada cover majalah Rolling Stone Mei 2007/ Ist.

Dia pun mulai bangkit dengan munculnya album Suara Hati di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja bercerita tentang kehilangan Galang. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Ros) juga ikut menyumbangkan suaranya.

Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa beda. Dia tak segarang dan tak seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya lebih mendalam dan religius.

Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta, baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.

Pada 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugerahi seorang anak lelaki diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki, dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.

Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia, Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul.

Masih Tetap Tampil Memukau.
Masih Tetap Tampil Memukau.

Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggotnya dihilangkan.

Dia kerap menggunakan kemeja dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh beda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tak teratur dan kumis tebal.

Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rosana menjadi manajer pribadi Iwan Fals mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak.

Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarier.

Sumber : WikipediA.