Dinkes Garut Terjunkan Tim “Air Ajaib”

by

“Dinkes juga hendaknya bisa memeriksa sumur milik penduduk di perkampungan lain, lantaran selama ini terindikasi kondisi ecolinya melebihi batas, ungkap sumber-sumber lainnya kepada Garut News”

Garut News, ( Rabu, 13/11 ).

Ilustrasi, Inilah Jamban Keluarga, yang Juga Kudu Diperiksa Dinkes Kondisi Kesehatan Sumber Air Bersihnya, Bukan Hanya Air Ajaib Diperhatikan. Foto: John).
Ilustrasi, Inilah Jamban Keluarga, yang Juga Kudu Diperiksa Dinkes Kondisi Kesehatan Sumber Air Bersihnya, Bukan Hanya Air Ajaib Diperhatikan. Foto: John).

Dinkes Kabupaten Garut terjunkan Tim meninjau lokasi lantaran banyaknya penduduk terobsesi “air ajaib”.

Pada tiga mata air di Blok SS Kampung Sagaranten Sukasono, Sukawening.

Tim juga mengambil sampel air, dikirimkan ke laboratorium kesehatan untuk diteliti.

Guna mencegah sesuatu tak diharapkan terkait banyaknya penduduk mengonsumsi langsung air dianggap bisa menyembuhkan beragam penyakit itu.

Penelitian juga agar mengetahui pelbagai kemungkinan zat terkandung pada air bekas proyek pengeboran air bersih PDAM Tirta Intan tersebut.

“Kita tak bisa mencegah warga, mau mandi atawa mengonsumsi air mengalir di lokasi itu. Itu hak mereka. Tetapi menurut kesehatan kan enggak mungkin air mentah langsung dikonsumsi sebab kemungkinan bisa mengandung kuman. Sebaiknya dimasak dahulu. Maka sampel air diambil diperiksa ahlinya di lab, supaya diketahui ada kandungan apa saja,” kata Sekretaris Dinkes kabupaten setempat, Dede Rochmansyah, Rabu (13/11).

Dede juga tak menampik kemungkinan dampak negatif jika mengonsumsi air itu.

Alih-alih menyembuhkan penyakit, malahan bisa menyebabkan timbulnya penyakit.

“Mungkin saja terjadi sebaliknya. Dinkes saat ini melakukan investigasi, namun belum ada hasil. Masih menunggu pemeriksaan Lab,” katanya.

Sejak kabar temuan “air ajaib” di Kampung Sagaranten merebak marak, banyak penduduk berdatangan pada lokasi dari pelbagai daerah.

Kebanyakan mereka mandi dengan harapan penyakit diderita bisa segera sembuh.

Tak sedikit meminumnya langsung.

Ada pula menyewa jasa orang lain mengambilkan

Belakangan, terjadi fenomena komersialisasi air ajaib ini, dijual setiap jerigen.

Air ajaib dari tiga sumber mata air berdekatan, dan dipercayai sebagian orang menyembuhkan beragam penyakit itu, merupakan bekas pengeboran PDAM Tirta Intan pada 2000 lalu.

Keberadaan tiga sumur bor ini, tak pernah dioperasikan lantaran sebelumnya air diharapkan dapat disalurkan ke warga ternyata tak mengalir.

Lokasi tersebut ternyata lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Berdasar laporan Bagian Teknik, memang ada memanfaatkan air tersebut, tetapi itu di luar air yang dikelola PDAM. Lahan tersebut milik PT KAI disewa PDAM melayani Kecamatan Cibatu,” kata Direktur PDAM Tirta Intan, Doni Suryadi.

Dinkes juga hendaknya bisa melakukan pemeriksaan pada sumur milik penduduk di perkampungan lain, lantaran selama ini terindikasi kondisi ecolinya melebihi batas, ungkap sumber-sumber lainnya kepada Garut News.

***** Zainul, JDH.