Disperindpas Garut Wujudkan Pasar Tradisional Kian “Bermartabat”

0
89 views
Kepala Disperindagpas Kab. Garut Secara Masif Advokasi Kebersihan dan Kenyamanan Pasar Tradisional.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 14/09 – 2016 ).

Kepala Disperindagpas Kab. Garut Secara Masif Advokasi Kebersihan dan Kenyamanan Pasar Tradisional.
Kepala Disperindagpas Kab. Garut Secara Masif Advokasi Kebersihan dan Kenyamanan Pasar Tradisional.

Kepala “Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar” (Disperindagpas) Kabupaten Garut, H . Wawan Nurdin menyatakan, setiap seluruh jajarannya semakin gencar berupaya semaksimal mungkin mewujudkan pasar tradisional di wilayahnya kian “bermartabat”.

Agar para pengunjung pasar rakyat tersebut, bisa sekaligus menikmati nuansa wisata bernostalgia.

Setiap bertransaksi di Pasar Induk Guntur Ciawitali, maupun pada pasar tradisional lainnya di kabupaten setempat. 

H. Wawan Nurdin.
H. Wawan Nurdin.

Karena itu, ungkap Wawan Nurdin selain seluruh jajarannya terjun langsung ke lapangan meneladani penataan, serta ragam aksi kebersihan pada lingkungan pasar tersebut.

Juga secara “massif” maupun terus-menerus memberikan “advokasi” kepada para pedagang mengenai sangat pentingnya kenyamanan, kebersihan, penataan, serta daya tarik pada masing-masing tempat usaha atau lingkungan berjualannya.

Menyusul selama ini para pedagangpun bisa hidup sejahtera dari usaha berdagangnya, bahkan sangat banyak di antaranya bisa membiayai pendidikan putra-putrinya hingga ke perguruan tinggi, berangkat menunaikan ibadah haji, juga bisa membangun rumah permanen, menjadikan sosial ekonomi kehidupan mereka bermartabat.

Akhmad Wahyudin, SE
Akhmad Wahyudin, SE

Maka idealnya tempat usaha mereka masing-masingpun harus bermartabat pula, bahkan memiliki daya saing tinggi, imbuh Wawan Nurdin ketika ditemui Garut News di Pasar Guntur Ciawitali, Rabu (14/09-2016).

Dikatakan pula, selain meneladani aksi kebersihan dan penataan, serta advokasi yang semakin masif, jajaran Disperindagpas juga “menggandeng” kalangan pengusaha diluar pasar, agar menyisihkan alokasi “CSR” nya di antaranya dengan pemasangan spanduk maupun reklame berpesankan moral pada setiap tempat berjualan di pasar tradisional.

Ungkapan senada disampaikan PLT Kepala UPTD Pasar Guntur Ciawitali, Akhmad Wahyudin, SE dan menyatakan upaya pengawasan serta monitoring perkembangan harga kebutuhan masyarakat pun terus-menerus dilaksanakan.

Jadikan Pasar Tradisional Kian Bermartabat.
Jadikan Pasar Tradisional Kian Bermartabat.

Hingga kini dan diharapkan bisa berlangsung seterusnya, tak terdapat indikasi mencampur komoditi di pasar dengan formalin maupun zat berbahaya lainnya.

Saat ini, memang berlangsung kekurangan stok gula merah sehingga harganya melonjak menjadi Rp16 ribu per kilogram, dari semula pada kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram.

Sedangkan kebutuhan jenis mata dagangan ini rata-rata mencapai lima ton per hari, sedangkan persediaannya kini masih sekitar satu ton, ungkap Akhmad Wahyudin.

Pasar Tradisional Guntur Ciawitali Garut. Selama ini merupakan “pasar induk” lantaran sebagai distributor ragam komoditi tertentu ke beberapa kabupaten di antaranya Kabupaten Ciamis, Bandung, bahkan ke Jakarta.

“Sekaranglah saatnya kita berkiprah bersama-sama berupaya dan bekerja keras melenyapkan maupun menghapus kesan pasar tradisional ini, tak lagi becek, bau, serta tak lagi kumuh. Melainkan menjadi pasar berdaya saing tinggi, sehingga nyaman dikunjungi beragam kalangan konsumen,” imbuh Wawan Nurdin, kembali mengingatkan.

Pasar Tradisional Enak Dikunjungi, dan Perlu.
Pasar Tradisional Enak Dikunjungi, dan Perlu.

Dia juga mengemukakan, lima bidang di lingkungan Disperindag dimaksimalkan pada tugas pokok, dan fungsinya masing-masing, membina para pelaku usaha atau para pedagang.

Termasuk pada perlindungan konsumen berupa upaya pengawasan terhadap barang-barang yang beredar, juga bidang industri agro berupa pengolahan bahan makanan pertanian, perkebunan, serta kehutanan, demikian pula bidang industri non agro.

Antara lain bersama Akhmad Wahyudin mengadvokasi Para Pedagang, Tentang Pentingnya Perilaku Hidup Bersih, dan Sehat.

Sebanyak 11 blok dan enam blok pasar relokasi masing-masing penanggungjawab kebersihannya setiap kepala seksi bersama UPTD Pasar, bakal dilombakan kualitas kebersihannya dan menjadi penilaian indek prestasi mereka, termasuk keberhasilan mewujudkan kesadaran masyarakat pasar terhadap kebersihan.

Kontrol kebersihan diselenggarakan secara terjadwal, disiapkan pula piagam penghargaan sehingga antara lain diharuskan menginventarisasi jenis komoditi dan pabrikannya supaya produsen pun bisa dilibatkan untuk bersama-sama menghilangkan kesan pasar becek, kumuh dan bau.

Sedangkan prioritas aksi kebersihan pasar tradisional, antara lain pembersihan setiap sarang laba-laba, drainase pasar, jalan lingkungan, dan advokasi kepada setiap seluruh pedagang mengenai sangat pentingnya perilaku hidup bersih, dan sehat.

Pasar Guntur Ciawitali memiliki sekitar 1.728 kios pada areal seluas 33.000 m2, kemudian terdapat sekitar 1.300 los pada pasar relokasinya, siap diikutsertakan pada lomba K3 Pasar Tradisional Tingkat Provinsi Jawa Barat pada September 2016 ini.

 

**********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here