Dishub Rekayasa Jalan Urai Kepadatan Arus Lalulintas

Garut News ( Senin, 23/06 – 2014 ).

Wahyudijaya.
Wahyudijaya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Wahyudijaya katakan dipastikan bakal menerapkan rekayasa jalan.

Jika terjadi kepadatan arus lalulintas, guna mengurai intensitas kemacetannya.

Termasuk pada sepanjang lintasan ruas badan jalan Limbangan, dan Malangbong.

Bahkan juga menjadi fokus perhatiannya, mengantisipasi jika terjadi derasnya arus lalulintas melintasi Tasikmalaya – Bandung melalui Kota Garut.

Dipastikan instensitas kepadatan arus lalulintasnya pun sangat tinggi, ungkap Wahyudijaya kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (23/06-2014).

Sehingga selain merekayasa jalan, juga maksimal memanfaatkan jalan baru by pas, sepanjang enam kilometer dari Kubang ke Banyuresmi, tandasnya.

Dikemukakan, jajarannya pun selama ini “concern” menyelenggarakan tugas perbantuan mengenai penertiban parkir.

Hari Winarno.
Hari Winarno.

Sebelumnya dilaporkan sekitar 11 titik lokasi pasar tumpah kerap mengganjal kelancaran mobilitas lintasan ruas badan jalan di kabupaten Garut, Jawa Barat.

Khususnya setiap berlangsung puncak arus mudik, dan balik lebaran Idul Fitri.

Kesebelas titik lokasi rawan kemacetan arus lalulintas tersebut, terdiri persimpangan tiga Pasar Balubur Limbangan, Pasar Lewo, Pasar Malangbong, Pasar Kadungora, Pasar Leles, Pasar Banyuresmi, Pasar Leuwigoong, Pasar Wanaraja, Pasar Cibatu, Pasar Simpang Andir, serta Pasar Cikajang.

Selain itu, juga antara lain terdapat empat titik lokasi lain rawan kemacetan itu, di lokasi  pariwisata, ungkap Kabid Dalop Dishub kabupaten setempat, Hari Winarno.

Masing-masing pada obyek Wisata Cipanas, Puncak Darajat, Pantai Santolo, dan obyek Wisata Pantai Sayang Heulang, katanya.

Sehingga setiap titik lokasi rawan kemacetan ini, patut pula diwaspadai dan disikapi bijak, khususnya pula oleh para pengguna jasa jalan, imbuhnya, menyerukan.

*******

Pelbagai Sumber.

Foto : John DH.

Related posts

Leave a Comment