Diwarnai “WO” Urusan Pemerintahan Konkuren Menjadi Perda.

0
95 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 23/05 – 2016 ).

Rapat Paripurna, Senin (23/05-2016).
Rapat Paripurna, Senin (23/05-2016).

Kendati diwarnai aksi “walk out” atawa WO Fraksi Demokrat-Restorasi, namun DPRD Kabupaten Garut akhirnya tetap “keukeuh – peuteukuh” menyetujui “Rancangan Peraturan Daerah” (Raperda) tentang Urusan Pemerintahan Konkuren kabupaten setempat, ditetapkan menjadi Perda.

Demikian berlangsung pada Rapat Paripurna DPRD tentang Pembahasan Empat Buah Raperda kabupaten tahun 2016 beragenda Pendapat/Kata Akhir Fraksi, dan Keputusan DPRD di ruang rapat paripurna, Senin (23/05-2016).

Pembahasan tentang Raperda tersebut, merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait pelimpahan kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Antara Lain Dihadiri Wabup Garut, dr H. Helmi Budiman.
Antara Lain Dihadiri Wabup Garut, dr H. Helmi Budiman.

Raperda itu sejak semula mendapat perhatian lebih dari Fraksi-Fraksi di DPRD. Lantaran hingga kini, peraturan pemerintah (PP) menjabarkan pelaksanaan UU ini masih belum terbit.

Sehingga dikhawatirkan penetapan Perda Konkuren berpotensi menimbulkan masalah. Sejumlah fraksi pun sempat meminta penangguhan penetapan Raperda tersebut.

Pandangan beda fraksi itu berlanjut pada Rapat Paripurna Kata Akhir Fraksi dan Keputusan DPRD. Sampai-sampai pimpinan rapat Yogi Yuda Wibawa melakukan skorsing selama 30 menit, dan menggelar rapat pimpinan di Ruangan Pimpinan DPRD.

Hal itu dilakukan sebagai upaya agar kata akhir fraksi menjadi bulat sebelum kemudian ditetapkan dalam Keputusan DPRD.

Rupanya rapat pimpinan berlangsung cukup alot. Rapat Paripurna baru dilanjutkan berselang lebih satu jam kemudian.

“Sudah ada kesepakatan dari fraksi-fraksi. Raperda tentang Urusan Konkuren ditetapkan menjadi Perda. Dengan catatan, pelaksanaannya menunggu terbitnya PP,” ungkap Yogi ketika membuka lanjutan rapat paripurna.

Namun, Fraksi Demokrat-Restorasi tetap menyatakan sikapnya meminta penangguhan. Pernyataan sikapnya itu dibuktikan dengan aksi walk out.

“Kita tetap pada sikap kita. Karena itu kita menarik diri dari Rapim dan tak melanjutkan hadir dalam sidang paripurna,”¬†antara lain tandas anggota Fraksi Demokrat-Restorasi Dadang Sudrajat.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here