Dinsos Kabupaten Garut : Dirgahayu Hari Jadi ke-207 Garut

0
6 views
Dirgahayu Kabupaten Garut.
Ade Hendarsyah.

“Berbasiskan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial”

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah Beserta Sekretaris Dinsos kabupaten setempat, Hj. Kuraesin Relawati dan Seluruh Jajaran Keluarga Besar Institusi tersebut.

Mengucapkan :  Dirgahayu Hari Jadi ke-207 Garut, 16 Februari 2020.

“Bekerja Bersungguh-sungguh dan BERTANGGUNGJAWAB MEWUJUDKAN GARUT YANG BERTAQWA MAJU DAN SEJAHTERA”

Hj. Kuraesin Relawati.

“Berbasiskan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial”

Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Garut, kini gencar menggulirkan ragam upaya penanganan kompleksitasnya permasalahan sosial di kabupaten setempat.

Dengan berbasiskan data terpadu kesejahteraan sosial di salah-satu seksinya, dipastikan bisa mendukung formula Seksi Penanganan Fakir Miskin Perdesaan, serta Seksi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan dan Pesisir.

Bahkan dari produk data terpadu tersebut, penanganan permasalahan sosial juga dikoordinasikan dengan kewenangan setiap Bidang di lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Garut.

Upaya pemberdayaan, jaminan, dan rehabilitasi juga diharuskan sesuai dengan informasi yang tercantum dalam data tersebut (Undang-Undang Nomor.13/2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin).

Lantaran data “Permasalahan Kesejahteraan Sosial” (PMKS), dan “Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial” (PSKS), menjadi acuan capaian pelaksanaan ‘Indikator Kinerja Utama’ (IKU).

Berupa menangani PMKS, dan pengembangan PSKS yang berdasar Permensos Nomor.8/2012 terdapat 26 PMKS, serta 12 PSKS.

Diselenggarakan pula program Sembako bernilai Rp150 ribu dengan empat item terdiri berunsur karbohidrat (beras), protein hewani, nabati, serta berunsur vitamin dan mineral, buah-buahan juga sayuran.

Berdasar produk data terpadu 2019 ada 1.120.000 penduduk atau 281.587 kepala keluarga fakir miskin di kabupaten ini.

Kemudian antara lain, 16.412 anak balita terlantar, 22.950 anak terlantar, 7.798 perempuan rawan sosial, 79.661 lanjut usia terlantar, 1.028 anak dengan kedisabilitas, serta terdapat 5.586 penyandang disabilitas.

Ragam upaya penanganan permasalahan sosial tersebut, antara lain direalisasikan dengan mengkoordinasikan penanggulangannya sesuai tugas pokok dan fungsi setiap bidang.

Sedangkan 12 PSKS diberdayakan kualitas peran sertanya, antara lain Karang Taruna, Orsos, dunia usaha, wahana kesejahteraan sosial, dan keluarga pionir.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here