Diterjunkan Sekitar 1.661 Tenaga Kesehatan Lapangan

0
135 views

Garut News ( Selasa, 30/06 – 2015 ).

Pengkolan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Pengkolan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Memberikan jasa layanan kesehatan masyarakat, terutama pemudik, maka sejak H-7 hingga H+7 Lebaran Idulfitri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut menerjunkan sekitar 1.661 petugas kesehatan di lapangan.

Mereka di antaranya sekitar 93 dokter umum, 16 ahli gizi, 714 perawat, dan 472 bidan. Juga sekitar 438 tenaga lainnya.

Disebar pada beberapa titik lokasi, sejak rumah sakit, puskesmas, hingga pos siaga kesehatan lapangan dibentuk khusus selama H-7 hingga H+7 Idulfitri.

Khusus pos siaga kesehatan lapangan, selain pada lintasan jalur mudik, juga sekitar titik keramaian dan pusat perbelanjaan kawasan Garut Kota dan kawasan pariwisata.

“Memang hampir seluruh personel siap diturunkan. Pada pos siaga tentu dikoordinasikan dengan pihak terkait lain misalnya kepolisian,” kata Kadinkes Teni Sewara Rifai.

Pos siaga kesehatan lapangan memberikan pelayanan dasar kesehatan bersifat kedaruratan. Sehingga tindak lanjut penanganan pasien, tetap harus ke puskesmas. Jika puskesmas tak sanggup maka pasien dirujuk ke rumah sakit.

Tak beda dengan tahun sebelumnya, beberapa pos siaga kesehatan dibentuk pada lintasan jalur mudik. Antara lain di Terminal Malangbong, Simpang Tiga Kiaradodot Kadungora, Pananjung Jalan Raya Limbangan, dan Terminal Guntur Garut.

Beberapa pos siaga kesehatan beroperasi selama 12 jam pada H-7 hingga Hari H. Masing-masing pada Tanjakan Rancasalak-Cijapati Kadungora, Simpang Tiga Jalan Mandalagiri-Jalan Ahmad Yani, dan Pertokoan Garut Plaza.

Kemudian Ramayana-IBC, Simpang Tiga Sarkanjut-Leuwigoong, Pustu Lewo Malangbong, dan di Kampung Ciparay Jalan Raya Garut-Pameungpeuk.

Terdapat juga sejumlah pos siaga kesehatan beroperasi selama 12 jam pada H+1 hingga H+7. Yakni Pustu Lewo Malangbong, Tanjakan Rancasalak Cijapati-Kadungora, simpang tiga Sarkanjut Leuwigoong, dan Kampung Ciparay Jalan Raya Garut-Pameungpeuk.

Pos siaga kesehatan juga dibentuk di kawasan wisata dan efektif beroperasi mulai hari H hingga H+7. Antara lain Situ Bagendit Banyuresmi, Situ dan Candi Cangkuang Leles, Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Pantai Sayang Heulang – Pameungpeuk, serta Taman Wisata Alam Gunungapi Papandayan.

Pada setiap pos ditempatkan tenaga paramedis dan “on call” medis berikut kelengkapan peralatan dan obat-obatan tanggap darurat.

Disiagakan juga ambulans, terutama untuk rujukan pasien kudu ditangani lebih lanjut di puskesmas atau rumah sakit, katanya.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here