Empat Korban Meninggal Digulung Arus Deras Curug Teko

0
252 views
Ilustrasi. Air Terjun.

Garut News ( Senin, 19/03 – 2018 ).

Ilustrasi. Air Terjun.

Akhirnya Tim Basarnas dan gabungan berhasil menemukan empat korban tenggelam terseret arus Curug Teko kaki Gunungapi Papandayan di Desa Sirnajaya Kecamatan Cisurupan, Senin (19/03-2018) pagi hingga menjelang tengah hari. Namun keempatnya ditemukan  berkondisi meninggal dunia.

Korban pertama ditemukan Rifki Lukmanulhakim (20) pemandu wisata asal Andir Kecamatan Bayongbong Garut. Ditemukan sekitar lima kilometer dari lokasi tenggelam/Curug Teko sekitar pukul 08.00 WIB. Ditemukan pada aliran sungai Cibeureum dekat Gudang Dolog Cisurupan.

Kemudian berturut-turut ditemukan Sifa Anjani (22) pengunjung perempuan asal Kampung Sukaraja Desa Godog Kecamatan Karangpawitan. Ditemukan pada jarak sekitar satu kilometer dari Curug Teko sekitar pukul 08.30 WIB.

Tomi Permana (24) pengunjung asal Kampung Wates Desa Godog Kecamatan Karangpawitan ditemukan pada jarak satu kilometer dari Curug Teko sekitar pukul 09.55 WIB.

Serta, Mustofa (20) pemandu wisata asal Kampung Naringgul Desa Sirnajaya Kecamatan Cisurupan ditemukan pada jarak sekitar satu kilometer dari Curug Teko. Dia ditemukan sekitar pukul 11.36 wib.

“Korban terakhir ditemukan terselip pada batu besar di sungai Cibeureum Gede,” ungkap staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Imat Ruhimat.

Camat Cisurupan Jujun Juhana katakan, seluruh korban setelah dievakuasi, dibawa ke Puskesmas Cisurupan dilakukan pemeriksaan, kemudian diserahkan kepada masing-masing pihak keluarga untuk pengurusan jenazah.

Peristiwa menimpa mereka pada Ahad (18/03-2018) sekitar pukul 14.00 WIB. Berawal ketika 14 pengunjung terdiri delapan mahasiswa Universitas Garut (Uniga), dan empat pengunjung bersama dua di antaranya pemandu, berlibur menikmati suasana panorama obyek wisata Curug Teko.

Saat menuruni jembatan tebing Curug Teko untuk berfoto-foto, dari arah atas curug arus deras mendadak-sontak menggulung mereka, hingga terlempar terseret arus sungai.

Arus air membesar lantaran turun hujan lebat di kawasan Kawah Papandayan. Tetapi sepuluh orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri dengan susah payah memanjat. Sedangkan empat lainnya menghilang digerus arus sungai deras.

********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here