Dishut Garut Terindikasi Serobot Tanah Milik Penduduk

0
308 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 16/09 – 2015 ).

aa4Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, Eded Komara Nugraha katakan pada areal Hutan Kota terdapat pemasangan spanduk penjualan tanah.

Tetapi dia bungkam ditanya berapa luas sebenarnya tanah milik Pemkab setempat pada sekitar lintasan Jalan By Pass Kubang-Sukasenang sepanjang 2,2 kilometer tersebut, yang bisa dijadikan areal Hutan Kota.

Sehingga Dishut bisa terindikasi “serobot” tanah milik penduduk untuk dijadikan hutan kota.

Menyusul kini para pengguna jasa jalan banyak mengernyitkan dahi, atawa bingung menyimak sebuah sepanduk kecil terpasang di areal Hutan Kota Kubang Jalan By Pass Kubang Desa Tanjung Kamuning Tarogong Kidul-Sukasenang Banyuresmi.

aa5Spanduk berdominasi warna dasar kuning terang, dengan tulisan hitam pekat, spanduk berbahan plastik tebal berukuran sekitar 1 meter x 2 meter itu, terlihat mencolok di sela pohon perindang jalan. Justru yang menggelitik, pesan disampaikan melalui spanduk menegaskan lahan Hutan Kota ini milik penduduk, hendak dijual pemiliknya.

Pada spanduk tertera tulisan “Dijual tanah luas 266 m2/19 tumbak, harga Rp7 juta/tumbak”, disertai nomor kontak bisa dihubungi peminat.

Padahal selama ini, masyarakat mengetahui areal di sempadan jalan tersebut milik Pemkab. Apalagi tak jauh dari spanduk pengumuman penjualan tanah itu terdapat papan nama menerangkan areal Hutan Kota Kubang Blok Jalan By Pass Kubang Desa Tanjung Kemuning Kecamatan Tarogong Kaler di bawah tanggung jawab Dinas Kehutanan (Dishut).

Luas Hutan Kota Kubang tercatat mencapai sekitar 1,0 hektare. Di kanan kiri ruas jalan sekitar papan nama juga tampak terdapat penanaman berbagai jenis pohon. Maka, pihak Dishut kelabakan munculnya spanduk klaim kepemilikan penduduk atas tanah di areal Hutan Kota Kubang.

aa6“Kita memang tak sampai sejauh itu, menanyakan bukti kepemilikan tanah waktu kita menanam dulu. Karena posisinya persis bahu atau sempadan jalan, kita pandang tentunya milik pemerintah daerah juga. Yang kita heran, kenapa baru sekarang muncul klaim seperti itu? Mengapa tak dari awal-awal?,” kilah Kepala Dishut Sutarman, Rabu (16/09-2015).

Dia mengaku memerintahkan staf berkoordinasi, dan menanyakan status tanah sebenarnya ke pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Garut.

“Dulu juga ada seperti ini. Tetapi ketika itu, pemilik lahan langsung menemui saat dilakukan penanaman pohon. Tak seperti ini dibiarkan sampai pohon tumbuh tinggi, sehingga terkesan tak ada masalah apa-apa,” katanya.

Pembangunan dan penataan Hutan Kota Kubang sejak Pencanangan Hari Menanam Pohon Tingkat Kabupaten Garut pada 6 Desember 2012 lalu, katanya pula.

**********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here