Dua Desa Dikandaskan Ketentuan Tak Bisa Pilkades Serentak

0
29 views

Garut News ( Selasa, 05/05 – 2015 ).

Tedi Iskandar. (Foto: John Doddy Hidayat).
Tedi Iskandar. (Foto: John Doddy Hidayat).

Kini terdapat dua dari 216 desa peserta Pilkades serentak 2015 di Kabupaten Garut “dikandaskan” ketentuan, atawa tak bisa ikut serta menggelar Pilkades serentak 21 Mei 2015.

Lantaran jumlah calon kades mendaftar kurang dari dua peserta.

Menyusul hingga batas waktu pengumuman penetapan calon, pada masing-masing kedua desa hanya terdapat satu bakal calon kades dinilai memenuhi persyaratan administrasi calon.

Padahal di kedua desa terdapat banyak balon mendaftar, namun berguguran pada tahapan penjaringan.

Kedua desa tersebut, terdiri Desa Cimaragas Kecamatan Pangatikan, dan Desa Sadang di Kecamatan Sucinaraja.

“Pelaksanaan pilkadesnya ditangguhkan untuk gelombang berikutnya. Dari semula rencana digelar di 216 desa, menjadi digelar di 214 desa pada 40 kecamatan,”¬† ungkap Ketua Panitia Pilkades tingkat kabupaten setempat, Teddi Iskandar, Selasa (05/05-2015).

Sedangkan tiga desa semula terancam dicoret lantaran tak ada calon, menjadi lolos dan bisa menggelar pilkades serentak. Meliputi  Desa Ciburuy Kecamatan Bayongbong, Desa Cintadamai Kecamatan Sukaresmi, dan Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang.

Ditanya total jumlah calon kades bakal bertarung, Teddi katakan belum bisa menyebutkan karena masih pendataan.

“Kita masih menghitung. Datanya belum masuk semua. Yang jelas, kebanyakan lebih dari dua calon kades. Antara tiga hingga lima calon,” kata Teddi juga Kepala BPMPD Garut itu.

Bersamaan menghangatnya suhu politik menjelang pelaksanaan pilkades serentak, sejumlah partai politik (parpol) mulai bermanuver memberikan dukungan, termasuk penggalangan dana.

Salah seorang anggota Fraksi PDIP DPRD Garut Agus Aceng mengaku ada beberapa kadernya maju mencalonkan diri sebagai kades. Dia menyebut terdapat sekitar 59 calon kades merupakan kader PDIP.

Ungkapan senada dikemukakan anggota Fraksi Partai Hanura Riki Muhammad Sidik. Dikemukakan ada sekitar enam calon kades, kader Partai Hanura.

Sedangkan anggota Fraksi Demokrat-Restorasi DPRD Garut juga fungsionaris DPD Partai Demokrat Garut Dadang Sudrajat menegaskan, tak ada satu pun calon kades, kader Partai Demokrat.

Dia beralibi, sesuai ketentuan, seorang kepala desa tak boleh menjadi anggota maupun pengurus parpol.

“Lihat UU No. 6/2014. Kades dilarang menjadi anggota parpol. Kalau ternyata ditemukan ada kades dari Partai Demokrat maka dia harus mundur dari pencalonannya, atau memilih mundur dari partai,” katanya.

********

Noel, Jdh.