Ditemukan Pelanggaran Mendasar Armada Bis Jelang Lebaran

0
16 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 16/06 – 2016 ).

Inspeksi Keselamatan Kendaraan Bis Jelang Musim Arus Mudik, dan Balik Lebaran.
Inspeksi Keselamatan Kendaraan Bis Jelang Musim Arus Mudik, dan Balik Lebaran.

Selama menginspeksi di Terminal Guntur Garut, Dirjen Perhubungan Darat menemukan banyak pelanggaran mendasar terkait keberadaan armada bus angkutan penumpang umum berbagai jurusan. Mulai kelengkapan surat kendaraan hingga kondisi fisik kendaraan menyangkut kelaikan jalan.

Sehingga terpaksa 11 unit armada bus jurusan Garut-Bandung-Jakarta dilarang beroperasi lantaran tersandung beragam pelanggaran.

“Dari sekitar 90 unit bus diperiksa, belum ada satu pun bus memenuhi syarat kelaikan jalan. Baik dari kondisi mesin maupun kelengkapan surat kendaraan. Lebih dari 30 unit di antaranya mengalami kerusakan skala kecil, serta 11 unit lain dilarang beroperasi sebab pelbagai pelanggaran,” ungkap Kepala Seksi Pengawasan Teknis pada Kementerian Perhubungan, Jabonor di Terminal Guntur, Rabu (15/06-2016).

Menurut dia, jumlah armada bus tak laik jalan atawa tak boleh beroperasi tersebut, kemungkinan bisa bertambah karena pemeriksaan terhadap armada bus masih terus berlangsung.

Dikemukakan, kedatangannya ke Terminal Guntur bertujuan melakukan pengecekan kesiapan dan kelaikan armada bus digunakan pemudik pada Lebaran Idul Fitri tahun ini. Terdapat 40 item jenis pemeriksaan kendaraan dilakukan.

“Kalau dari sisi fungsi kendaraan tak boleh jalan, misalnya kondisi rem blong, lampu tak menyala, kaca retak, pecah, atau pelanggaran lain. Sedangkan dari sisi pengungkapan, misalnya tak adanya obat-obatan dan tak ada segitiga pengaman. Tapi itu dapat ditoleran dengan catatan pelanggarannya nanti harus dilengkapi maksimal 12 hari sebelum lebaran,” imbuhnya.

Jabonor juga jelaskan, selama tiga hari mengadakan pemeriksaan, banyak temuan mendasar, seperti nomor rangka kendaraan tak sesuai dengan nomor tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Temuan semacam itu banyak. Sanksinya kalau di sini ya ditilang, Bus itu tak boleh ada di terminal. Banyak juga ditemukan secara fisik kendaraan tak laik jalan,” ungkapnya.

Hasil temuan pelanggaran itu diberikan kepada pihak perusahaan agar dilengkapi dan diperbaiki. Dia berharap pengusaha angkutan bisa melengkapi kekurangan maksimal hingga H-12 lebaran.

“Target Kementerian Perhubungan dalam soal kecelakaan mudik ini nol persen,” katanya.

*******

( nz, jdh ).