El Nino Datang Juli

Garut News ( Ahad, 15/06 – 2014 ).

El Nino, fenomena kenaikan suhu muka laut di Samudera Pasifik memengaruhi pembentukan awan hujan. (Wikipedia).
El Nino, fenomena kenaikan suhu muka laut di Samudera Pasifik memengaruhi pembentukan awan hujan. (Wikipedia).

— “Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika” (BMKG) menyatakan, El Nino berskala lemah hingga moderat berpotensi terjadi di Indonesia.

“Akan mulai dirasakan pada Juli,” kata Andi Eka Sakya, Kepala BMKG, dalam konferensi pers di Jakarta, Jum’at (13/06-2014).

Fenomena El Nino lemah hingga moderat, mengakibatkan kemarau menjadi lebih kering, dan mengurangi stok air.

Dia juga katakan, “El Nino menyebabkan mundurnya musim hujan 2014/2015.”

Musim kemarau tahun ini bakal lebih panjang.

Munculnya fenomena El Nino, meski hanya berskala lemah hingga moderat, perlu diantisipasi beberapa pihak.

Ilustrasi. Selaawi Garut, Jawa Barat, Ketika Dilanda Kekeringan. (Foto: John).
Ilustrasi. Selaawi Garut, Jawa Barat, Ketika Dilanda Kekeringan. (Foto: John).

Mengurangi kerugian lantaran berkurangnya stok air, masyarakat bisa mulai menampung air selagi hujan masih ada.

Andi pun, merekomendasikan hujan buatan.

“Mumpung sekarang awan hujannya masih ada,” katanya.

Para petani perlu memilih komoditas pertanian tahan kering sehingga tak merugi ketika El Nino terjadi.

Prediksi El Nino dibuat BMKG salah satunya didasarkan pada anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik.

Juni ini, suhu muka air laut di Samudra Pasifik masih dikatakan normal sebab anomali temperaturnya masih di bawah 0,5 derajat celsius, hanya 0,38 derajat celsius.

Adanya El Nino baru bisa dinyatakan apabila anomali suhu di atas 0,5 derajat Celsius.

El Nino lemah berkisar 0,5 – 1 derajat Celsius, moderat 1 – 1,5 derajat Celsius, dan kuat lebih dari 1,5 derajat Celsius.

Dikemukakan, El Nino lemah terjadi antara Juli hingga Agustus.

Saat itu, anomali suhu muka laut 0,63 derajat Celsius.

Sedangkan pada November, El Nino moderat melanda Indonesia beranomali suhu mencapai 0,91 derajat Celsius.

Media asing sempat menyebut, El Nino 2014 sekuat 1997, dan bisa menyebabkan kekeringan parah.

Namun, Andi katakan, menurut prediksi BMKG, El Nino tahun ini takkan separah tahun tersebut.

Lantaran, indikator lain yakni Dipole Mode, anomali suhu di Samudra Hindia, menunjukkan angka normal, katanya.


Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com

Related posts