Ditemukan Penjualan Hewan Kurban Belum Cukup Umur

0
12 views

Garut News ( Selasa, 22/09 – 2015 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Meski Hewan pemenuhan kebutuhan berkurban di Kabupaten Garut dinyatakan terbilang aman dari penyakit berbahaya dan mematikan. Namun kendati demikian ternyata masih ditemukan hewan kurban belum cukup umur yang terpaksa dijual para pedagangnya.

Kabid Keswan Masyarakat Veteriner pada Disnakanla kabupaten setempat Iman Budiman katakan, berdasar pemeriksaan hewan kurban saat antemortum (sebelum dipotong) dilakukan timnya sejak 10 September lalu, tak ditemukan hewan berpenyakit menular.

“Jadi dapat dinyatakan sehat dan laik jual,” katanya, Selasa (22/09-2015).

Namun, kata dia, tim masih menemukan hewan belum cukup umur diperjualbelikan untuk kurban, terutama sapi. Menurutnya, dari tampilan fisik hewan tersebut memang tampak besar, tetapi sebenarnya belum cukup umur.

“Untuk sapi itu nisabnya dua tahun dan domba nisabnya satu tahun. Tampilan fisik bagus ini kemungkinan faktor genetik, seperti sapi limousine,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat diserukan agar mencermati benar kondisi hewan dibeli keperluan kurbannya. Baik kondisi fisik kesehatan, umur maupun syarat lainnya.

Dikemukakan, Tim Persiapan Kurban Disnakkanla terdiri lima tenaga medis, 13 paramedis, 20 pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), serta 18 tenaga pemeriksa itu melakukan monitoring pada 36 tempat.

Hasilnya, 1.820 ekor ternak besar dan 2.740 ekor ternak kecil terperiksa dinyatakan sehat.

“Kita juga terus monitor sampai akhir hari tasyrik. Termasuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban di sejumlah tempat. Kalau ternyata dalam pemeriksaan postmortem (sesudah dipotong) ditemukan ada hewan kurban terkena penyakit, paling sering cacing hati, sebaiknya hati tersebut jangan dikonsumsi,” imbuhnya.

Dijelaskannya, jumlah hewan kurban di Garut cukup tersedia, terutama jenis domba. Hewan ini seperempatnya dipenuhi dari peternak di Jabar, sedangkan sisanya dari Jawa Tengan serta Jawa Timur.

Diperkirakan, jumlah hewan kurban tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Lantaran antara lain meroketnya harga hewan kurban di tengah menurunnya daya beli masyarakat belakangan ini.

Harga hewan ternak besar rata-rata mengalami kenaikan berkisar Rp1,5 juta-Rp3,5 juta per ekor, dan ternak kecil berkisar Rp1 juta-Rp1,5 juta per ekor.

“Biasanya sebulan sebelum hari H, transaksi hewan kurban ramai. Para penjual hewan di lapak-lapak di pinggiran jalan juga banyak. Tetapi sekarang, hingga beberapa hari menjelang hari H, berjualan di lapak pinggiran jalan bisa dihitung jari, nyaris tak terlihat,” kata dia.

********

Noel, Jdh.