Dukung Program Bupati Satu Murid Satu Sampah

“SMPN 1 Garut Wujudkan Taman Sekolah Serba Guna”

Garut News ( Selasa, 18/02 – 2014 ).

Dadi Juhaendi Secara Persuasif-Edukatif Senantiasa Mengingatkan Muridnya Terkait Manfaat Pentingnya Berpola Hidup bersih, dan Sehat.
Dadi Juhaendi Secara Persuasif-Edukatif Senantiasa Mengingatkan Muridnya Terkait Manfaat Pentingnya Berpola Hidup bersih, dan Sehat.
Kepala SMPN 1 Garut, Dadi Juhaendi, M.Pd mengemukakan dukungan penuhnya terhadap program kebersihan dicanangkan Bupati Rudy Gunawan, beserta Wakilnya Helmi Budiman.

Sehingga kini digalakkan kewajiban setiap murid minimal memungut satu sampah setiap harinya, kemudian mereka juga diwajibkan menyuci tangan memakai sabun.

Sedangkan sampah dipungut setiap seluruh 904 siswa tersebut, langsung dipilah menjadi sampah organik, dan anorganik selanjutnya dibuang pada tempat sampah masing-masing.

Senantiasa Membangun Komunikasi Langsung Dengan Para Murid.
Senantiasa Membangun Komunikasi Langsung Dengan Para Murid.
Sebelumnya pun berhasil diuji coba, dan berhasil terkumpul sekurangnya 600 sampah beragam jenis, ungkapnya kepada Garut News di SMPN 1 Garut, Selasa (18/02-2014).

Pada upaya mewujudkan lingkungan sekolah termasuk lingkungan berlangsungnya proses belajar mengajar, yang bersih, sehat, dan nyaman, juga kini gencar dilaksanakan pembangunan taman sekolah.

Membangun Taman Ruang terbuka Hijau, Serta Taman Serba Guna.
Membangun Taman Ruang terbuka Hijau, Serta Taman Serba Guna.
Berupa taman raung terbuka hijau, serta taman bermain, membaca serta taman membuka situs pendidikan pada internet, atawa taman “serba guna”.

Namun, seluruh upayanya itu terselenggara secara berswadaya, pasca berakhirnya pelaksanaan program “Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional” (RSBI).

Dikatakan Dadi Juhaendi, dirinya pun bersama tenaga kependidikan lain pada lembaga pendidikan ini, terjun langsung melatih kegiatan “marching band”.

Inilah Di antara Beragam Prestasi Diraih SMPN 1 Garut, Selama Ini.
Inilah Di antara Beragam Prestasi Diraih SMPN 1 Garut, Selama Ini.
Maka selama ini pun banyak diraih beragam prestasi kegiatan tersebut.

Bahkan juga bakal segera digalakkan keterampilan murid menyelenggarakan atraksi seni “rampak sekar”.

Diiringi permainan “kacapi”, piranti musik tradisional Tatar Sunda, langsung dimainkan Kepala Sekolah.

Antara lain memiliki koleksi Kacapi diperolehnya pada 1974, jenis Kacapi satu-satunya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kacapi ini, sempat di bawa ke beberapa negara pada beragam kegiatan atraksi seni budaya Sunda, ungkap Dadi Juhaendi pula, menambahkan.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts