Dodol “Jubaedah” Terwarisi “Asa” Luhur R.A Kartini

0
51 views

Pimpinan Beserta Segenap Keluar Besar Pengelola Dodol Garut “Jubaedah” (Ny. Dedah Jubaedah). Mengucapkan ; Selamat Memaknai Peringatan R.A Kartini Tahun 2016 ini.

Ny. Dedah Jubaedah.
Ny. Dedah Jubaedah.

Setiap seluruh Keluarga Besar Pengelola Dodol Jubaedah, juga selama ini terwarisi “asa” atawa harapan dari cita-cita luhur tokoh besar “emansipasi” perempuan tersebut.

Sehingga hingga kini senantiasa konsisten dengan komitmen kuatnya, meretas inovasi serera kreativitas, juga sekaligus mengaplikasikan kemasan karya nyata Mewujudkan “Garut Bermartabat”

Selama ini pula, produktivitas Dodol Garut “Jubaedah”, juga senantiasa merealisasikan komitmennya memertahankan, sekaligus terus meningkatkan kualitas kuliner berbasis kearifan lokal.

aa321Menyusul setiap seluruh rangkaian produksinya pun, umumnya dilaksanakan secara manual, yang sangat bermanfaat lantaran bisa menyerap tenaga kerja penduduk setempat.

Produk kuliner warisan turun-temurun itu, selama ini pun senantiasa mendapat sentuhan kreativitas beragam inovasi, semata-mata guna memanjakan pemenuhan selera konsumen, termasuk sebagai upaya nyata bisa tampil prima berdaya saing dengan produk kuliner asal luar negeri.

Meski selama ini berbasiskan kreativitas – inovasi industri rumah tangga, namun beragam keunggulan produk Dodol Garut “Jubaedah”, dipastikan bisa mengangkat “destinasi” potensi wisata kuliner lokal di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ny. Dedah Jubaedah, ibu rumah tangga. Selain setia mendampingi suami dan mendidik tiga putra-putrinya, juga sejak menikah pada 1996 melanjutkan pengembangan keakhlian warisan memproduk kuliner lokal dari orangtuanya.

Enak Dinikmati, dan Perlu.
Enak Dinikmati, dan Perlu.

Sebelumnya orangtua Dedah Jubaedah selama 20 tahun lebih, antara lain memproduksi angleng, dodol juga borondong.

Kemudian anak bungsu dari enam bersaudara ini, tak menyia-nyiakan tantangan menghadapi kian ketatnya daya saing, bahkan Dedah Jubaedah sekeluarga memiliki komitmen kuat, “mewujudkan tantangan menjadi peluang”.

Sekurangnya kini memproduk 16 jenis dodol, angleng serta borondong, setiap jenis produktivitasnya berbasiskan pula kearifan lokal kreativitas warisan turun-temurun dari orangtua.

Karena itu sejak beberapa tahun terakhir, rata-rata omset pemasaran produk dodolnya mencapai 24 ton setiap bulan.

Di antaranya memenuhi pangsa pasar kawasan Garut Utara dan Wilayah Garut Tengah, juga ke luar Pulau Jawa, antara lain Lampung dan Kalimantan.

Sedikitnya 16 ragam produk Dodol Garut “Jubaedah”, terdiri Dodol Garut Wijen, Dodol Kombinasi, Dodol Sebra, Dodol Kacang Merah, Dodol Kacang Ijo, Dodol Ketan Hitam, Angleng Ketan Hitam, Dodol Buah Melon, Dodol Buah Nenas, Dodol Buah Arben, Dodol Sirsak, Kerak Dodol, Parsel Mini Buah, Dodol Pisang, Dodol Chocolate, serta Dodol Kurma.

Terdapat pula Dodol Kentang, serta Kismis, ungkapnya.

Bisa Dibawa Berlayar.
Bisa Dibawa Berlayar.

Sama sekali tak memanfaatkan bahan kimia, atawa benar-benar “zero emition”, namun beragam jenis Dodol Garut “Jubaedah” bisa bertahan selama satu bulan. Kemudian produk borondong serta angleng bisa bertahan selama dua pekan.Setiap seluruh produktivitasnya tersebut, diproses manual dengan lima tenaga inti didukung 20 tenaga kerja lainnya.

Tak terbatas pula pada 16 jenis produk, jika terdapat pesanan khusus bisa memproduk jenis lainnya, sebab setiap seluruh tenaga kerjanya memiliki “soliditas” tinggi.

Produk PD. Citra Rasa dan PD. Jubaedah (0262 – 2244898) ini, beralamat di Jalan Cicurug Nomor. 2 Kelurahan Suci Kaler (Suci) Kecamatan Karangpawitan, Garut.

Sedangkan, nilai jual setiap jenis produknya berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, diproses secara manual berbahan bakar kayu agar bisa dipertahankan keasliannya.

Serta dijamin halal.

Bisa Menjadi Cemilan Menghalau Kepenatan Jalan Macet, Meski Naik Angkot.
Bisa Menjadi Cemilan Menghalau Kepenatan Jalan Macet, Meski Naik Angkot.

Dedah Jubaedah, berobsesi menjadikannnya industri berskala besar, menyusul tersedianya lahan milik masih kosong seluas 1.400 m2.

Ny. Dedah Jubaedah bersama suaminya dikaruniai putra-putri Fauzah Wahyudin, Raehan Asauri Wahyudin, serta Naila Aghisni Rahwa Wahyudin.

Mereka sekeluarga mengembangkan kegiatan industri rumah tangga tersebut, mulai dari titik nol kilometer, antara lain diawali mengantar sendiri produk borondong dan angleng ke setiap warung.

Seluruhnya berproses panjang dan melelahkan, atawa tidak ujug-ujug.

Menyusul bisa dipastikan pula, dari kaum perempuan yang mulia dan cerdas dapat melahirkan generasi – generasi yang berkualitas pula.

Bermanuver Sambil Nikmati Dodol Jubaedah.
Bermanuver Sambil Nikmati Dodol Jubaedah.

Lantaran, “Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai”.

“Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi tuk menang”.

“Mati satu tumbuh seribu. Kartini mungkin sudah tiada, namun semangat juangnya tidak boleh padam begitu saja. Maju terus para Kartini muda. Selamat Hari Kartini”

Siap Mengudara Berbekalkan Dodol.
Siap Mengudara Berbekalkan Dodol.

“Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tidak bermimpi, apakah jadinya hidup!”

“Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu”.

“Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan–angan muda yang mati, kadang-kadang timbullah angan–angan lain, yang lebih sempurna, yang kelak menjadikannya buah”.

*********

Fotografer : John Doddy Hidayat/ Pelbagai Sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here