DPRD Jabar Prioritaskan Peningkatan Kualitas SDM Garut

0
132 views
Kreativitas Semarak Puncak Peringatan Kemerdekaan RI.
Ust. Ahab Syihabuddin, SHI.

“Dipastikan Panawuan Jadi Kelurahan Paling Modern”

Garut News ( Sabtu, 07/09 – 2019 ).

Lantaran sangat prihatin terhadap kondisi ‘Rata-rata Lama Sekolah’ (RLS) penduduk Kabupaten Garut yang hingga kini hanya bisa menamatkan ‘Sekolah Dasar’ (SD), sehingga mewujudkan komitmen upaya maksimal peningkatan SDM kabupaten tersebut pada program prioritas DPRD Jabar.

“Selain peningkatan pada sektor pendidikan, juga bakal diusungnya program peningkatan kualitas derajat kesehatan, serta peningkatan daya beli masyarakat,” ungkap Anggota DPRD Jabar periode 2019-2024, Ust. Ahab Syihabuddin, SHI.

Menjadi Sarana Hiburan Masyarakat, Seorang Pria Mengenakan Busana Perempuan.

Sebab peningkatan kualitas ketiga komponen ‘Indeks Pembangunan Manusia’ (IPM) itu merupakan kewajiban pemerintah, imbuh Syihabuddin kepada Garut News saat menyaksikan puncak peringatan ke-74 Proklamalasi Kemerdekaan RI di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Sabtu (07/09-2019).

Dia pun menyatakan optimismenya pada Kelurahan Sukajaya bisa menjadi ‘Kelurahan Paling Modern juga Termaju’ di Kabupaten Garut, bahkan di Provinsi Jawa Barat.

Semarak Karnaval Masyarakat Kelurahan Sukajaya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Garut masa jabatan 2014-2019 ini berpendapat, ‘potensi kebersamaan masyarakat Panawuan Sukajaya sangat tinggi’.

Sehingga tingginya kebersamaan dan soliditas mereka, bisa mewujudkan visi 30 tahun kedepan ‘Sukajaya Menjadi Kelurahan Paling Modern dan Maju’, di antaranya dapat merealisasikan pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan pasar.

Tiga Hingga Lima Ribuan Penduduk Kelurahan Sukajaya Berkanaval Sejauh Tiga Kilometer.

“Didukung kualitas SDM yang mumpuni dengan derajat kesehatan dan berdaya beli yang tinggi,” ungkap Syihabuddin pula.

Dia pun menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semarak serta kemeriahan terselenggaranya puncak acara peringatan Kemerdekaan RI, sebagai wujud rasa syukur sekaligus penghargaan kepada para pahlawan pendiri bangsa Indonesia.

Tingginya Antusias Ragam Lapisan Masyarakat Gebyarkan Semarak Puncak Peringatan Kemerdekaan RI.

Para pejuang kemerdekaan itu pun, banyak dari kalangan pesantren, para santri juga kalangan ulama.

“RLS Garut”

Kendati kini banyak di antara warga Kabupaten Garut berpendidikan formal lulusan diploma hingga bergelar doktor, namun ‘Rata-rata Lama Sekolah’ (RLS) penduduk kabupaten setempat hanya bisa menamatkan ‘Sekolah Dasar’ (SD).

Bahkan berdasar komponen ‘Indeks Pembangunan Manusia’ (IPM) bersumber BPS menunjukan, selama lima tahun terakhir RLS di kabupaten tersebut hanya meningkat 0,82 tahun, dari 6,68 tahun (2010) menjadi 7,50 tahun (2018).

Anggota DPRD Jabar Antara Lain Didampingi Babinsa Sukajaya Jalin Kebersamaan Makan Tumpeng Bersama.

Sedangkan RLS 2018 peningkatannya dibandingkan 2017 silam hanya beringsut 0,22 tahun, dari 7,28 tahun menjadi 7,50 tahun.

Kondisi itu juga diperparah minimnya ‘Harapan Lama Sekolah’ (HLS) yang hanya meningkat 0,07 tahun, dari 11,73 pada 2017 menjadi 11,80 di 2018.

Malahan HLS ini selama lima tahun terakhir peningkatannya di bawah dua tahun atau 1,44 tahun, dari 10,36 tahun (2010) menjadi 11,80 tahun pada 2018.

Dijadikan Obyek Pemotretan Menarik.

Rendahnya potret perkembangan wajah pendidikan di Kabupaten Garut, juga dialami pada komponen kesehatan maupun ‘Angka Harapan Hidup’ (AHH) yang selama lima tahun terakhir hanya meningkat 0,69 tahun.

Dari AHH 70,34 tahun pada 2010 menjadi AHH 71,03 tahun di 2018, kemudian AHH 2018 (71,03) peningkatannya dibandingkan AHH 2017 (70,84 tahun) hanya beringsut 0,69 tahun.

Memotret Keterampilan Bermusik Tradisional.

Disusul Pengeluaran Perkapita Disesuaikan (PPP) meningkat 309 dari 7270 (2017) menjadi 7579 (2018).

Dalam pada itu, capaian IPM Kabupaten Garut 2018 (65,42) meningkat 0,90 dibandingkan IPM 2017 (64,52), dengan peningkatan pertumbuhan IPM nya 0,02 dari 1,36 (2017) menjadi 1,38 (2018).

“Kelurahan Sukajaya”

Sangat Meriah.

Ragam produk adiluhung kearifan lokal masyarakat Kelurahan Sukajaya, selama ini bisa menembus pangsa pasar mancanegara, lantaran berhasil memenuhi kemasan berkualitas global.

Ada sedikitnya enam potensi produktivitas berdaya saing tinggi yang kompetitif dan komparatif, dari lebih 17.480 penduduk atau 4.719 kepala keluarga di kelurahan tersebut, yang tersebar pada wilayah seluas 210 hektare.

Tampilkan Kearifan Lokal Bernilai Adi Luhung.

Kepala Kelurahan ini, Devi Z Mutaqin katakan selain di wilayahnya terdapat sentra produksi “kain sutra alam” yang dihasilkan “Alat Tenun Bukan Mesin” (ATBM), selama ini menembus segmen pemasaran nusantara, dan mancanegara.

Dari Kelurahannya juga terdapat potensi “para pesilat” yang prestasinya memukau masyarakat mancanegara, termasuk khususnya masyarakat di dunia persilatan.

Tari Tradisional Diiringi Lagu “Bambung Hideung”.

Sebab para pesilatnya itu, terbukti berhasil masuk Kontingen Indonesia mengikuti ajang pertandingan tingkat dunia di Thaliland, dan berhasil menjuarainya pada nomor beregu di Phuket Thailand.

Selain prestasi spektakuler serta monumenal itu, terdapat pula produk kreativitas “balon udara” berbahan bakar asap dari pembakaran sekam padi, yang bisa mengudara hingga melintasi lepas pantai Samudera Hindia.

Peserta Karnaval Nikmati Tumpeng.

Disusul dimilikinya “RW Mandiri”, yang senantiasa bisa mewujudkan swadaya masyarakat dengan kas keuangan RW, berperan serta menyelenggarakan beragam perbaikan lingkungan termasuk MCK.

Kemudian produk Beras Panawuan maupun “Pandan Wangi”, meski aroma dan kelezatan rasanya selama ini dikenal dengan nama Beras Cianjur, padahal awal mulanya Beras Panawuan.

Wujudkan Peranserta Ragam Lapisan Masyarakat.

Serta produk beragam varian “Awug Panawuan”, penganan yang diproduksi berbahan baku tepung beras pilihan, merupakan ciri khas kuliner dari masyarakat 19 RW dengan 69 RT di kelurahan tersebut.

Bahkan kini Kelurahan Sukajaya, berhasil pula meraih juara pertama pada ajang Lomba Kelurahan Tingkat kabupaten setempat 2017.

Super Meriah.

Devi Z Mutaqin mengemukakan, ragam keberhasilan kelurahannya berkat kerja keras juga perjuangan seluruh masyarakat.

Maka kini gencar menyiapkan beragam keperluan ekspos di Bakorwil BKPP di Wilayah IV Priangan Barat pada 17 Mei 2017 mendatang.

Pria Berbusana Ema-Ema, Sangat Menghibur.

Dikatakan sejak sepanjang 2017 ini pun, gencar menyukseskan program “Open Defecation Free” (ODF), atau tidak “buang air besar sembarangan” (BABS), serta terwujudnya Kampung KB.

Sedangkan program unggulan lainnya, senantiasa mewujudkan salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Garut, berupa “Magrib Mengaji”, ungkap Devi Z Mutaqin.

Pertunjukan Marching Band yang Memukau.

Devi Z Mutaqin juga mengemukakan sangat tingginya antusias masyarakat, meski baru pertama kali helatan sermeriah ini digelar, sehingga disampaikan terimakasih dan penghargaan tinggi kepada semua pihak.

Sejak dua pekan lalu menyelenggarakan ragam kegiatan, termasuk MTQ, lomba olahraga dan lainnnya diikuti setiap 19 RW di wilayahnya.

Lurah Sukajaya.

Di Kampung Panawuan pun, terdapat Ponpes Modern Digital Mandiri ‘Tahfiz Qur’an’ yang diselenggarakan secara gratis bagi para santri dari kaum duafa.

Pada bagian lain keterangannya, Ahab Syihabudin menyatakan bakal dilaksanakannya pendataan anak usia sekolah, sehingga bisa memercepat penyalurannya ke lembaga pendidikan formal SMP Terbuka, maupun Paket A, B dan Paket C.

Produk Kreativitas Warga Sukajaya.

Sebelumnya melalui pendekatan pada setiap kelurahan, antara lain guna mengetahui berapa jumlah yang terkendala memasuki SD, SMP, juga SLA.

Sedangkan semarak puncak peringatan Kemerdekaan RI pada tahun-tahun mendatang, diharapkan senantiasa diselenggarakan dengan kemeriahan peranserta ragam lapisan, dan komponen masyarakat, imbuh Syihabuddin pula.

Ketua RW.07 Kelurahan Sukajaya, Syamsul Kamal, S.Pdi menjelaskan seluruh 19 RW di kelurahannya ikut serta menyemarakan helatan ini.

Syamsul Kamal (kanan) Mengenakan Busana ‘Jawara’ adat Sunda. (Foto : Ist).

“Demikian foto berita Garut News akhir pekan ini, Sabtu (07/09-2019), yang memotret ragam ‘kamonesan’ maupun kreativitas inovasi penduduk Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat”

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here