DPRD Garut Didesak Bentuk Pansus Mosi Tidak Percaya

0
96 views
Ilustrasi.

Garut News ( Rabu, 06/12 – 2017 ).

Ilustrasi.

Kalangan aktivis tergabung Petisi Aktivis Garut menuding Bupati Rudy Gunawan, dan Wabup Helmi Budiman tak becus memimpin Garut, bahkan gagal membawa Garut ke arah lebih baik, seperti jargon pembaharuan mereka kampanyekan dulu.

Meski kabupaten ini dua kali mendapatkan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2015, dan TA 2016, namun temuan kasus indikasi korupsi masih tetap terus mewarnai.

Karena itu, petisi aktivis tersebut juga meminta Rudy-Helmi mundur dari jabatannya, dan mendesak DPRD Garut membentuk Panitia Khusus menyatakan mosi tidak percaya terhadap Bupati Rudy, dan Wabup Helmi.

Ilustrasi.

Demikian dikemukakan para aktivis elemen pergerakan di depan kantor Bupati Jalan Pembangunan Tarogong Kidul, Rabu (06/12-2017).

Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriadi menandaskan, salah satu indikasi kegagalan kepemimpinan Rudy-Helmi masih banyaknya masyarakat miskin kabupaten itu mencapai sedikitnya 230.000 penduduk atau sekitar 9,70 persen dari total penduduk Garut. Padahal tugas kepala daerah menyejahterakan rakyatnya.

Infrastruktur jalan masih banyak berkondisi buruk, masih banyak pula masyarakat di pedesaan belum mendapatkan akses air bersih, masih banyak masyarakat kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan kendati ada program BPJS Kesehatan, masih banyak anak tak bisa melanjutkan pendidikan lantaran kesulitan ekonomi, malahan pelayanan publik juga belum maksimal.

Selain itu pula, menciptakan kawasan Pengkolan (pusat kota Garut) Caang/terang tanpa genangan banjir dengan pedagang kaki lima (PKL) tertib pun, masih gagal total bisa diwujudkan.

Padahal semuanya, pilar-pilar sukses program unggulan Rudy-Helmi seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Garut 2014-2019 demi mencapai visi misi Garut Bermartabat Nyaman Sejahtera.

“Di bawah pimpinan Rudy-Helmi walaupn WTP, setiap tahun masih tetap ada temuan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Artinya ini indikasi korupsi di tahun 2016 saja kerugian negeranya mencapai sektiar Rp4 miliar,” ungkap Dudi.

Khusus mengenai revitalisasi pasar tradisional menghabiskan dana puluhan miliar rupiah, Dudi menyatakan bersama para aktivis lainnya sepakat meminta DPRD Garut agar dengan kewenangannya meminta BPK RI melakukan audit investigasi terhadap dana revitalisasi pasar ini.

Ungkapan senada lantang dikemukakan Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Yudi Setia Kurniawan.

Dia juga menilai sejumlah penghargaan diraih Bupati Garut termasuk penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi dalam hal standar pelayanan publik diberikan Ombudsman baru-baru ini, ternyata tak sesuai fakta yang ada. Untuk mendapatkan pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pun, warga sangat kesulitan.

“Yang memprihatinkan, kalau melihat RKPD 2016, ternyata pula yang direalisasikan itu hanya 25 persen. Sedangkan 75 persennya lagi didepositokan,” kata koordinator LSM BAIS Asep Imam Susanto.

Nada keras dikemukakan Ketua LSM GMBI Distrik Garut Ganda Permana. Gagal memimpin Garut, dia meminta Rudy-Helmi mundur dari jabatannya.

DPRD Garut pun diultimatum segera membentuk Pansus Mosi Tidak Percaya terhadap Bupati Rudy-Wabup Helmi kalau para politisi yang kini duduk di DPRD Garut tak ingin ditinggalkan para pemilihnya.

Meski sempat diwarnai kericuhan kecil sebagian massa pengunjuk rasa dengan aparat, aksi unjuk rasa dimulai dari kawasan Bundaran Simpang Lima Tarogong Kidul itu berjalan tertib.

Pekan sebelumnya, Bupati Rudy Gunawan sempat menantang siapapun khususnya pemerhati lingkungan masih menentang kebijakannya terkait industrialisasi di wilayah utara Garut.

Rudy mengklaim kebijakan industrialisasinya itu, takkan mengganggu lingkungan.

Sehingga, tantangan Rudy tersebut menjadikan sejumlah aktivis terpancing. Mereka juga bergabung menyatakan siap menjawab tantangan debat Rudy ini.

Seiring berjalannya waktu, mereka tergabung dalam Petisi Aktivis Garut pun terus bertambah. Tak hanya aktivis pergerakan melainkan juga politisi, dan tokoh budayawan.

*******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here