Diperlukan Jaminan Keselamatan Termasuk Kebersihan Obyek Wisata

0
70 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 25/12 – 2015 ).

Celah Sangat Berbahaya pada Tebing di Kawasan Gunungapi Papandayan, Garut, Jabar.
Celah Sangat Berbahaya pada Tebing di Kawasan Gunungapi Papandayan, Garut, Jabar.

Empat kawasan “Taman Wisata Alam” (TWA) pegunungan pada pemangkuan Seksi Konservasi Wilayah V Garut Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.

Kini sambut kedatangan para wisatawan selama liburan panjang anak sekolah, Maulid Nabi Muhammad SAW hingga pergantian tahun 2015 – 2016.

Keempat TWA tersebut, terdiri TWA Kawah Gunung Talaga Bodas, TWA Kawah Gunungapi Papandayan, dan TWA Gunungapi Guntur berada di wilayah Kabupaten Garut, serta TWA Kawah Gunung Kamojang wilayah administratif Kabupaten Bandung perbatasan Kabupaten Garut.

“Insya Allah semuanya siap menyambut kedatangan pengunjung pada liburan akhir tahun sekarang. Kita berkoordinasi dengan pelbagai pihak terkait, menyangkut keamanan, keselamatan, dan kesehatan pengunjung. Terutama koordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan masing-masing sekitar kawasan TWA, termasuk Puskesmas,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Toni Ramdhani, Jum’at (25/12-2015).

Dikatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD untuk mengenali titik-titik lokasi rawan bencana, khususnya longsor di kawasan TWA maupun pada jalur masuk kawasan.

Telusuri Kaldera Gunungapi Papandayan, Terluas se Asia Tenggara.
Telusuri Kaldera Gunungapi Papandayan, Terluas se Asia Tenggara.

Seperti pada Jalan Raya Samarang-Kamojang, dan Wanaraja-Talaga Bodas terdapat sejumlah tebing ditengarai rawan longsor. Kewaspadaan guna menghindari kemungkinan terjadi hal-hal tak diharapkan, sekaligus memberikan keamanan, dan kenyamanan bagi pengunjung, katanya.

“Garut beberapa kali diguncang gempa. Kita takut hal itu mengakibatkan terjadinya perubahan geomorfologi. Ada rekahan tanah rawan terjadi longsor ketika ditimpa hujan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun mencoba berkoordinasi dengan DLHKP terkait penanggulangan sampah ditinggalkan para pengunjung sekitar kawasan TWA.

Diharapkan pihak DLHKP bisa membantu menyediakan bak sampah portabel atau container sampah portabel untuk mengangkut sampah-sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kita mewanti-wanti petugas, dan para volunteer agar para pengunjung diimbau tak meninggalkan sampah di lokasi TWA. Terutama sampah plastik. Sampah-sampah bekas makanan atau minuman misalnya, harus dibawa lagi pengunjung ke bawah atau ke gerbang masuk. Hanya ketika sampah terkumpul, mau dibuang ke mana ? Maka kita butuh bak sampah portabel agar bisa diangkut ke TPA. Agar sampah tak sampai dibakar, bahkan bertumpuk di kawasan TWA merupakan kawasan koservasi ini,” katanya pula.

Pada musim liburan akhir tahun sekarang, diterjunkan seluruh personil turut bersiaga di lapangan menghadapi kemungkinan lonjakan pengunjung masing-masing TWA. Sebab jumlah petugas lapangan sangat terbatas. Dibantu para volunteer (relawan) biasa membantu memandu para pengunjung menjelajahi kawasan di masing-masing TWA.

Dijelaskan, di kawasan TWA Kawah Talaga Bodas terdapat enam petugas, TWA Kawah Kamojang-Gunung Guntur delapan petugas, dan di TWA Kawah Papandayan tujuh petugas.

Jumlah pengunjung ke masing-masing TWA pada musim liburan akhir tahun sekarang ditargetkan mengalami kenaikan berkisar 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimis target itu tercapai. Sebab selain dilakukan penataan dan penambahan fasilitas di dalam kawasan TWA, terlebih juga akses jalan menuju masing-masing kawasan berkondisi baik. Sehingga mudah dijangkau pengunjung berkendaraan ragam jenis.

Namun diakui akses jalan menuju TWA Talaga Bodas terbilang kecil sehingga tak leluasa bagi kendaraan roda empat jika berpapasan. Begitu juga akses jalan menuju TWA Gunung Guntur masih belum memadai dilintasi kendaraan kecil.

“Rambu-rambu, dan papan petunjuk juga memang masih sangat kurang. Tetapi mestinya di luar kawasan kan kewenangan pihak lain,” kata dia.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here