“Dulang Ngapak” Papandak Berpindah Ke Kampus ITB

Garut News ( Sabtu, 27/09 – 2014 ).

Inilah Miniatur Arsitektur Dulang Ngapak pada Atap Bangunan Utama Pontren Al Kautsar.
Inilah Miniatur Arsitektur Dulang Ngapak pada Atap Bangunan Utama Pontren Al Kautsar.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (27/09-2014), Garut News menyajikan “Dulang Ngapak” atawa bakul kayu terbang.

Dahulu kala, merupakan istilah bagi penduduk Kampung Papandak, dalam membuat bentuk arsitektur pada setiap atap rumah mereka.

Kearifan Lokal Bernilai Adu Luhung.
Kearifan Lokal Bernilai Adu Luhung.

Diduga kuat, produk kearifan lokal masyarakat bernilai “adi luhung” tersebut, sejak dahulu pula diadopsi dalam membangun konstruksi kampus “Institut Teknologi Bandung” (ITB).

Sedangkan seluruh rumah penduduk di perkampungan yang terbaring bisu di atas tanah sekitar 18 hektare itu, pernah dua kali musnah rata dengan tanah.

Dedi Hidayat.
Dedi Hidayat.

Lantaran dibakar pada jaman kolonialis Belanda, serta jaman penjajahan Jepang.

Sehingga dalam perkembangannya hingga kini, selain memusnahkan konstruksi atawa arsitektur budaya setempat.

Juga semakin langka bahkan sekarang tak adanya penduduk menerapkan arsitektur Dulang Ngapak ini.

Apalagi sekarang pun, banyak penduduk membangun rumah dengan mengadopsi beragam gaya dari luar, maka tak satu pun penduduk setempat kini menggunakan gaya arsitektur leluhurnya  itu.

Kondisi memprihatinkan ini, menjadikan keluarga besar Pondok Pesantren Al Kautsar bersama para pemuka masyarakat, antara lain berinisiasi membangun miniatur arsitektur Dulang Ngapak pada atap bangunan utamanya pada 1998.

Segera Memproduk Maket Arsitektur Dulang Ngapak.
Segera Memproduk Maket Arsitektur Dulang Ngapak.

Bahkan bakal segera merencanakan memproduk “maket” keaslian rumah berarsitektur Dulang Ngapak tersebut, ungkap Pembina juga Ketua Yayasan Pontren ini, Dedi Hidayat, M.Si kepada Garut News, Sabtu (27/09-2014).

Pimpinan Pontren ini, KH. Dadang Saepullah.

Dikemukakan, kini penghuni perkampungan ini sekitar 468 kepala keluarga atawa 1.872 penduduk.

Sedangkan Pontren Al Kautsar memiliki sedikitnya 320 santri, pada setiap proses kiprahnya senantiasa menguatkan obsesi memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Potret Kampung Papandak Saat ini, Sabtu (27/09-2014).
Potret Kampung Papandak Saat ini, Sabtu (27/09-2014).

Antara lain, meningkatkan kualitas pemahaman agama, dengan senantiasa pula kembali kepada tuntunan Al Qur’an dan Sunnah, imbuh Dedi Hidayat, menyerukan.

Sedangkan pada pentas belajar-mengajar bagi para santri, di antaranya pula dilengkapi sarana olahraga, serta beragam jenis atraksi seni budaya bernuansakan Islami.

“Alhamdullillah, di wilayah Garut Utara eksistensi pontren ini kian dirasakan masyarakat,” ungkap Dedi Hidayat pula.

Meski kendala utamanya, sebagian penduduk berkondisi sosial ekonomi menengah ke bawah.

Dedi Hidayat berharap, produk kearifan lokal gaya arsitektur leluhurnya bisa dijadikan “trade Mark” Pemkab Garut, sebab diduga kuat ITB pun mengadopsi pada pembangunan kampusnya.

Lintasan jalan Membedah Perkampungan Papandak.
Lintasan jalan Membedah Perkampungan Papandak.

Lantaran dipastikan pula ITB mengadopsi arsitektur ini, sebab selain ITB berlokasi di Tatar Jawa Barat, juga kemungkinan besar jenis arsitektur Dulang Ngapak dinilai paling ideal diterapkan di kampus ternama itu.

Ketua “Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara” (Yahintara), Ruli Oktavian, ST kepada Garut News kerap mengemukakan kemungkinan besar ITB mengadopsi arsitektur rumah penduduk Kampung Papandak di Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja, Garut, Jawa Barat.

Arsitektur Kampus ITB.
Arsitektur Kampus ITB.

itb2“Barangkali pakar sejarah serta pakar disiplin ilmu lain bisa membuktikan fenomena menarik ini, apakah benar atawa tidak, walahualam bi sawab”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Inilah "Dulang".
Inilah “Dulang”.

********

 

Esay/Foto :

John Doddy Hidayat.

Produksi : Sabtu, 27 September 2014.

Related posts

Leave a Comment