You are here
Diduga Lantaran Jago Dielus Keok, Kades Aniaya Warganya POLKAM 

Diduga Lantaran Jago Dielus Keok, Kades Aniaya Warganya

Garut News ( Selasa, 19/11 ).

Ilustrasi Pilbup/Pilwabup Putaran Kedua Garut, Ahad (17/11). Foto: John.
Ilustrasi Pilbup/Pilwabup Putaran Kedua Garut, Ahad (17/11). Foto: John.

Diduga lantaran jago dielusnya selama ini, pasangan Cabup/Cawabup “keok” atawa kalah pada Pilbup Garut 2013 putaran kedua.

Kepala Desa Ciudian, Singajaya, malahan nekad menganiaya warganya sendiri berupa pemukulan terhadap guru ngaji.

Informasi dihimpun menyebutkan, terjadinya peristiwa itu saat korban hendak melaksanakan shalat Ashar di masjid sekitar tempatnya tinggal, Kampung Ciaremas, Ahad (17/11) sore.

Bertepatan Ustaz Adum hendak shalat, Kades berinisial D tiba-tiba memukulnya.

Mendadak sontak korban pun, kaget dan melawan.

Sehingga sempat terjadi adu fiksik di antara keduanya, hingga meluber ke luar masjid.

Ayah D, berinisial EK juga Kades Ciudian berada di luar masjid melihat kejadian tersebut.

Namun bukan melerai, malahan dia ikut serta mengeroyok korban.

Warga mengetahui kejadian ini pun berupaya melerai.

Kemudian, korban langsung melaporkan pada Polsek Singajaya, setelah divisum Puskesmas setempat.

Korban mengalami lebam pada bagian leher, lantaran aksi anarkis pemukulan tersebut.

“Kasus ini diupayakan diselesaikan kekeluargaan pada Polsek Singajaya, antara pelaku dan korban keesokan pagi. Bahkan disaksikan delapan kepala desa di Singajaya, serta sejumlah tokoh masyarakat,” kata saudara Adum, Udin, Senin (18/11).

Belum diketahui pasti, penyebab pemukulan ini.

Apalagi, rumah keduanya saling bersebelahan, dan selama ini pula tak pernah terjadi perselisihan.

Namun diduga kuat, pemukulan terjadi terjadi lantaran perbedaan dukungan saat Pilbup Ahad lalu.

D diduga juga marah sebab pasangan jagoannya keok, sedangkan pasangan didukung Adum, Rudy-Helmi, menang pada TPS di desa itu.

“Korban, saksi pasangan nomor delapan (Rudy-Helmi). Kami perlu klarifikasi lantaran banyak SMS terkait kasus ini. Memang masalah ini diselesaikan kekeluargaan. Namun lantaran ini masalah pidana, proses hukumnya terus berjalan, dan tim advokasi kami siap membantu, dan mendampingi korban,” kata Koordinator Tim Humas, dan Media Center Rudy-Helmi, Dikdik Wahiddin Zain.

***** Zainul, JDH.

Related posts

Leave a Comment