Enam Batu Akik Bersama Sepeda Motor Raib

0
11 views

Garut News ( Kamis, 09/07 – 2015 ).

Ilustrasi. Muhammad Erwin Ramadhan.
Ilustrasi. Muhammad Erwin Ramadhan.

Nyanjang Dedi Sutisna(32), pedagang batu akik asal Kampung Sindangsari Desa Pamulihan Kecamatan Cisurupan, Garut itu kini hanya bisa gigit jari, menyesali kecerobohannya gampang memercayai  teman baru dikenalnya melalui media sosial.

Mengaku pegawai Pemkab setempat, hendak memfasilitasi bertemu calon pembeli batu akik, teman baru tak sempat diketahui namanya tersebut, malahan membawa kabur enam mata cincin batu akik Garut, batu akik Bacan bernilai total Rp6,5 juta berikut sepeda motor Honda Blade milik Nyanjang.

Nyanjang katakan, peristiwa nahas menimpanya terjadi ketika dirinya sepakat bertemu pelaku mengaku bernama Piyu di kawasan Bundaran Simpang Lima Tarogong Kidul untuk keperluan transaksi batu akik, Rabu (08/07-2015) siang, setelah sekitar sepekan berkenalan melalui “Black Barry Messengger” (BBM).

Pelaku tiba di lokasi bersama temannya menggunakan sepeda motor CBR merah putih. Setelah berbincang, pelaku mengenakan sweater krem dan menenteng tas kecil ini, langsung meminta Nyanjang mengantarnya menuju calon pembeli disebut-sebut pegawai Bagian Umum Setda Garut.

Mengggunakan sepeda motor Nyanjang, pelaku dan Nyanjang berboncengan menuju kantor Bagian Umum. Sedangkan teman pelaku dengan sepeda motor CBR-nya menunggu di Simpang Lima.

Tiba di lingkungan Setda, pelaku membawa Nyanjang berputar-putar. Beberapa kali berhenti sekadar menanyakan Bu Ai, pegawai Bagian Umum disebut-sebut sebagai calon pembeli keenam batu akik milik Nyanjang.

Sempat berhenti di Pos Piket Pemda, depan gedung Asisten Sekda. Kemudian Nyanjang diminta menunggu. Pelaku meminjam sepeda motor Nyanjang bernopol Z 3130 EL termasukmembawa keenam mata cincin batu akik diakuinya hendak diperlihatkan pada Bu Ai.

Sebelumnya, pelaku juga sempat mengatakan hendak memastikan kualitas dan nilai batu akik hendak dijual itu pada temannya di Simpang Lima. Lima batu akik jenis Darson Garut, dan satu jenis Bacan Maluku.

Seperti dihipnotis, tanpa curiga sedikit pun, Nyanjang begitu meluluskan permintaan pelaku. Sehingga pelaku raib meninggalkan lingkungan perkantoran Setda.

Nyanjang tersadar menjadi korban penipuan ketika menunggu lama, pelaku tak muncul juga. Bahkan menjadi sulit dihubungi. Apalagi setelah diketahui pegawai di lingkungan Setda termasuk Bagian Umum tak ada mengenali pelaku mengaku pegawai tersebut.

“Baru hari itu saya ketemu. Tetapi saya masih bisa mengenalinya apabila bertemu lagi. Bagian giginya ada ompong,” ungkap Nyanjang, Kamis (09/07-2015).

Dikatakan, sebenarnya sempat curiga terhadap pelaku. Namun kecurigaannya segera terhapus ketika pelaku mengaku pegawai Pemda menyebutkan sejumlah nama diketahui sebagai pegawai Pemda.

“Dia juga mengaku tahu nomor saya dari teman saya sesama penjual batu akik di Sampireun. Dia juga saya lihat bawa beceng (pistol), meski tak tahu apakah asli atau mainan,” kata Nyanjang pula.

Atas kejadian tersebut, sejumlah pegawai sempat mencoba mengenali wajah pelaku melalui rekaman CCTV dipasang pada sejumlah sudut.

Sekilas terlihat pelaku terkesan mengenali lingkungan dan merencanakan aksinya. Selama berada di lingkungan Setda, pelaku tak pernah membuka helmnya, bahkan bagian wajahnya bermasker.

*******

Noel, Jdh.