Dua Imigran Tewas, Seorang Hilang di Cibalong

by

Garut News ( Senin, 09/12 ).

Ilustrasi, Perairan Lepas Pantai Selatan Garut. (Foto: John0.
Ilustrasi, Perairan Lepas Pantai Selatan Garut. (Foto: John).

Sekurangnya terdapat dua korban tewas, dan satu hilang lantaran kapal pengangkut sekitar 30 imigran gelap karam di perairan pantai Pelabuhan Cipunaga Kampung Blengbeng, Mekarsari Cibalong, selatan Kabupaten Garut, Jabar, Senin (09/12).

Kepala Bagian Informatika Setda kabupaten setempat, U Basuki Eko, katakan berdasar informasi Kepala Satuan Bangsa dan Politik, Asep Suparman kecelakaan laut menimpa kapal imigran gelap tersebut sekitar pukul 06.00.

Bertotal penumpang asal Bangladesh, Myanmar, dan Iran mencapai 30, terdiri 20 laki-laki dewasa, tujuh perempuan remaja, dan tiga anak-anak.

“Akibat kejadian ini, dua imigran berusia berkisare 30-35 tahun meninggal dunia, dan seorang anak berusia dua tahun hilang, diduga meninggal. Sedangkan lainnya mengalami luka-luka,” katanya.

Mereka korban kecelakaan dibawa ke RS Pameungpeuk, sebagian di Puskesmas Cibalong.

Selanjutnya, ditempatkan di rumah karyawan tambak udang mili Pemprov Jabar, tak jauh dari lokasi kejadian.

Mereka juga didata anggota Polsek Cibalong.

Diduga keberadaan para imigran gelap itu, tercium sejak Sabtu (07/12) lalu.

Mereka kemungkinan datang dari Bogor menggunakan lima unit kendaraan roda empat jenis Avanza, dan APV sekitar pukul 21.15 WIB.

Kemudian menginap pada Hotel Citra Agung milik Ade Purwanto, Kampung Kiarakohok Pamalayan Cikelet.

Keesokan harinya, sekitar pukul 03.00 WIB, berangkat dari perairan pantai Santolo menggunakan dua unit kapal congkreng.

Mereka bermaksud berganti kapal besar menunggu di tengah perairan, guna melanjutkan perjalanan menuju Pulau Christmas Australia.

Sedangkan kapal besar berlabuh seputar perairan pantai Sancang.

Tetapi di tengah pelayaran menuju kapal besar itu, koordinator pemandu para imigran gelap, Jojon asal Komplek Nelayan Kiarakohok Cikelet, tiba-tiba meloncat ke kapal lain.

Akibatnya laju kapal menjadi oleng, kemudian terdampar di pantai Pelabuhan Cipunaga.

Ketua Dewan Penasehat Presidium Garut Selatan, Suryaman Anang Suatma, menilai kejadian tersebut menunjukkan lemahnya Pemerintah mengamankan wilayah pesisir selatan Kabupaten Garut.

Sehingga kawasan pesisir selatan Garut kerap dijadikan lintasan para imigran.

“Paling dikhawatirkan, lemahnya pengamanan pesisir ini, tak mustahil infiltrasi-infiltrasi asing mudah masuk melalui kawasan pesisir ini. Peredaran narkoba, dan transaksi senjata gelap juga sangat mungkin jika begini kondisinya,” kata dia.

***** Zainul, JDH.