DPRD Jabar Desak Pemerintah Mengemas Perencanaan Matang

0
7 views

“Tanggulangi Gejolak Harga Jangan Hanya Jelang Ramadlan, Hanya Harga Garam Stabil “

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 09/06 – 2016 ).

Ridho Budiman Utama antara lain Bersama Dery Andriawan Didampingi H. Dayat serta Akhmad Wahyudin Memonitor Persediaan dan harga Daging Ayam Ras di Pasar Ciawitali Guntur.
Ridho Budiman Utama, antara lain Bersama Dery Andriawan Didampingi H. Dayat, serta Akhmad Wahyudin Memonitor Persediaan dan Harga Daging Ayam Ras di Pasar Ciawitali Guntur.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir Ridho Budiman Utama mendesak pemerintah bisa segera mengemas perencanaan matang, terukur, dan menyeluruh, termasuk kebijakan mengenai import sapi potong.

Sehingga, upaya menanggulangi gejolak harga ragam komoditi kebutuhan pokok masyarakat dan barang kepentingan lainnya itu, saban tahun hendaknya tak hanya berlangsung menjelang Puasa Ramadlan, serta Lebaran Idul Fitri. Melainkan harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

Persediaan Daging Ayam Ras di Garut Kondusif.
Persediaan Daging Ayam Ras di Garut Kondusif.

Diingatkan Ridho Budiman Utama, terdapatnya proteksi dan peningkatan budi daya sapi lokal bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga tak hanya bertumpu pada aktivitas importir yang juga menyebabkan potensi peternak sapi lokal tak tersentuh, tandasnya di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Kamis (09/06-2016).

Dikatakan, Komisi II DPRD Jabar membidangi perekonomian itu, juga segera merumuskan kebijakan sangat strategis sebagai kontribusi masukan atawa sumbangan pemikiran kepada pemerintah, termasuk Pemprov Jabar. Maka diselenggarakan inspeksi pendadak pada setiap kabup[aten di Jabar.

“Guna mewujudkan kondusivitas persediaan dan harga ragam komoditi setiap jelang Puasa Ramadlan serta Lebaran idul Fitri,” imbuhnya ketika didesak pertanyaan Garut News.

Akhmad Wahyudin Sampaikan Penyebab Melonjaknya Harga Gula Pasir.
Akhmad Wahyudin, Kepada Ridho Budiman Utama dan Abdul Hadi Wijaya, Sampaikan Penyebab Melonjaknya Harga Gula Pasir.

Ungkapan juga harapan senada dikemukakan pula Sekretaris Fraksi PKS Jabar (anggota Komisi II DPRD provinsi setempat), Ir H. Abdul Hari Wijaya, M.Sc.

Mereka menelisik setiap persediaan bahan pokok dan barang kebutuhan penting lainnya, sekaligus memonitor perkembangan harga ragam komoditi di Pasar Ciawitali Guntur Garut, antara lain bersama rekan lainnya dari Fraksi PDI-Perjauangan, serta Fraksi Partai NasDem.

Di antaranya didampingi pula Kepala Bagian Pertanian pada Biro Perekonomian Setda Provinsi Jabar, Dery Andriawan, serta Kepala Bidang Pasar pada Disperindagpas Kabupaten Garut, Dani.

Memonitor Harga Beras.
Memonitor Harga Beras.

Masih menurut Ridho Budiman Utama dan Abdul Hadi Wijaya, segera mendorong Pemprov Jabar segera menggelar operasi pasar sejumlah mata dagangan yang mendesak dibutuhkan masyarakat, yang pada Puasa Ramadlan 1437 H/2016 ini bernilai Rp15 miliar, meningkat dibandingkan tahun lalu total nilai pasar murahnya Rp10 miliar.

Dia juga mendorong pemerintah, bisa secepatnya mengevaluasi mekanisme perdagangan komiditi bersubsidi terutama gas elfiji berkapasitas tabung tiga kilogram, agar tak terjadi gejolak harga sekaligus masyarakat miskin sebagai penerima manfaat bisa dengan mudah menikmati mata dagangan tersebut.

Bersama Kepala Bidang Pasar Disperindagpas, Presentasikan Perkembangan Harga.
Bersama Kepala Bidang Pasar Disperindagpas, Presentasikan Perkembangan Harga.

Sedangkan mengenai gula pasir, di Pasar Ciawitali Guntur masih bertengger pada harga Rp16 ribu per kilogram, juga patut segera mendapat perhatian serius pemerintah, meski kenaikan harganya lantaran belum stabilnya pasokan gula pasir produk Pabrik Gula Cirebon.

Mengenai bawang merah import, disikapi keprihatinan sebab para petani di Jawa Tengah dan daerah lainnya bakal segera panen, sehingga dipastikan produk menjadi melimpah dengan harga jual relatif murah.

“Daging Sapi Sempat Menembus Rp140 Ribu per Kilogram”

Kepala UPTD Pasar pada Disperindag kabupaten setempat H. Dayat, S.Sos didampingi Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE menyatakan, harga daging sapi pada pasar dikelolanya sempat menembus Rp140 ribu per kilogram, pada Senin (06/06-2016).

H. Dayat Pantau Kondisi Pasar Ciawitali Guntur, Garut.
H. Dayat Pantau Kondisi Pasar Ciawitali Guntur, Garut.

Sedangkan dua hari jelang Puasa Ramadlan pada kisaran Rp120 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram, padahal sebelumnya bisa diperoleh dengan harga Rp100 ribu per kilogram, katanya.

Mereka antara lain katakan pula, pada Kamis (09/06-2016), harga daging ayam ras Rp34 ribu per kg, telur ayam ras Rp22.500 per kg, daging sapi Rp110 ribu per kg, beras berkisar Rp9.500 hingga Rp11 ribu per kilogram, bawang merah Rp28 ribu per kilogram, serta bawang putih Rp35 ribu per kilogram.

Kemudian cabe merah gepeng Rp45 ribu per kg, cabe merah keriting Rp18 ribu per kg, cabe rawit hijau Rp15 ribu per kilogram, cabe rawit merah Rp20 ribu per kilogram, dan cabe rawit campuran Rp15 ribu per kilogram.

Disusul harga kelapa parut Rp15 ribu per kg, ikan mas segar Rp25 ribu per kg, tepung terigu segitiga Rp7.500 per kg, kentang Rp15 ribu per kg, telur ayam kampung Rp2.000 per butir, tomat Rp6.000 per kg, kacang tanah kupas Rp25 ribu per kg, Teri Medan Rp48 ribu per kg, serta wortol dan buncis masing-masing Rp6.000 per kilogram.

“Ternyata selama ini, yang senantiasa relatif berharga stabil yakni harga garam beryodium”.

 

*********