Fajri Fauzi Menjadi Korban Tewas Aktivitas MPLS

0
92 views

Garut News ( Rabu, 05/08 – 2015 ).

Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.
Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.

Fajri Fauzi bin Ajidin(15)  tewas lantaran tenggelam tergerus Sungai Cimanuk ketika mengikuti kepramukaan MPLS SMK Al Hikmah, di Kampung Kereman Maripari Sukawening, Garut, Jawa Barat, Selasa (04/08-2015).

Korban ditemukan tewas keesokan harinya, atawa Rabu (05/08-2015) sekitar pukul 08.30 WIB, berdasar keterangan peristiwa berawal ketika peserta didik baru SMK al Hikmah pada Komplek “Local Education Centre” (LEC) Garut menggelar kepramukaan di Kampung Kereman.

Disertai kegiatan berkemah termasuk pencarian jejak tersebut, menjadi rangkaian kegiatan MPLS pada SMK itu.

Selasa (04/08-2015) siang, pada sesi kegiatan kepramukaan mencari jejak, para siswa peserta MPLS oleh kakak kelasnya disuruh menyeberangi aliran Sungai Cimanuk selebar 15 meter lebih sekitar “Leuwi” atawa Kereman tak jauh dari lokasi berkemah.

Padahal selama ini lokasinya oleh penduduk setempat selalu dihindari sebab berkondisi rawan kecelakaan. Kedalamannya mencapai sekitar 10 meter, sepanjang pinggir maupun dasar sungai sarat bebatuan besar licin. Sehingga di dasar sungai cenderung terbentuk pusaran air.

“Meski musim kemarau air leuwi kelihatan tenang, bahkan dangkal, tetapi sebenarnya sangat dalam, dan ada pusaran air. Ini rata-rata karakter Cimanuk. Leuwi Kereman pun jangankan tak bisa berenang, bisa berenang pun belum tentu mampu berenang di sana. Sebelum kejadian sekarang, dulu juga pernah ada kejadian tenggelam,” ungkap warga Maripari termasuk Jajang(53).

Diduga para siswa SMK al Hikmah peserta MPLS tersebut, tak mengetahui kondisi sebenarnya Leuwi Kereman, saat instruksi menyeberangi Leuwi Kereman dilaksanakan. Beramai-ramai mereka menyeberang.

Namun tiba-tiba seorang siswa terpeleset, terjatuh ke sungai. Saat itulah Fajri spontan berupaya menolongnya. Sehingga siswa tersebut lolos dari maut dan berhasil menyeberang ke tepi sungai.

Tetapi Fajri justru menghilang tenggelam tergerus arus sungai. Beragam  upaya pencarian korban dilakukan dengan bantuan penduduk, bahkan Tim BASARNAS namun tak membuahkan hasil.

Baru kemudian, Rabu (05/08-2015) sekitar pukul 08.30 WIB, tubuh korban ditemukan petugas di pinggir sungai berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Saat ditemukan, korban meninggal dunia, berkondisi tubuh relatif masih utuh. Hanya bagian perut membengkak.

Jenazah dievakuasi disaksikan orangtua korban. Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah pun dibawa keluarga ke kampung halamannya di Kampung Gandasari Desa Mangkurakyat Cilawu dilakukan pengurusan, dan dimakamkan.

Terjadinya kasus tersebut, pihak kepolisian setempat dikabarkan mengamankan guru, dan salah seorang siswa diduga bertanggung jawab untuk dimintai keterangan. Hal itu, sekaligus menghindari kemungkinan terjadinya hal tak diinginkan.

Sejumlah kalangan menyatakan prihatin kejadian MPLS menelan korban jiwa itu. Mereka menyesalkan terlebih kegiatan di luar lingkungan sekolah di Kampung Kereman diketahui tak ada izin ataupun pemberitahuan pada pengurus Rukun Warga maupun pemerintahan desa setempat, juga instansi teknis terkait lainnya.

“Mestinya ada kegiatan semacam ini ada pemberitahuan pada pihak-pihak terkait. Minimal pengurus RW setempat. Terlebih kalau ada kegiatan menyangkut keselamatan peserta didik. Minimal pula ada pendamping tahu betul kondisi lapangan, dan segala sesuatu dibutuhkan,” sesal seorang anggota Tim SAR Fauzi.

Hingga berita ditulis, belum ada tanggapan dari pihak SMK al Hikmah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengenai kasus ini.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here