Dinkes Garut Apresiasi PPI Optimalisasikan Germas – Pencegahan Stunting

0
113 views
Hj. Eulis Dahniar, M.Kes.

Garut News ( Kamis, 01/11 – 2018 ).

Hj. Eulis Dahniar, M.Kes.

“Dinas Kesehatan” (Dinkes) Kabupaten Garut sangat mengapresiasi positif atas inisiasi juga aplikasi lapangan Keluarga Besar “Pita Putih Indonesia” (PPI) yang mengoptimalisasikan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” (Germas), dan pergerakan masyarakat dalam pencegahan stunting di kabupaten ini.

“Lantaran rangkaian helatan di Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu dan Desa/Kecamatan Leuwigoong tersebut, dinilai tepat sasaran menyusul masih banyaknya penduduk yang perlu semakin masif dibiasakan mengonsumi buah serta sayur sayuran,” ungkap Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes yang mewakili Dinkes kabupaten setempat.

Pengurus PPI Berdialog Sekaligus Dengan Persuasif Memberi Contoh Sajian Makanan, Sayuran, dan Buah – buahan, yang Sehat dan Bergizi, di Garut.

Kepada Garut News ketika menghadiri optimalisasi Germas, dan pergerakan masyarakat dalam pencegahan stunting di Desa Wanakerta Cibatu, Kamis ( 01/11 – 2018 ), Eulis Dahniar juga katakan upaya pencegahan stunting sangat memerlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat, yang mencapai 70 persen.

Sedangkan 30 persen lainnya merupakan peranan institusi kesehatan, sehingga penyelenggaraan optimalisasi itu sebagai upaya pencegahan, karena antara lain diikuti pula kalangan remaja, pelajar, dan ibu menyusui.

Pengurus PPI (paling kiri), Ikut Serta Senam Bersama di Desa Wanakerta Cibatu Garut.

Berdasar rata-rata pengeluaran dan persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan menurut kelompok makanan di kabupaten ini, 2017. Ternyata pengeluaran pada makanan dan minuman jadi (prepared food and beverages) mencapai Rp120.096 atau 29,38 persen.

Pengeluaran terbesar peringkat kedua berupa Rokok/Cigarette Rp76.772 atau 18,78  persen, demikian sumber BPS Kabupaten Garut dari Survei Sosial Ekonomi Nasional, Maret.

Pengurus PPI langsung berperan menyajikan isi piring berupa Makanan, Sayuran, dan Buah – buahan, yang Sehat dan Bergizi, di Puskesmas Leuwigoong Garut.

Sedangkan pada pengeluaran padi-padian/Cereals Rp60.077 atau 14,70 persen, umbi-umbian/Tubers Rp4.034 atau 0,99 persen,  Ikan/ Udang/Cumi/ Kerang Fish/ Prawn/ Squid/ Clam Rp20.298 atau 4,97 persen.

Kemudian daging/Meat Rp22.523 atau 5,51 persen, telur dan susu/Eggs and milk Rp18.660 atau 4,57 persen, sayur-sayuran/Vegetables Rp20.818 atau 5,09 persen, kacang-kacangan/Legumes Rp8.957 atau 2,18 persen.

Ketua PPI Kabupaten Garut, Hj. Elin Erlinawati Menyempatkan Memeriksakan Kesehatan di Puskesmas Leuwigoong Garut, Dengan Pelayanan Prima.

Selanjutnya pengeluaran pada buah-buahan/Fruits Rp14.001 atau 3,43 persen, minyak dan Kelapa/Oil and Coconut Rp10.133 atau 2,48 persen, bahan minuman/ Beverage  Stuffs Rp14.701 atau 3,60 persen.

Bumbu-bumbuan/Spices Rp6 213 atau 1,52 persen, dan pengeluaran pada konsumsi lainnya/ Miscellaneous food items Rp11.463 atau 2,80 persen. Sehingga jumlah/Total pengeluaran mencapai Rp408.746 (100,00 persen).

“Formula Wujudkan ‘Germas’”

Hj. Ninuk NP Astuti.

Masih dikemukakan Eulis Dahniar, terdapat sedikitnya enam upaya yang bisa dijadikan formula guna mewujudkan Germas, terdiri melalui peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat, dan percepatan perbaikan gizi.

Kemudian peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, serta peningkatan edukasi hidup sehat.

Sosialisasikan Pencegahan Stunting.

Sehingga diingatkannya, sangat pentingnya mengedepankan preventif dan promotif kesehatan,  sebab mencegah lebih baik daripada mengobati penyakit, imbuhnya.

“Ibu dan Anak Harus Jadi Perhatian Utama”

Senam Bersama di Pelataran Halaman Puskesmas Leuwigoong Garut.

Sekretaris PPI Kabupaten Garut, Dra Hj. Ninuk NP Astuti, BSc.F antara lain mengingatkan pula permasalahan ibu dan anak harus selalu menjadi perhatian utama, karena kehidupan manusia sejak pembuahan di dalam rahim ibu memasuki perjuangan hidup.

Kepala Puskesmas Berakreditasi Madya Leuwigoong, Tatang Sukmana, S. Kep., Ners. Jelaskan Radius Terjauh 8 km Jangkauan Pelayanannya.

Di antaranya menghadapi kemungkinan kurang zat gizi dari ibu yang mengandungnya, maka janin tersebut mengalami kurang gizi sehingga lahir berberat badan rendah, dan mengalami tumbuh kembang tak sempurna.

Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Wanakerta Cibatu Garut.

“Bahkan berikutnya kemungkinan bisa menjadi stunting,” ungkap Ninuk NP Astuti yang juga mengajak hidup sehat menjadi penting untuk mencegah stunting.

Tinjau Failitas Puskesmas Leuwigoong Garut, yang Representatif.

PPI sebagai salah satu dari 18 mitra Kemenkes RI dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,  di antaranya memiliki komitmen bersama untuk peduli terhadap 100 kabupaten/kota sebagai lokus, yang “stunting” nya tinggi.

Siap Menanam Pohon, Sayuran, dan Buah – buahan.

Optimalisasi Germas, dan pencegahan ‘stunting’ selain berlangsung di wilayah Kecamatan Cibatu dan Leuwigoong Garut, juga secara bersamaan di gelar pula di Desa Cipatik, dan Desa Ciburuy Kabupaten Bandung Barat.

Berlangsung Semarak.

*********

Foto Bersama.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here