Elpiji Tiga Kilogram Mahal dan Langka di Garut

Garut News ( Selasa, 07/01 – 2014 ).

Ir H. Eddy Muharam, M.Si (Foto: John Doddy Hidayat).
Ir H. Eddy Muharam, M.Si (Foto: John Doddy Hidayat).

Kini harga gas elpiji kemasan tiga kilogram mengalami kenaikan di Garut.

Bahkan tak hanya harganya merangkak naik, barang pun sulit diperoleh.
“Di warung-warung juga gas elpiji tiga kilogram sulit diperoleh. Meski ada, harganya melambung hingga berkisar Rp23.000-25.000 setiap tabung,” ungkap Iyan(49), penduduk Kampung Kirey, Cihikeu, Bungbulang, Senin (06/01-2014).

Lelaki sehari-hari berprofesi penyalur koran itu, mengaku dirinya berkeliling pada sejumlah lokasi untuk mendapatkan mata dagangan ini.

“Saya pun gak tahu, kejadian ini lantaran dari sananya tak ada, atawa akal-akalan pedagang. Yang jelas, saya kemarin beli elpiji kemasan tiga kilogram itu harganya mahal, Rp24.000. Itu pun susah didapat. Di desa lain kondisinya sama seperti ini,” ungkap Iyan, pula.

Senada dikemukakan Dede Iskandar(49), penduduk Kampung Sukalaksana Desa/Kecamatan Mekarmukti.

Dikatakan, terpaksa merogoh uang dari sakunya hingga Rp37 ribu untuk mendapat satu tabung elpiji kemasaan tiga kilogram.

“Harga elpiji Rp22.000 per tabung, ditambah ongkos ojek Rp15.000 pulang pergi. Jadi satu tabung elpiji tiga kilogram, terpaksa kudu keluar uang Rp37.000. Padahal biasanya kalau perlu elpiji tiga kilogram, hanya melangkah ke warung dekat rumah. Tapi sekarang ini, sejak lima hari lalu gas gak ada,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda setempat, Eddy Muharam ketika didesak pertanyaan Garut News, Selasa (07/01-2014), katakan kalaupun terdapat “migrasi” pengguna gas elpiji kemasan 12 kilogram beralih pada kemasan tiga kilogram, dipastikan populasinya relatif sedikit.

Lantaran elpiji kemasan tiga kilogram, umumnya dimiliki konsumen yang memeroleh subsidi elpiji kemasan tiga kilogram, lengkap dengan kompornya itu, katanya antara lain.

*****

Zainul, JDH.

Related posts

Leave a Comment