Dodol Garut Asli Jubaedah : Selamat Lebaran Idul Adha 1437 H

0
31 views
Bupati H. Rudy Gunawan : Cintailah Produk Kearifan Lokal Garut Bernilai Adi Luhung.
Bupati H. Rudy Gunawan : Cintailah Produk Kearifan Lokal Garut Bernilai Adi Luhung.
Bupati H. Rudy Gunawan : Cintailah Produk Kearifan Lokal Garut Bernilai Adi Luhung.

Produsen Dodol Garut “Jubaedah”, Ny. Dedah Jubaedah Bersama Keluarga Juga Seluruh Karyawan, Mengucapkan : “Selamat Lebaran Idul Adha” (10 Dzulhijjah 1437 H/2016).

-Labuhkan Pencarian Hidup Ini Hanya Pada Yang Maha Kekal, Meski Sarat Pengorbanan, Layaknya Pencarian dan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang Hanif.

Marilah Kita Bersilaturahmi, Saling Memaafkan dan Berbagi.

Semoga Hidup Dipenuhi Kelezatan, Selezat Sate di Hari Lebaran Qurban, Imanpun Dipenuhi Ketegaran, Setegar serta Seikhlas Ismail dengan Domba Sembelihan.

“Berinvestasikan Kepercayaan Berbasiskan Kualitas Produktivitas”

Dodol Garut Asli “Jubaedah” Bisa Diterima Semua Kalangan Tua, Muda juga Anak-anak.
Termasuk bisa memenuhi kebutuhan berliburan Lebaran Idul Adha 1437 Hijriyah/2016.

Secara berkelanjutan sedikitnya 39 ton ragam varian produk Dodol Garut Asli “Jubaedah” juga berhasil menembus pangsa pasar Sumatera, Jawa Tengah, serta pangsa Pasar Bekasi.

Bahkan sebelumnya. Juga bisa memenuhi pesanan 12 ton komoditi yang menjadi “ikon” Garut tersebut.

Produsen Dodol Garut “Jubaedah”, Ny. Dedah Jubaedah katakan, sedikitnya 39 ton mata dagangan itu kini gencar diproduksi guna memenuhi pesanan 30 ton dari Lampung Sumatera, kemudian lima ton pesanan Jawa Tengah, serta empat ton pesanan Bekasi.

Di Sumatera, komoditas non Migas Asli Garut ini juga menyebar pada kawasan perkebunan perkebunan kelapa sawit sejak 2010 lalu, memenuhi kebutuhan para konsumen termasuk kalangan karyawan, dan masyarakat sekitar perkebunan itu.

Dikatakan pula, tumbuh dan berkembangnya pangsa pasar Dodol Garut “Jubaedah”. Juga ditunjang investasi kepercayaan berbasiskan kualitas produktivitas yang senantiasa diupayakan bisa terus-menerus mengalami peningkatan.

Sedangkan setiap seluruh rangkaian produksi Dodol Garut “Jubaedah”, umumnya dilaksanakan secara manual.

Yang juga sangat bermanfaat sebab antara lain bisa menyerap tenaga kerja sebagian besar penduduk setempat.

Memproduk Ragam Varian.

Ragam jenis kuliner warisan turun-temurun tersebut, selama ini pula senantiasa mendapat sentuhan kreativitas beragam inovasi, semata-mata guna memanjakan pemenuhan selera kalangan konsumen, termasuk sebagai upaya nyata bisa tampil prima berdaya saing dengan produk kuliner asal luar negeri.

Dengan memerkerjakan 25 karyawan, sehingga mereka bisa menghidupi sekurangnya 125 anggota keluarga.

Melalui sentuhan kreativitas – inovasi industri rumah tangga, Menjadikan beragam keunggulan produk Dodol Garut “Jubaedah”, dinilai bisa menunjang bahkan mengangkat “destinasi” potensi wisata kuliner Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sebelumnya orangtua Dedah Jubaedah selama 20 tahun lebih, antara lain memproduksi angleng, dodol juga borondong.

Dikemukakan, sekurangnya kini memproduk 16 jenis dodol, juga angleng serta borondong, setiap jenis produktivitasnya mendapat polesan kearifan lokal kreativitas warisan “adi luhung” secara turun-temurun dari orangtua.

Sehingga sejak beberapa tahun terakhir, rata-rata omset pemasaran produk terendah dodolnya mencapai 24 ton setiap bulan.

Di antaranya memenuhi pangsa pasar kawasan Garut Utara dan Wilayah Garut Tengah, juga ke luar Pulau Jawa, antara lain Lampung dan Kalimantan.

Di antaranya 16 jenis produk Dodol Garut “Jubaedah”, terdiri Dodol Garut Wijen, Dodol Kombinasi, Dodol Sebra, Dodol Kacang Merah, Dodol Kacang Ijo, Dodol Ketan Hitam, Angleng Ketan Hitam, Dodol Buah Melon, Dodol Buah Nenas, Dodol Buah Arben, Dodol Sirsak, Kerak Dodol, Parsel Mini Buah, Dodol Pisang, Dodol Chocolate, serta Dodol
Kurma. Terdapat pula Dodol Kentang, serta Kismis, ungkapnya.

Setiap seluruh produktivitasnya itu, diproses secara manual dengan lima tenaga inti, serta didukung 20 tenaga kerja lainnya.

Proses Produksi Dipanaskan Dengan Kalori Berbahan Baku Kayu Bakar. Sama sekali tak memanfaatkan bahan kimia, atawa benar-benar “zero emition”, namun beragam jenis Dodol Garut “Jubaedah” bisa bertahan selama satu bulan. Menyusul produk borondong serta angleng bisa bertahan selama dua pekan.

Tetapi juga tak terbatas pada 16 jenis produk, jika terdapat pesanan khusus bisa memproduk jenis lainnya, lantaran setiap seluruh tenaga kerjanya memiliki “soliditas” tinggi.

“Mereka kami anggap keluarga sendiri, bekerja setiap hari mulai pukul 06.00 hingga pukul 16.00 WIB. Apabila terdapat penambahan waktu dipastikan mendapatkan upah
lembur,” ungkapnya pula.

Steril dan Hygine.

Produk PD. Citra Rasa dan PD. Jubaedah (0262 – 2244898) ini. Beralamat lengkap di Jalan Cicurug Nomor. 2 Kelurahan Suci Kaler (Suci) Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat.

Dalam pada itu, nilai jual setiap jenis produknya berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Diproses secara manual berbahan bakar kayu agar bisa dipertahankan
keasliannya.

Dikemukakan Dedah Jubaedah, berobsesi menjadikannnya industri berskala besar.

Dengan tetap optimis, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, didukung do’a dan tawakal pada Allah SWT, inyaallah bisa mewujudkan keberhasilan maksimal, imbuhnya.

Amien.

*******