You are here
Fakta Ungkap Kondom Tak Aman Cegah AIDS SAINS 

Fakta Ungkap Kondom Tak Aman Cegah AIDS

Jakarta, Garut News ( Rabu, 04/12 ).

Ilustrasi, Obyek Wisata Cipanas Garut, jabar,Terindikasi Banyak Praktek Prostitusi Terselubung. (Foto : John).
Ilustrasi, Obyek Wisata Cipanas Garut, jabar,Terindikasi Banyak Praktek Prostitusi Terselubung. (Foto : John).

Prof Dr dr Dadang Hawari, pakar pada bukunya Global Effect HIV/AIDS, ternyata secara Ilmiah Kondom 100 Persen tak Aman Cegah AIDS.

Lantaran faktanya penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia memang mengkhawatirkan.

Data terbaru menunjukkan, pada 2012 jumlah orang terinfeksi HIV sebanyak 10.362, terdiri 5.686 terinfensi AIDS, dan 1.146 meninggal dunia karenanya.

Kemudian, jika kondisinya demikian apakah kampanye pemakaian kondom solusi atas persoalan ini?.

Jawabnya adalah tidak.

Dari hasil penelitian ilmiah, sangat banyak terbukti virus HIV/AIDS bisa menembus kondom.

Kondom sebenarnya dirancang untuk Keluarga Berencana.

Itupun tetap mengalami kebocoran.

Simak fakta mencengangkan berikut, beberapa data ini kiranya bisa menyadarkan kita semua terdapat kontroversi kondom selama ini diperdebatkan:

1) Januari hingga Juni 2013, diketahui jumlah orang terinfeksi HIV mencapai 10.210. Terdiri 780 terinveksi AIDS, dan 105 meninggal.

Kondom terbuat dari bahan latex (karet), bahan tersebut senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi, berati mempunyai serat dan berpori-pori.

Disamping itu, lantaran proses pembuatan pabrik kondom juga memiliki lubang cacat mikroskopis atawa “pinholes”.

2) Penelitian dilakukan Lytle, et. al. (1992) dari Division of Life Sciencies, Rockville, Maryland, USA, membuktikan penetrasi kondom oleh pertikel sekecil virus HIV/AIDS bisa terdeteksi.

3) Penelitian dilakukan Cary, et. al (1992) dari Division of Pshysicial Sciences, Rockville, Maryland, USA, menemukan kenyataan virus HIV/AIDS bisa menembus kondom.

Kondom beredar di pasaran 30% bocor.

4) Direktur Jenderal WHO, Hiroshi Nakajima (1993) menyatakan, efektifitas kondom diragukan.

5) Pernyataan J. Mann (1995) dari Harvard AIDS Institute, menyatakan tingkat keamanan kondom (bebas bocor) hanya 70%.

6) Dalam konferensi AIDS Asia Pasifik di Chiang Mai, Thailand (1995) dilaporkan pengguna kondom aman tidaklah benar.

Pori-pori kondom berdiameter 1/60 mikro berkeadaan tak meregang, sedangkan apabila berkeadaaan meregang pori-pori tersebut mencapai 10 kali lebih besar.

Sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1/250 mikron.

Dengan demikian jelas, virus HIV bisa leluasa menembus kondom.

7) Laporan majalah Customer Report (1995) menyatakan, pemeriksaan menggunakan elektron mikroskop bisa dilihat pori-pori kondom sepuluh kali lebih besar dari  virus HIV (Rep.1/11/95).

8) Pernyataan dari M. Potts (1995), Presiden Family Health Internasional, salah satu pencipta kondom mengakui antara lain, “Kami tak bisa memberitahukan pada kalayak ramai sejauh mana kondom bisa memberikan perlindungan pada seseorang. Sebab, menyuruh mereka yang masuk ke dalam kehidupan memiliki risiko tinggi (seks bebas dan pelacuran) ini memakai kondom, sama saja artinya menyuruh orang mabuk memasang sabuk ke lehernya” (Rep. 12/11/95).

9) Pernyataan dari V. Cline (1995), Profesor Psikologi dari Universitas Utah, Amerika Serikat, menegaskan, memberi kepercayaan pada remaja atas keselamatan berhubungan seksual dengan menggunakan kondom sangat keliru.

Jika para remaja percaya dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atawa penyakit kelamin lain, berarti mereka tersesat (Rep. 12/11/95).

10) Pernyataan pakar AIDS, R. Smith (1995), bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS, dan pengguna kondom, mengancam mereka menyebarkan safe sex sama saja “mengundang kematian”.

Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar risiko penularan/penyebaran HIV/AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan seksual di luar nikah (Rep.12/11/95)

11) Di Indonesia pada 1996 lalu kondom diimpor dari Hongkong ditarik dari peredaran karena 50% bocor.

12) Tingkat keamanan kondom (bebas kebocoran) di negara-negara berkembang rata-rata hanya 70%.

Kondom terbuat dari latex yang peka terhadap sinar (matahari dan lampu), oksigen dan kelembaban.

Umur pakai kondom hanya 5 tahun.

Dikhawatirkan, banyak kondom diimpor dari luar negri yang melewati batas waktunya.

Penyimpanan tak hati-hati bisa menyebabkan kondom berjamur, robek bahkan copot sama sekali.

Jika diamati penyimpanan kondom di apotik-apotik ykerap diletakkan di bawah lampu neon.

Keadaan bertambah gawat apabila penyimpanan di gudangnya kurang hati-hati atawa kurang teliti misalnya di letakkan di lantai.

Namun terdapat fakta lebih memprihatinkan, orang membeli kondom justru di pinggir jalan.

Dari pelbagai penelitian di Indonesia menunjukan orang membeli kondom di penjual rokok atawa jamu maupun kios obat kaki lima.

Dari sepuluh petualang seks tiga kemungkinan tak aman dari serangan HIV/AIDS sebab itu seks aman hanya dilakukan dengan pasangan sah. (Lubis, F.,1996)

13) Gereja Katolik (Vatikan) menyerukan pada masyarakat, kondom tak melindungi seorang dari ketularan virus HIV/AIDS.

Selanjutnya sebagaimana dikemukakan Kim Barnes (2003) dari BBC London, menyatakan cara terbaik agar terhindar dari virus HIV/AIDS abstinentia, yaitu tak melakukan hubungan seks di luar nikah.

14) Alfonso Lopez Trujillo (2003) seorang kardinal senior dari Vatikan menyatakan virus HIV/AIDS bisa menembus dinding kondom, kecilnya virus HIV 1/450 lebih kecil dari sperma saja masih bisa menembus lapisan kondom, apalagi virus HIV.

15) Gordon Wambi (2003) seorang aktivis AIDS menyatakan ketaksetujuan pemakaian kondom.

Hal ini sesuai Vatikan’s Pontifical Council for Familiy menyerukan pada pemerintah agar tak menganjurkan pemakaian kondom pada rakyatnya: kampanye kondom sama saja kampanye rokok, bahanya sama.

16) Sejak kondom gampang diperoleh, penyebaran virus HIV/AIDS menjadi semakin melesat pesat, disimpulkan kondom membantu penularan penyebaran HIV/AIDS, demikian dikemukakan Archbishop of Nairobi (Raphael Ndingi Nzeki, 2003).

17) Selanjutnya gereja Katolik menganjurkan pada salah satu pasangan suami istri terinfeksi tak menggunakan kondom, sebab virus HIV bisa menembus pada pasangan lain.

Dewasa ini dunia menghadapi global pandemic HIV/AIDS, menewaskan lebih dari 20 juta dan menginfeksi 42 juta orang.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meluncurkan program Pekan Kondom Nasional 2013.

Kegiatan ini digelar peringatan hari AIDS se-Dunia 1 Desember 2013.

Tujuannya menekan angka penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia.

Sumber : Prof Dr dr Dadang Hawari, Psikiater (Global Effect HIV/AIDS; Dimensi Psikoreligi,2012/antiliberal/voa-islam.com)
– See more at: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2013/12/03/27927/17-fakta-ungkap-kondom-100-persen-tidak-aman-cegah-aids/#sthash.DoB2KrKO.dpuf

***** Zainul, JDH.

Related posts

Leave a Comment