Diserukan Mewaspadai Rawan Bencana Alam di Garut

0
37 views
Nyaris Setiap Hari Diguyur Hujan.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 07/12 – 2016 ).

Nyaris Setiap Hari Diguyur Hujan.
Nyaris Setiap Hari Diguyur Hujan.

BPBD Kabupaten Garut mengingatkan, agar aparatur pemerintah kecamatan, desa/kelurahan, beserta masyarakat pada setiap seluruh daerah di kabupaten setempat bisa senantiasa siap siaga menghadapi kemungkinan terjadi bencana.

Lantaran, nyaris setiap kecamatan dari 42 kecamatan di kabupaten ini berkondisi rawan terjadi bencana. Sehingga dengan memuncaknya cuaca ekstrim Desember sekarang, potensi kemungkinan terjadinya bencana alam pun meningkat. Terutama di wilayah selatan.

Potensi terjadi hujan lebat disertai angin, dan petir dapat menimbulkan potensi bencana alam banjir, banjir bandang, dan longsor.

“Karena itu, kami mengimbau aparatur kecamatan, desa, kelurahan, dan masyarakat yang terancam harus betul-betul memerhatikan peringatan dikeluarkan aparat berwenang, dan harus selalu siap siaga !” imbuh Kepala Pelaksana BPBD Dadi Djakaria melalui Kepala Seksi Kesiapsiagaan TB Agus Sopyan, Rabu (07/12-2016).

Wabup Helmi Budiman Tinjau Korban Terdampak Amuk Cimanuk di Kampung Cimacan.
Wabup Helmi Budiman Tinjau Korban Terdampak Amuk Cimanuk di Kampung Cimacan.

Di Kabupaten itu pun, paskabanjir bandang amuk sungai Cimanuk pada pertengahan September silam menelan puluhan korban jiwa serta luka, dan menimbulkan kerusakan pelbagai bangunan, dan sarana prasarana infrastruktur, masih terus didera bencana longsor dan banjir di Kecamatan Bungbulang, serta beberapa kecamatan lain pada November lalu menyebabkan sejumlah infrastruktur jalan, jembatan, dan rusak.

Bahkan belum lama ini, tepatnya Sabtu (04/12-2016), terjadi angin puting beliung menyebabkan sebuah rumah milik Olih Solihin di Kampung Wanasari Kelurahan Kota Kulon Garut Kota rusak berat. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun menimbulkan kerugian material bersekitar Rp50 juta-Rp60 juta.

Dikemukakan, peringatan sama tentang pentingnya peningkatan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana juga ditujukan kepada masyarakat hendak menghabiskan liburan panjang libur sekolah, natal, dan pergantian tahun 2016 – 2017 di sejumlah obyek wisata.

Terutama ketika melintasi jalur-jalur jalan menuju kawasan obyek wisata rawan terjadi pergerakan tanah, atau longsor. Terlebih di wilayah selatan Garut.

Saking tingginya tingkat kerawanan bencana, kabupaten sempat mendapat julukan Swiss van Java itu kerap dikesankan sebagai minimarket bencana.

Di Garut terdapat hampir segala jenis bencana. Di antaranya kekeringan, kebakaran lahan hutan, banjir, banjir bandang, longsor, pergerakan tanah, tanah amblas, tanah retak, angin kencang dan angin puting beliung, gempa bumi, letusan gunungapi, tsunami, dan kejadian antariksa.

*********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here