DPRD Bahas Plat Nomor “Bodong” Mobdin Bupati

Garut News ( Sabtu, 01/02 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.
DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat, bahas pelanggaran penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) palsu atawa ‘bodong” pada mobil pribadi Bupati Garut, Rudy Gunawan, untuk kepentingan dinas.


“Kami koordinasikan masalah ini. Memanggil Bagian Umum,”
kata Ketua DPRD setempat, Ahmad Badjuri pada wartawan di Garut, Kamis.

Dikatakan, Bagian Umum yang berwenang pada pengadaan fasilitas termasuk kendaraan dinas Bupati Garut.

Karena itu, DPRD minta penjelasan dan pertanggungjawaban Bagian Umum.

Sedangkan Bupati Garut, menurut Ahmad, tak mengetahui masalah penggunaan TNKB palsu, hanya memakai mobil tersedia selama kendaraan dinasnya belum ada.

“Beliau (Bupati) ini tak tahu, lantaran mobil dinasnya tak ada, jadi memakai dulu yang ada,” katanya.

Terkait tindakan hukum pelanggaran penggunaan TNKB palsu itu, DPRD tak berwenang memberikan tindakan, namun menyerahkan penanganan dan penindakan hukumnya pada kepolisian.

“Masalah pelanggaran bukan di kita (DPRD) tetapi di Kapolres, di Polres. Polres berwenang menindak,” katanya pula.

Sebelumnya, Bupati menggunakan TNKB palsu atawa bernopol palsu Z1E pada mobil pribadinya Toyota Camry, seharusnya plat nomor tersebut untuk kendaraan dinas Bupati jenis Honda Accord.

Tindakan Bupati Garut tersebut menuai protes sejumlah kalangan masyarakat di antaranya Sekjen Garut Goverment Watch ( GGW ), Dedi Rosyadi, menilai Bupati Garut melanggar undang-undang lalu lintas.

“Pakai plat nomor bukan peruntukannya masuk pelanggaran Undang-Undang lalu lintas, meski seorang Bupati, polisi kudu menegur, atawa menilainya,”
kata Dedi.

***** Zainul, JDH.

Related posts

Leave a Comment