Dodol “Jubaedah” Mengucapkan Dirgahayu Hari Jadi Garut 2016

0
87 views

“Memertahankan, sekaligus terus meningkatkan kualitas kuliner berbasis kearifan lokal”

Garut News.

Ny. Dedah Jubaedah.
Ny. Dedah Jubaedah.

Pimpinan Beserta Segenap Keluar Besar Pengelola Dodol Garut “Jubaedah” (Ny. Dedah Jubaedah).

Mengucapkan ; Selamat dan Dirgahayu Hari Jadi Ke-203 Garut. (16 Pebruari 1813 – 16 Pebruari 2016).

“Dengan Semangat Hari Jadi Garut Ke-203 Tahun 2016, Kita Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Wilayah dan Kualitas Pelayanan Dasar Menuju Masyarakat Garut yang Sejahtera”

Dirgahayu Hari Jadi Garut, Bermartabat dan Menjadi Kabupaten Unggulan.

Menyambut Hari Jadi Ke-203 Garut 2016.

dodol5Momentum penting peringatan Ke-2013 Tahun Garut ini. Menjadikan setiap seluruh Keluarga Besar Pengelola Dodol Jubaedah.

Senantiasa konsisten dengan komitmen kuatnya, meretas “asa” juga sekaligus mengaplikasikan kemasan karya nyata Mewujudkan “Garut Bermartabat”

Selama ini produktivitas Dodol Garut “Jubaedah”, juga senantiasa merealisasikan komitmennya memertahankan, sekaligus terus meningkatkan kualitas kuliner berbasis kearifan lokal.

dodol7Sehingga setiap seluruh rangkaian produksinya pun, umumnya dilaksanakan secara manual, yang sangat bermanfaat lantaran bisa menyerap tenaga kerja penduduk setempat.

Produk kuliner warisan turun-temurun tersebut, selama ini pula senantiasa mendapat sentuhan kreativitas beragam inovasi, semata-mata guna memanjakan pemenuhan selera konsumen, termasuk sebagai upaya nyata bisa tampil prima berdaya saing dengan produk kuliner asal luar negeri.

Meski selama ini berbasiskan kreativitas – inovasi industri rumah tangga, namun beragam keunggulan produk Dodol Garut “Jubaedah”, dipastikan bisa mengangkat “destinasi” potensi wisata kuliner lokal di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

dodol8Ny. Dedah Jubaedah, ibu rumah tangga. Selain setia mendampingi suami dan mendidik tiga putra-putrinya, juga sejak menikah pada 1996 melanjutkan pengembangan keakhlian warisan memproduk kuliner lokal dari orangtuanya.

Sebelumnya orangtua Dedah Jubaedah selama 20 tahun lebih, antara lain memproduksi angleng, dodol juga borondong.

Kemudian anak bungsu dari enam bersaudara ini, tak menyia-nyiakan tantangan menghadapi kian ketatnya daya saing yang diwariskan orangtuanya itu, bahkan Dedah Jubaedah sekeluarga memiliki komitmen kuat, “mewujudkan tantangan menjadi peluang”.

Sekurangnya kini memproduk 16 jenis dodol, juga angleng serta borondong, setiap jenis produktivitasnya berbasiskan pula kearifan lokal kreativitas warisan turun-temurun dari orangtuanya.

dodol6Sehingga sejak beberapa tahun terakhir, rata-rata omset pemasaran produk dodolnya mencapai 24 ton setiap bulan.

Di antaranya memenuhi pangsa pasar kawasan Garut Utara dan Wilayah Garut Tengah, juga ke luar Pulau Jawa, antara lain Lampung dan Kalimantan.

Sedikitnya 16 ragam produk Dodol Garut “Jubaedah”, terdiri Dodol Garut Wijen, Dodol Kombinasi, Dodol Sebra, Dodol Kacang Merah, Dodol Kacang Ijo, Dodol Ketan Hitam, Angleng Ketan Hitam, Dodol Buah Melon, Dodol Buah Nenas, Dodol Buah Arben, Dodol Sirsak, Kerak Dodol, Parsel Mini Buah, Dodol Pisang, Dodol Chocolate, serta Dodol Kurma.

Terdapat pula Dodol Kentang, serta Kismis, ungkapnya.

Dea Rahadian Hidayati, S.I.Kom Pewarta Garut News Biro Bandung.
Dea Rahadian Hidayati, S.I.Kom Pewarta Garut News Biro Bandung.

Setiap seluruh produktivitasnya tersebut, diproses manual dengan lima tenaga inti didukung 20 tenaga kerja lainnya.

Sama sekali tak memanfaatkan bahan kimia, atawa benar-benar “zero emition”, namun beragam jenis Dodol Garut “Jubaedah” bisa bertahan selama satu bulan. Menyusul produk borondong serta angleng bisa bertahan selama dua pekan.

Tak terbatas pula pada 16 jenis produk, jika terdapat pesanan khusus bisa memproduk jenis lainnya, lantaran setiap seluruh tenaga kerjanya memiliki “soliditas” tinggi.

Produk PD. Citra Rasa dan PD. Jubaedah (0262 – 2244898) ini, beralamat di Jalan Cicurug Nomor. 2 Kelurahan Suci Kaler (Suci) Kecamatan Karangpawitan, Garut.

Sedangkan, nilai jual setiap jenis produknya berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, diproses secara manual berbahan bakar kayu agar bisa dipertahankan keasliannya.

Serta dijamin halal.

Dedah Jubaedah, berobsesi menjadikannnya industri berskala besar, menyusul tersedianya lahan milik masih kosong seluas 1.400 m2.

Ny. Dedah Jubaedah bersama suaminya dikaruniai putra-putri Fauzah Wahyudin, Raehan Asauri Wahyudin, serta Naila Aghisni Rahwa Wahyudin.

Mereka sekeluarga mengembangkan kegiatan industri rumah tangga tersebut, mulai dari titik nol kilometer, antara lain diawali mengantar sendiri produk borondong dan angleng ke setiap warung.

Seluruhnya berproses panjang dan melelahkan, atawa tidak ujug-ujug.

 

********