Domba Garut Mendesak Segera Miliki Hak Intelektual

by

Garut News ( Sabtu, 15/02 – 2014 ).

Pedagang Aksesories, dan Miniatur "Domba Garut" (Dogar). Foto: John Doddy Hidayat.
Pedagang Aksesories, dan Miniatur “Domba Garut” (Dogar). Foto: John Doddy Hidayat.
Domba Garut atawa “Aries Ovis”, kini semakin mendesak memiliki “Hak Intelektual” maupun “HAKI”.

Lantaran, plasmanuftah langka satu-satunya di dunia ini, semakin rentan bisa diakui negara tetangga, atawa negara lain.

Termasuk rentan terhadap upaya rekayasa genetika, maupun kloning.

Karena itu, saatnya kini terdapat upaya serius “memproteksi” individu Domba Garut itu sendiri.

Spektakuler, Dogar Bertanduk Lima. (Foto: John Doddy Hidayat).
Spektakuler, Dogar Bertanduk Lima. (Foto: John Doddy Hidayat).
Spisies, yang jika diakui berasal dari negara tetangga, biasanya kita Bangsa Indonesia, sibuk bahkan merebak-marak merasa kebakaran jenggot.

Fenomena bisa memilukan itu, diakui Kepala Disbudpar kabupaten setempat, Mlenik Maumeriadi kepada Garut News, Sabtu (14/02-2014), ketika menyelenggarakan dialog interaktif pada radio penyiaran swasta.

Dikatakan Mlenik Maumeriadi, juga diperlukan langkah nyata memproses tuntas dimilikinya hak cipta bagi Domba Garut, termasuk prosedur kemana saja, katanya.

Ini dikemukakan, saat didesak pertanyaan Garut News mengenai perlunya Pemkab setempat mengundang menteri dari kementerian teknis terkait pada puncak perhelatan peringatan hari jadi ke-201 Garut (16 Februari 2014).

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.
Sehingga dari kementerian pun, bisa mendorong segera dimilikinya hak cipta bagi plasmanuftah, Domba Garut.

Domba Garut, dibudidayakan masyarakat Garut sejak lama.

Memiliki fisik besar dan kuat ini, melahirkan seni atraksi laga domba di antaranya pada daerah Bayongbong.

Kerap diinformasikan, dari hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba Merino Asia Kecil dengan domba ekor gemuk dari Afrika.

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.
Berciri fisik antara lain, Badan agak besar.

Domba jantan dewasa berbobot 60-80 kg, sedangkan betina berbobot 30-40 kg.

Domba jantan bertanduk besar, melengkung kearah belakang, dan ujungnya mengarah kedepan sehingga berbentuk seperti spiral.

Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir bersatu, sedangkan domba betina tak memiliki tanduk.

Ekornya pendek dan pangkalnya agak besar (gemuk), berleher agak kuat.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.
Bentuk telinga ada yang panjang, pendek dan sedang terletak dibelakang pangkal tanduk.

Bulunya lebih panjang dan halus dibandingkan domba asli, berwarna putih, hitam, cokelat, atawa kombinasi dari ketiga warna tersebut.

Teknologi dibutuhkan memelihara, bagi usaha peternakan usaha usaha penggemukan sangat sederhana.

Terdiri penentuan lokasi, perkandangan dan perlengkapan.

Penentuan lokasi peternakan domba perlu memerhatikan dan memertimbangkan faktor lingkungan,

sumber daya alam, faktor sosial, faktor ekonomi dan faktor hukum mendukung pembudidayaan.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.