Dinkes Kabupaten Garut Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan

0
20 views
dr H. Tenni Sewara Rifai.
dr H. Tenni Sewara Rifai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr H. Tenni Sewara Rifai, M.Kes Bersama Seluruh Jajaran Keluarga Besar Dinas Kesehatan kabupaten setempat.

Mengucapkan :

Selamat dan Dirgahayu Hari Jadi ke-205 Kabupaten Garut

(16 Februari 1813 – 16 Februari 2018).

“Gawe Rancage Mawa Raharja”

(Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan).

Kelurahan Sukajaya di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, yang selama ini lebih dikenal dengan sebutan “Panawuan” mendesak segera memerlukan pembangunan Klinik Kesehatan Jiwa.

Lantaran sekurangnya sejak belasan tahun lalu, hingga kini sedikitnya terdapat 30 penduduk setempat mengalami gangguan jiwa cukup berat, yang kerap mengusik ketenangan warga.

Susi Budiani katakan, dirinya sempat menjadi sukarelawan melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi dengan jajaran institusi Dinas Kesehatan agar para penyandang gangguan jiwa itu, bisa dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Bandung.

Bahkan sempat seorang perempuan penderita gangguan jiwa atas nama SR (35) penduduk RW. 10 merusak rumahnya sendiri, yang hingga kini masih berkeliaran keliling kampung dan tidur di sembarang tempat, ungkap sejumlah penduduk termasuk Ny. Susi Budiani pula (49).

Namun pihak keluarga para penderita sebagian besar berkondisi sosial ekonomi untuk memenuhi ongkos transfortasi ke Bandung pun tak bisa memenuhinya, apalagi harus membekali kebutuhan akomodasi.

Pada lingkungan RW. 08 juga terdapat dua penderita gangguan jiwa, keduanya perempuan kakak beradik berusia berkisar 50 – 55 tahun, salah-satunya hingga kini sering berteriak-teriak hingga tengah malam.

Dari sekitar 16.480 penduduk atau 4.619 kepala keluarga di kelurahan tersebut, yang tersebar pada wilayah seluas 210 hektare memiliki 19 RW yang rata-rata pada masing-masing RW terdapat penderita gangguan jiwa.

Dari 30 penderita berusia berkisar 24 – 60 tahun, sekitar 13 di antaranya laki-laki. Antara lain terdapat di RW. 7, RW. 8, RW. 9, RW, 11, RW. 12, serta di Astana Girang.

Pada kelurahan ini juga ada tanah aset milik Pemkab Garut seluas 4.500 m2, berjarak sekitar 2 kilometer dari RSUD dr Slamet, atau hanya berjarak 1 kilometer dari lintasan Jalan Pembangunan Garut.

Aset tanah milik Pemkab bekas tanah carik desa ketika masih menjadi Desa Sukajaya ini pun, selama ini dijadikan areal persawahan dilintasi ruas jalan berkonstruksi hotmix.

“Bakal Dibangun Klinik Jiwa”

.

Kepala Subag Perencanaan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, H. Ipin Saripin, SP, SKM, M.Kes mengemukakan, diagendakan pada 2018 dibangun Klinik Kesehatan Jiwa.

Rencana itu, sejalan dengan RPJMD kabupaten setempat khususnya pada pemerintahan Bupati Rudy Gunawan dan Wakilnya Helmi Budiman, yang sangat “concern” dengan upaya kesehatan masyarakat.

Sarana kesehatan tersebut juga direncanakan berluas bangunan 400 m2, pada tanah yang diperlukan termasuk pengembangannya ke depan seluas 2.000 an m2, bersumber dana dari pajak rokjok (APBD) 2018 senilai Rp3,9 miliar.

Selain bangunannya di desain khusus juga minimal memiliki sepuluh tempat tidur untuk rawat inap, dan sarana penunjang lainnya, termasuk ketersediaan sarana klinik rawat jalan.

Sedangkan lokasinya direncanakan di Panawuan Tarogong Kidul, atau di wilayah Karangpawitan, ungkap H. Ipin Saripin.

Dikatakan, pada selama tahun anggaran 2018 Dinas Kesehatan kabupaten setempat mendapatkan alokasi dana APBD sekitar Rp225 miliar.

Sedangkan belanja langsung pada tahun anggaran 2017 bernilai Rp255.838.045.259 bersumber dari “Dana Alokasi Umum” (DAU), kemudian pajak rokok Rp39 miliar, “Dana Alokasi Khusus” (DAK) Rp80 miliar, DBHCHT Rp2,55 miliar, BLUD 31 UPT Puskesmas Rp31 miliar, serta JKN Kapitasi Rp38 miliar, seluruh fisik kegiatannya 100 persen.

Belanja tidak langsungnya berupa gaji pegawai Rp88.918.912.717.

********