Dinas Damkar Garut ‘Gawe Rancage Mawa Raharja’

0
96 views
Aji Sukarmaji Kerap Terjun Langsung Ke Lapangan Ikut Serta Berupaya Memadamkan Api.
Aji Sukarmaji Kerap Terjun Langsung Ke Lapangan Ikut Serta Berupaya Memadamkan Api.

Kepala Dinas ‘Pemadam Kebakaran’ (Damkar) Kabupaten Garut, Drs H. Aji Sukarmaji, M.Si Bersama Seluruh Jajaran Keluarga Besar Dinas Damkar kabupaten setempat.

Mengucapkan :

Selamat dan Dirgahayu Hari Jadi ke-205 Kabupaten Garut

(16 Februari 1813 – 16 Februari 2018).

“Gawe Rancage Mawa Raharja”

(Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan).

Bersama Menyukseskan Penguatan Ekonomi Kerakyatan Serta Optimalisasi Pelayanan Publik Ditunjang Pemantapan Infrastruktur Guna Mencapai Garut Bermartabat, Nyaman dan Sejahtera”

Hingga 20 Februari 2018 ini, terjadi sekitar 12 kasus kebakaran. Meski tak menelan korban jiwa namun total kerugian materialnya mencapai Rp1.337.400.000,- dengan penyebab delapan kasus di antaranya akibat arus pendek/korsleting listrik.

Markas Komando Dinas Damkar Kabupaten Garut.

Sedangkan dari 198 kasus kebakaran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang berlangsung selama dua tahun terakhir (2016 dan 2017), terdapat sekitar 181 kasus di antaranya akibat korsleting listrik atau hubungan pendek.

Bahkan selama 2016 silam terjadi 101 kasus kebakaran dengan menewaskan dua penduduk.

Seluruh 101 kasus kebakaran tersebut, diduga kuat akibat korsleting listrik, yang menelan kerugian material mencapai Rp22.564.500.000,-

Kemudian dari 97 kasus kebakaran yang berlangsung selama 2017, menelan kerugian Rp186.084.249.000 juga didominasi 80 kasus di antaranya akibat korsleting listrik.

Tiga kasus kebocoran gas LPG kapasitas tiga kilogram, tiga kasus pembakaran sampah, tiga kasus kebakaran tungku kayu, sedangkan kasus lainnya akibat kebakaran lahan gambut.

Banyaknya kasus kebakaran yang diakibatkan korsleting listrik ini, semakin mendesak segera diperlukannya kegiatan sosialisasi pencegahan serta pengawasan secara masif kondisi instalasi listrik rumah penduduk, termasuk standarisasi peralatan listrik yang digunakan masyarakat.

Pada tahun anggaran 2018 dialokasikan sekitar Rp3 miliar bersumber APBD murni untuk pengadaan berupa dua unit mobil pancar operasional pemadaman.

Serta satu unit mobil water suplay guna menunjang operasional empat unit mobil pemadam kebakaran hibah dari Jepang.

Pengadaan dua unit mobil pancar masing-masing diperuntukan menunjang operasional UPTD Damkar di Kecamatan Balubur Limbangan, dan di Kecamatan Pameungpeuk.

Sedangkan ke depan disesuaikan kemampuan idealnya bisa diagendakan setiap wilayah kecamatan, bahkan setiap kelurahan dan desa minimal terdapat satu unit mobil pemadam kebakaran.

Sehingga diharapkan pada 2019 mendatang, terdapat lagi pengadaan baru sedikitnya dua unit mobil pemadam kebakaran.

Menyusul pengadaan lima unit mobil pemadam kebakaran sejak 12 tahun lalu, kini yang efektif beroperasional empat unit.

********