UPTD Cibatu Diduga Bertambah Besar “Menjarah” Dana BOS

0
42 views

Garut News ( Ahad, 24/05 – 2015

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.

Kini kian banyak orangtua murid memertanyakan dugaan pemotongan dana “Bantuan Operasional Sekolah” (BOS) masing-masing murid penerima dana tersebut, pada setiap “Sekolah Dasar” (SD) dengan alasan tak jelas, di wilayah Kecamatan Cibatu.

Padahal besaran pemotongannya mencapai sekitar Rp1.600/siswa/sekolah setiap bulannya.

“Enggak tahu mengapa dana BOS itu dipotong. Yang jelas, katanya itu hasil rapat K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah), PGRI dan UPTD Disdik Cibatu. Per murid diminta Rp1.600 per bulan dari dana BOS untuk disetorkan ke UPTD,” ungkap salah satu orangtua murid SD di Cibatu, Ahad (24/05-2015).

Penelusuran lapangan menunjukan, di Cibatu terdapat 49 SDN dan swasta. Adanya pemotongan dana BOS per siswa Rp1.600, maka jika rata-rata setiap sekolah memiliki 250 murid, total pemotongannya mencapai sekitar Rp19,6 juta setiap bulan.

Bahkan juga beredar isu, pemotongan ini dilakukan berdalih menutupi kebutuhan biaya operasional UPTD Pendidikan Cibatu.

Akibatnya tak hanya orangtua murid, sejumlah kepala SD pun mengeluhkan pemotongan dana BOS tersebut. Apalagi pihak UPTD Pendidikan Cibatu menolak menandatangani kuitansi terkait penyerahan uang potongan dana BOS tersebut.

“Kalau tak ada bukti kuitansi, bagaimana kami bisa memertanggungjawabkan penggunaan dana ini? Kami bakal kena masalah,” tegas seorang kepala SD yang enggan disebutkan identitasnya.

Dikatakan, pemotongan dana itu berlangsung sejak Mei ini. Pemotongan terjadi pada waktu sebelumnya. Namun nilai pemotongannya tak sebesar sekarang, yakni Rp500 per siswa per bulan.

Hingga berita ditulis, belum ada tanggapan pihak terkait. Kepala UPTD Pendidikan Cibatu Ice tak memberikan tanggapannya ketika dikonfirmasi melalui selulernya.

*********

Noel, Jdh.